Enam Puluh Satu

1.4K 98 56
                                        

"Jadi gimana dok hasil check up nya?"

"Ini apa yang terjadi pada Freya sebenarnya? Saya tahu memang saat itu Freya memang di suntikan obat pemacu jantung yang membuat kinerja jantung Freya menjadi cepat. Tapi ini apa? Grafik penurunan kinerja jantung Freya sangat drastis turunnya."

"Sebenarnya dok, Freya......."

"Freya kenapa? Freya ini pasien saya loh, saya harus tahu apa yang terjadi pada pasien."

"Sebenarnya Freya sempat terkena serangan jantung dok. Dan Freya sempat dinyatakan tidak ada selama kurang lebih dalam kurun waktu 20 menit."

"Astaga."

Dokter Anin yang mendengar penjelasan Gita pun hanya bisa terduduk lemas di bangkunya. Dokter Anin sudah menyangka bahwa ada kejadian berat yang menimpa Freya, tapi dokter Anin tidak menyangka bahwa Freya sampai sempat dinyatakan tidak ada.

"Kamu jangan bicarakan hal ini kepada Freya. Yang kita takutkan adalah ketika Freya mendengar kabar ini, malah semakin membuat kinerja jantung nya melemah." Ucap dokter Anin

"Namun dok, sebenarnya ada satu hal yang mungkin dokter belum tahu tentang Freya." Ucap Gita.

"Apa? Ceritakan pada saya." Ucap dokter Anin.

"Freya memiliki kesulitan untuk mengendalikan emosinya ketika sedang haid. Dan yang saya takutkan adalah ketika Freya tidak bisa mengendalikan emosinya, Freya malah melakukan hal yang membuat jantung nya bekerja tidak semestinya." Ucap Gita.

"Baiklah. Untuk hal itu akan saya akali dengan obat penenang emosi. Namun obat ini sangat keras. Jadi saya beri tahu kamu ketika Freya sedang haid, beri dia obat ini sehari hanya setengah saja." Ucap dokter Anin.

Klek!

Krieeeeet!

"Jangan ceritakan pada Freya." Bisik dokter Anin.

"Baik dok." Ucap Gita setelah mereka mendengar suara ruangan terbuka, dan memunculkan sosok Freya yang baru saja pergi dari toilet.

"Gimana kak hasilnya?" Tanya Freya.

"Kinerja jantung kamu menurun drastis. Jadi......."

"Kamu Freya. Sepertinya yang pernah saya bicarakan sebelumnya, kalau kinerja jantung kamu menurun maka jadwal check up menjadi dua kali dalam sebulan. Nanti akan saya atur kembali jadwal kamu oke." Ucap dokter Anin.

"Baik dok." Ucap Freya, lalu dokter Anin memberikan resep obat yang sudah di tulisnya kepada Gita.

"Ini obatnya masih sama dengan yang biasanya. Namun hanya saja sedikit di tambah obat yang lain, dan terjadi perubahan dengan jadwal check up kamu oke." Ucap dokter Anin.

"Iya dok." Ucap Freya.

"Makasih ya dok." Ucap Gita beranjak dari bangku.

"Iya sama sama." Ucap dokter Anin lalu Freya dengan Gita berjalan keluar dari ruang dokter Anin, dan kini berjalan ke arah apotek untuk mengambil obat.

"Kamu ada kesibukan ga Fre?" Tanya Gita.

"Engga kak." Ucap Freya.

"Oh iya, kacamata kamu yang lama masih ada?" Tanya Gita.

"Masih kak." Ucap Freya.

"Untuk sementara pakai yang itu dulu aja. Nanti setelah selesai acara sekolah, baru kita bikin kaca mata yang baru lagi ya." Ucap Gita memeluk Freya.

"Iya kak. Maaf ya kak kalau Freya ngerepotin kakak terus. Bahkan kakak harus sampai ninggalin rapat gara gara nemani aku check up." Ucap Freya.

"Fre, stop ngomong kaya gitu. Kamu ga pernah sekalipun ngerepotin kakak. Ya jangan ngomong kaya gitu lagi ya Fre." Ucap Gita mengusap kepala Freya.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang