Seorang gadis tengah berdiam diri di depan sebuah cermin, yang memantulkan dirinya. Gadis itu memperhatikan dengan seksama dirinya yang berada di cermin, mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya. Tidak ada yang salah darinya hari ini, namun mengapa dia terus menatap cermin seolah ada yang salah darinya. Gadis itu menepuk nepuk pipinya, lalu mengambil handphonenya yang tergeletak di kasur. Gadis itu membuka handphonenya, membuka aplikasi WhatsApp dan mengetikan nama Kathrina di sana. Dia Marsha hari ini berencana untuk bermain ke rumah Kathrina, tidak ada maksud dan tujuan jelas apapun, Marsha hanya sekedar ingin bermain bersama Kathrina kala itu.
"Hallo Tin? Di rumah ga?" Ucap Marsha.
"Eh iya Sha aku di rumah, kenapa emangnya?" Ucap Kathrina dari telepon.
"Aku main ke rumah kamu ya, aku bosan ini lagian di rumah." Ucap Masha.
"Boleh sih, tapi di rumah ku ga ada apa apa loh. Ga ada PS, ga ada komputer, ya ga ada mainan apa apa disini." Ucap Kathrina.
"Ga papa deh Tin kita ngobrol santai aja di rumah kamu." Ucap Marsha.
"Oke Sha, kamu mau datang kapan emang?" Ucap Kathrina.
"Niat aku sih sekarang. Ini aku lagi siap siap. Oh iya Tin, share lokasi dong aku kan ga tau rumah kamu." Ucap Marsha.
"Oh okeee Sha. Itu udah aku share." Ucap Kathrina.
"Oke Tin." Ucap Marsha lalu mematikan teleponnya.
Marsha mengambil beberapa pakaian di lemari dan bergegas berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian, Marsha keluar dari kamarnya dan mencari cari keberadaan sang supir. Dia mencari ke setiap sudut rumah, namun dirinya tak juga menemukan sang supir di mana pun. Saat Marsha pergi mencari ke halaman depan, dirinya hanya melihat tukang kebun yang sedang merapihkan pohon di sana. Marsha langsung menghampiri tukang kebun dan bertanya apakah dirinya melihat pak supir.
"Oh tadi om Iwan pergi dengan bapak sepertinya." Ucap tukang kebun.
"Oh pergi sama ayah toh. Yaudah ya pak, makasih ya pak." Ucap Marsha lalu kembali berjalan menuju rumah.
Marsha berhenti sesaat di garasi dan melihat ke arah garasi. Benar apa kata tukang kebun bahwa ayahnya sedang pergi, karena Marsha tidak dapat melihat mobil Rolls-Royce ayahnya di Garasi. Hanya ada mobil Civic berwarna putih yang itu adalah mobil miliknya, namun belum boleh di kendarai sendiri oleh Marsha, dan mobil Mercy bewarna putih dengan motor BMW S1000RR yang itu adalah kendaraan milik kakak keduanya, yaitu Zee.
"Oh Cigre juga pergi ternyata." Ucap Marsha lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah.
"Apa minta anterin kak Zee aja apa ya? Yaudah deh cuman itu pilihan satu satunya." Ucap Marsha lalu berjalan ke arah kamar Zee.
Marsha mengetuk pintu kamar Zee, namun tidak ada jawaban dari sang pemilik kamar. Untuk kedua kalinya Marsha mengetuk pintu kamar Zee, namun tetap tidak ada jawaban. Sudah berkali kali Marsha mengetuk pintu kamar Zee, namun tetap saja tidak ada jawaban.
"Pingsan apa meninggal kak Zee ini." Gumam Marsha sedikit kesal.
"Yaudah lah masuk aja deh. Permisi, kak Zee?" Ucap Marsha membuka pintu kamar Zee dan melihat kakak nya sedang tertidur pulas di kasur.
"Astaga udah jam 9:20 masih tidur. Kak Zee kak bangun kak." Ucap Marsha menepuk nepuk kaki Zee, namun tetap saja percuma karena Zee masih saja tertidur.
"Kak bangun kak, anterin aku kerumah teman ku sih kak." Ucap Marsha menggoyang goyangkan kaki Zee, namun Zee tetap saja tertidur."
"Huuuuuuh, haaaaaaah. KAK ZEE ANTERIN ANTERIN AKU KE TEMPAT TEMAN KU." Teriak Marsha yang sukses mendapatkan lemparan bantal dari Zee. Lemparan bantal itu tepat mengenai kepala Marsha, sehingga membuat Marsha terjatuh ke lantai kamar Zee.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
SonstigesApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
