8 Hari Sebelum Acara.
"Kak ini langsung kita bagiin aja ke murid murid?"
"Iya. Atau engga misalnya kamu ga mau repot, ya kita bisa minta tolong Zara aja. Dia kan ketua PK, nah nanti biar dia suruh anggota PK yang nempel di setiap kelas."
"Oh iya kak."
Setumpuk kertas berisikan daftar lomba apa saja yang akan di lombakan untuk acara memperingati hari berdirinya sekolah pun sudah di cetak oleh Fiony dan Gita. Hari ini juga mereka berencana untuk menyebarkan proposal acara kepada orang orang penting serta meminta suntikan dana kepada orang orang penting tersebut.
"Hallo Ra, kamu dimana?"
"Lagi sama Freya nyari tenda acara sama Freya. Kenapa git?"
"Oh, ini mau nyebarin lembaran untuk lomba. Maksud aku tadi minta tolong kamu untuk nyuruh anak anak PK ngebagiin lembaran ini ke tiap kelas."
"Oh yaudah taruh aja di meja ku, nanti biar aku suruh anak anak PK ngambil."
"Oke."
Nit!
"Gimana kak jadinya." Tanya Fiony.
"Taruh aja di meja dia di kelas." Ucap Gita.
"Aku ga tahu mejanya di mana kak." Fiony dengan raut wajah bingung.
"Tanya aja sama anak kelas, kakak masih mau nyusun berkas untuk kita kasih ke orang orang yang bakal kita undang nanti." Gita menunjuk kearah kelas nya dari kejauhan yang bahkan itu sudah berbeda gedung dari ruang OSIS.
"Oh oke kak." Balas Fiony.
Dengan perlahan, Fiony mulai menyusun kembali lembaran lembaran kertas berisikan lomba apa saja yang akan di adakan dalam acara nanti. Dengan sedikit kesulitan, Fiony berjalan menuju kelas XII IPA 1 dari ruang OSIS membawa tumpukan lembaran kertas tersebut.
"Permisi kak." Sapa Fiony di ambang pintu.
"Kenapa?" Tanya Allegra.
"Aku di suruh kak Gita sama kak Zara untuk naruh berkas ini di meja kak Zara. Meja nya di sebelah mana ya kak?" Tanya Fiony.
"Bangku nomor dua dari belakang, di barisan terakhir." Tunjuk Allegra.
"Makasih ya kak." Ucap Fiony lalu berjalan menuju meja yang milik Zara.
Baru saja Fiony meletakkan berkas tersebut di meja Zara, secara tiba tiba saja Fiony mendengar suara langkah kaki di sertakan suara laki laki tengah mendekat. Fiony dengan perlahan melirik ke arah pintu, dan. Sialan, kenapa harus sekarang!?
"Huop Allegra sudah besar teman." Ucap Angga dengan wajah, wajah apa saja deh, terserah kalian. Intinya raut wajahnya aneh, dan ga normal!
"Loh? Heh? Kok? Loh? Alamak. Mendadak sigma gw lianya, tutor dek? Reflek bosku? Mantap." Ucap Agni menunjuk ke arah Fiony yang hanya bisa terpaku dan tersenyum Pasrah.
"Dek, sini dek." Panggil Amerta.
"Kenapa kak?" Tanya Fiony mendatangi Amerta.
"Duduk dulu, santai dulu di sini." Ucap Amerta.
"Tapi kak, aku di suruh kak Gita........" Kalimat Fiony terhenti.
"Kamu takut sama jet pam satu itu? Udah gausah takut, nanti biar kakak yang ngomong ke dia." Ucap Amerta.
"Udah udah lagi ta. Gausah ngonyah di depan adek kelas." Ucap Allegra.
"Shuut diem diem. Duduk aja adinda, ada yang mau kanda tanya dulu ke adinda." Ucap Amerta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
