22:00 WIB / 10:00 P.M.
Shani. Sosok kakak yang selalu terjebak dalam belenggu kesempurnaan dari sang ayah, kini tengah terduduk diam di atas sofa ruang tamu dengan rasa kecemasan yang merantai seluruh hatinya.
Langit sudah sangat gelap, namun sang adik belum juga pulang. Apa yang harus aku lakukan ya tuhan? Christy, kamu kemana dek? Benak Shani dalam kecemasan.
"Kemana adik kamu belum pulang?"
Suara dingin dengan intonasi yang sangat datar, datang dan tanpa permisi langsung masuk ke dalam telinga Shani. Shani tahu betul dengan suara tersebut, karena Shani sudah mendengar suara itu selama 18 tahun lamanya.
"Dia anak ayah!"
"Siapa yang bilang dia bukan anak saya?"
Dengan langkah menakutkan, sosok Arna datang dengan sebuah buku di tangan kanannya. Entah apa yang ingin di lakukan oleh Arna dengan buku di tangannya itu. Tapi satu hal yang pasti, Arna tidak akan membacanya. Mengapa begitu? Karena Arna punya kebiasaan unik dimana setiap Arna ingin membaca buku, pasti dirinya akan menggunakan sebuah kacamata khusus, pemberian seseorang yang sangat istimewa bagi Arna.
"Suruh adik kamu pulang." Arna menutup pintu rumahnya.
"Kenapa di tutup?" Tanya Shani.
"Kamu lihat langit di luar sana? Jika kamu sudah lihat, kamu harusnya mengerti." Jawab Arna pergi meninggalkan Shani.
"Kamu telpon Christy. Suruh dia pulang sekarang!" Perinta Arna datar.
"Masih khawatir?" Tanya Shani, membuat Arna menghentikan langkah kakinya.
"Nanti kamu akan mengerti jika kamu sudah menjadi orang tua." Balas Arna lalu masuk kedalam ruang kerjanya.
Ada satu hal yang harus di ketahui dari sosok Arna, ialah. Arna tidak pernah sekalipun membenci Christy dalam hidupnya. Setiap Christy tidak pulang kerumah, sejujurnya Arna merasa khawatir tentang keadaan anak bungsu nya itu. Namun Arna selalu saja kesulitan untuk mengutarakan sebuah ekspresi, yang malah berujung kepada amarah.
Sebenarnya bukan hanya satu hal. Tapi ada banyak hal yang belum di ketahui tentang siapa dan bagaimana sosok Arna Sebenarnya.
Arna. Sosok yang selama ini datang dengan perawakan sadis, dingin, nan kejam kepada anak bungsu nya Christy, sejatinya adalah sebuah topeng yang di pasang oleh Arna dari kekecewaannya terhadap sang anak.
Bagi Arna, Christy adalah segalanya. Bahkan Arna sejatinya jauh lebih mengistimewakan sosok Christy di bandingkan dengan Shani. Christy adalah harapan terbesar seorang Arna. Christy terlahir dengan sesuatu yang menurut Arna spesial. Sesuatu yang membawa keberuntungan bagi Arna. Dan itu adalah, tanggal dan bulan lahir Christy yang sama dengan tanggal dan bulan lahir Arna sendiri.
Christy di lahirkan tepat di tanggal 3, bulan 3. Sama seperti Arna yang lahir di tanggal 3, bulan 3. Dan yang lebih spesial lagi adalah, Christy lahir tepat di saat gerhana bulan penuh tengah terjadi, yang dimana saat itu kondisi bulan benar-benar terang, membuat gelapnya malam harus tunduk dengan cahaya sang rembulan.
"Huft, kemana lagi kamu nak?"
Duduk di meja ruang kerjanya, Arna hanya bisa menghela nafas sembari menggelengkan lemas kepalanya. Di pijitnya dengan lembut kening putihnya. Entah untuk berapa kalinya sang anak memilih untuk kabur dari rumah. Arna tahu kalau Christy membenci dirinya, namun itu adalah resiko yang harus di tanggung oleh Arna sendiri karena telah mengekang sang harapan nya sendiri—Christy.
Di ambillah bingkai foto yang bertengger di meja ruang kerjanya, lalu di usapnya lembut wajah imut bahagia Christy kecil, yang tengah berada di gendongan hangat seorang Arna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
