Keseharian monoton terus saja berulang layaknya sebuah labirin tanpa ujung. Berusaha semaksimal mungkin untuk menimba ilmu namun berujung sia sia.
"Huft."
Helaan nafas seorang gadis membuat poni di dahinya sedikit terangkat. Langkahnya terus membawa dirinya menyusuri tiap-tiap gedung sampai langkahnya harus terhenti tepat di sebuah pintu bertuliskan toilet wanita. Sial baginya saat ini dia harus menjalankan hukuman di karenakan terlambat.
Kenapa harus toilet sih.
Walaupun dalam hati dan pikirannya, dirinya menolak untuk melakukan hukuman, namun seluruh tubuhnya sudah seperti tersistem dengan otomatis untuk melakukan hukuman yang di berikan. Dengan gusar gadis itu mulai membersihkan toilet dari noda noda yang hadir menghiasi dinding maupun wastafel toilet. Kaca yang sedikit buram, kini mulai memantulkan bayangan gadis tersebut.
"SIAPA SIH YANG HABIS BUANG INI, JOROK BANGET."
Memanglah gadis tersebut sedang dalam suasana hati yang buruk, di tambah kini dia menemukan bekas roti sobek khusus yang biasa di gunakan wanita saat haid saat dia baru saja masuk ke dalam bilik toilet. Dengan perasaan yang teramat sangat jijik gadis itu keluar dari toilet, mengambil sapu, serok, sekantung kresek yang kebetulan sedang berada di dekat toilet. Masuk kembali ke dalam toilet, gadis itu menyerok roti sobek tersebut, memasukkan nya ke dalam kresek, dan membuangnya ke dalam kotak sampah yang berada tepat di depan pintu toilet.
"Udah." Ucap Gadis tersebut melempar alat kebersihan yang baru saja di gunakannya ke sembarang tempat.
Gadis tersebut menutup pintu toilet, mengambil sebuah plank, lalu meletakkannya tepat di depan pintu toilet.
"Sedang di bersihkan." Gadis itu membaca tulis yang ada di plank, lalu pergi meninggalkan toilet begitu saja.
"Hari hari suram menjengkelkan, di awali dengan hukuman, mending kita sekarang makan." Ucap Gadis tersebut lalu berbalik badan, melangkahkan kakinya menuju kantin.
Gadis itu benar benar tidak menyangka kejadian yang baru saja terjadi kemarin kepadanya. Sekuat apapun dirinya melupakannya, namun mengingat saat saat lukisan paling berharga untuknya terbakar, membuat perasaan Fiony benar benar hancur.
"FIOOO." Christy melambaikan tangannya.
Melihat lambaian tangan Christy, Fiony langsung mendatangi Christy yang sedang duduk bersama Freya. Seperti hari hari biasanya, Freya hanya bergelud dengan buku yang bahkan Fiony pun tak mengerti buku apa yang di baca oleh Freya.
"Kamu dari mana? Kok baru masuk?" Tanya Christy.
"Aku terlambat." Ucap Fiony duduk bergabung bersama Christy dan Freya namun dengan jarak yang lumayan jauh.
"Kenapa ga duduk di sini aja? Kosong kok." Christy menepuk bangku kosong di sebelah nya.
"Iya, aku di sini aja gapapa." Ucap Fiony.
"Aih?"
"Biarin kalau dia mau di situ." Ucap Freya masih membaca bukunya.
"Yaudah. Oh iya kamu kenapa terlambat?" Tanya Christy.
"Macet di jalan." Ucap Fiony.
"Berangkat jam berapa kok macet?" Tanya Christy.
"Jam 7."
Christy yang mendengar nya sontak bingung dan mengernyitkan dahi.
"Aku berangkat jam 7:10 tapi ga macet." Ucap Christy.
"Aku tadi mampir dulu ke mini market. Ada yang di beli." Ucap Fiony.
"Ohhhhh, tapi kamu lewat gerbang belakang?" Tanya Christy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
NezařaditelnéApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
