... Apa ini? Dimana aku? Kenapa semuanya menjadi putih? Dimana teman-teman ku? Dimana mereka?
"CHRISTY! FIONY! ZEE! YORI! ASHEL! ADEL! KALIAN DIMANAAAAAAA!?"
Mengapa tak ada jawaban dari mereka? Aku ingat betul aku tadi sedang bersama mereka, tapi kenapa... Kenapa aku merasa hampa sekarang? Aku dimana? Dimana orang-orang yang aku sayang? Aku takut...
"KAK GITA!!! PAPAAAAH!!! MAMAAAH!!! KATHRINA!!! KALIAN SEMUA DIMANAAAAAA!!??"
Aku sudah berteriak sekuat tenaga ku. Suara ku sampai bergetar karena itu. Tapi, kenapa? Kenapa tak ada satupun yang membalasnya!? Aku ingat aku sedang berada di taman bermain tadi! Aku ingat! Aku ingat betul aku sedang bermain bersama orang tersayang ku. Tapi, kenapa? Kenapa semuanya menghilang seperti ini!?
"Freya?" ...
AKHIRNYA! AKHIRNYA! AKHIRNYA!AKHIRNYA ADA YANG MENDENGAR SUARA KU! ADA YANG MEMBALAS SUARA KU! Tapi, tunggu. Aku tahu suara ini. Aku sangat kenal suara ini. Ini adalah suara yang tak seharusnya bisa ku dengar. Suara ini adalah suara seseorang yang amat aku sayang yang sudah lama pergi meninggalkanku...
"Mamah? Apa itu mamah? Mamah dimana? Maaah!?"
"Iya sayang, ini mamah..."
"MAMAAAAAH! MAAAAH! FREYA DIMANAAA MAAAH!? FREYA TAKUT MAH, GA ADA ORANG DISINI."
Aku bisa mendapatkannya! Suara ibuku! Aku bisa mendengar suaranya dengan jelas! Tapi, aku tidak dapat melihatnya. Dimana ibuku? Dimana dia?
"Disini sayang, disini."
Dep! Pandangan ku berubah. Pandangan ku yang tadinya hanya penuh dengan cahaya putih, kini berubah. Aku tahu tempat ini. Aku amat mengenalinya. Ini adalah rumah ku. Ya, rumah ku. Rumah ku saat kami masih tinggal di Yogyakarta...
♬ ... Ting, Ting, Ting, Ting, Ting, Ting...♬
"Kenapa kamu datang lagi kesini anak ku?" ...
"MAMAH DIMANA!? MAAAAAAAAAH!!!!"
"Mamah disini..."
AKU BISA MENDENGAR SUARANYA! AKU BISA MENDENGAR SUARA IBUNDA TERSAYANG KU. AKU, AKU... AKU BAHKAN BISA MENDENGAR SUARA PIANO NYA, TAPI..... Aku sudah mencari di seluruh sudut rumah. Aku terus berteriak. Aku terus meneriakkannya, tapi nihil. Ibunda ku tak ada disini. Dimana dia?, "mamah dimana mah... Hiks-hiks... Maaah, Freya takut..."
Aku menangis. Hati kecilku takut. Aku sendirian. Aku kesepian. Tak ada siapapun disini. Aku terduduk dan meringkuk. Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa. Seseorang tolong aku, "mamah... hiks. Mamah dimana sih... Hiks-hiks... Maaaaah..."
"Mamah disini Freya. Mamah di samping kamu sayang."
Freya terdiam. Tubuh Freya merasa sangat tenang saat ada seseorang yang tengah mengusap lembut kepalanya. Freya tahu usapan ini adalah usapan sang ibunda. Dan ketika Freya menatap ke arah kiri, Freya mendapati sang ibunda tengah duduk di sampingnya sembari terus mengusap kepala Freya.
"Mamah dari mana?" Lirih Freya terisak...
"Mamah disini sayang. Mamah selalu disini. Mamah ga pergi kemanapun." Ucap Resha tersenyum lembut membawa Freya ke dalam dekapan hangatnya.
"Ta-tapi..."
"Shuuut, anak cantik mamah ga boleh nangis. Ayok ikut mamah." Ajak Resha menarik lembut tangan sang anak, dan membawanya ke sebuah kamar. Sebuah kamar yang sama dengan tempat dimana Freya kehilangan Resha dalam pangkuannya.
"Ini di mana mah? Kenapa kita ada disini?" Tanya Freya memeluk lengan Resha dengan sangat erat karena hati kecilnya merasa sangat ketakutan.
"Disini adalah tempat untuk mereka yang sudah pergi beristirahat. Ini adalah tempat dimana kita akan menunggu sebelum giliran kita untuk benar-benar pergi ke dunia yang selanjutnya." Jelas Resha menidurkan Freya di atas pahanya, layaknya saat mereka masih bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
De TodoApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
