"Papah sama kak Freya mau kemana? Kok aku ga di ajak sih." Ucap Kathrina kecil, melihat ayahnya dan Freya sedang bersiap siap ingin pergi.
"Papah sama kak Freyanya mau pergi sebentar nak, kamu disini aja sama mamah." Ucap Tefa memeluk Kathrina
"Iya papah sama kak Freya cuman pergi sebentar kok, Kathrina tunggu sini aja ya." Ucap Adya mengelus kepala Kathrina yang mulai mengeluarkan air mata.
"Iya pah. Tapi, tapi, tapi beliin Kathrina mainan ya pah pas pulang." Ucap Kathrina menghapus air matanya.
"Iya nanti papah beliin mainan ya." Ucap Adya mencium pipi Kathrina.
Selesai menenangkan Kathrina yang menangis, Adya berjalan ke arah Freya lalu merangkul anak sulungnya itu dan mengajaknya untuk berangkat sekarang. Kathrina melihat ayah serta kakaknya berjalan menjauhi dirinya hanya bisa terdiam di tempat dengan pelukan hangat sang ibu yang masih terasa di tubuhnya. Setelah Kathrina tidak dapat lagi melihat sosok ayah dan kakaknya yang menghilang di balik pintu, Kathrina melepas pelukan hangat sang ibu, berjalan ke arah kamar menundukkan kepalanya dengan mata sembab dan hidung tersumbat.
Kathrina menutup pintu kamarnya dan hendak tidur karena entah kenapa ia tiba tiba merasa lelah. Apakah dia merasa lelah karena menangis? Kathrina juga tidak tau tapi yang pasti dia ingin segera tidur saat itu juga. Namun kenikmatannya harus terganggu di saat sang ibu yang tiba tiba membuka pintu kamar Kathrina secara kasar, yang membuat Kathrina kecil terbangun dari tidurnya dan reflek menoleh ke arah sang ibu. Kathrina yang melihat wajah sang ibu sudah berlinang air mata, dengan wajah panik pun bertanya tanya. Apa yang terjadi? Mengapa ibunya menangis?
"Nak kamu siap siap sekarang kita ke rumah sakit, cepat." Ucap Tefa panik.
"Kenapa mah? Kok kita ke rumah sakit? Mamah sakit?" Tanya Kathrina kecil duduk di pinggir tempat tidur.
"Ini mamah dapat kabar dari teman mamah. Papah sama kakak kamu kecelakaan, mereka di rumah sakit sekarang." Ucap Tefa.
"Ha? Papah sama kak Freya kecelakaan?" Ucap Kathrina melompat dari tempat tidurnya.
"Iya kamu makanya cepat siap siap kita ke rumah sakit." Ucap Tefa lalu pergi meninggalkan Kathrina.
"Iya mah." Ucap Kathrina cepat cepat berganti pakaian.
Selesai berganti pakaian, Kathrina berlari dengan langkah kecilnya mencari di mana keberadaan sang ibu. Setelah berhasil menemukan sang ibu, Kathrina dan Tefa cepat cepat mengunci pintu dan berlari ke arah garasi guna untuk menghidupkan motor dan memacu kuda besi itu dengan kecepatan tinggi di jalanan kota Yogyakarta. Sepanjang perjalanan Kathrina kecil memeluk sang ibu dengan sangat erat, karena angin kencang yang menghantam kuat tubuh kecilnya.
Kathrina terus memeluk ibunya sampai motor yang mereka kendarai berbelok masuk kedalam halaman parkir rumah sakit. Setelah memarkirkan motor mereka, Kathrina kecil berlari mengikuti langkah sang ibu yang menggenggam kuat tangannya masuk kedalam ruang Instalasi Gawat Darurat. Saat sudah berada di dalam ruang IGD Tefa dan Kathrina dengan cepat melihat ke seisi ruang IGD untuk mencari keberadaan Adya dan Freya, namun hasilnya nihil mereka tak kunjung menemukan keberadaan Adya dan Freya. Dengan panik Tefa bertanya kepada perawat di sana, dimana letak anak sulung dan suaminya berada. Setelah mendapatkan informasi dimana letak posisi suami dan anak sulungnya berada, Tefa berjalan perlahan mulai mendekati bilik yang di maksud perawat tersebut, dengan Kathrina yang menarik bajunya.
Kathrina kecil mulai menggerakkan kakinya perlahan mengikuti langkah sang ibu yang sangat pelan berjalan ke arah salah satu bilik di sana. Kathrina menarik baju ibunya semakin erat bersembunyi di balik tubuh sang ibu. Saat Tefa mulai membuka dengan sangat perlahan tirai yang menghalangi pandangan mereka, betapa terkejutnya mereka melihat kedalam isi bilik tersebut. Tangis keduanya pecah, Tefa maupun Kathrina tidak ada yang lagi sanggup menahan tangisnya. Bendungan yang sedari tadi menahan air mata mereka berdua kini pecah melihat kondisi Adya dan Freya di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
DiversosApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
