Sudah tiga hari berlalu semenjak Freya di nyatakan buta permanen, dan ternyata sangat sulit bagi Freya untuk beradaptasi. Freya yang biasanya dapat melihat dengan kedua matanya, kini hanya dapat melihat dengan satu mata.
Jauh di dalam lubuk hatinya, sebenarnya Freya ingin sekali mengeluh tentang keadaannya. Namun itu adalah hal yang sia-sia. Mau bagaimana pun Freya berusaha, kini mata kirinya tidak akan kembali seperti sedia kala.
"Fre kamu sekolah? Kamu naik apa?" Tanya Christy yang terkejut ketika melihat Freya yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang OSIS.
"Aku naik bus." Ucap Freya lalu duduk di samping Christy.
"Loh kok naik bus? Tau gitu kan kamu bisa bareng aku." Ucap Christy.
"Aku ga mau ayah kamu marahin kamu, gara-gara kamu masih main sama aku." Balas Freya membuat Christy terdiam
Bodohnya Christy karena mengatakan hal tersebut di depan Freya. Dengan Christy mengatakan hal seperti itu, itu sama saja Christy membawa Freya kepada pengalaman buruk masa lalunya.
"Maaf ya Fre." Ucap Christy yang hanya di balas anggukan oleh Freya.
Entah mengapa, semenjak kejadian dirinya di culik, dan pembullyan terakhir kali, Freya merasakan kini tubuhnya semakin lemah. Dan semenjak dua kejadian tersebut juga, Freya merasa kalau jantung nya lebih sering kambuh dari sebelumnya.
"Fre? Fre? Freya? Freya kamu kenapa, hey."
Freya yang merasakan tepukan pelan di pipinya pun langsung menoleh ke arah Christy, "ga papa. Aku ga papa." Balas Freya.
"Muka kamu masih pucat banget loh. Kenapa maksain sekolah sih?" Tanya Christy.
"Aku ga mau ketinggalan untuk nonton JKT48. Dan juga hari ini aku harus tamp..." Ucap Freya memaksakan senyumnya, lalu...
"EEEH, FRE." Christy yang melihat tubuh Freya ambruk pun langsung dengan sigap menangkap tubuh Freya.
Untuk ketiga kalinya Freya merasakan kalau tubuhnya sangat lemas. Dan untuk ketiga kalinya pula, tubuh Freya ambruk untuk hari ini. Freya tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhnya. Freya sebenarnya terus mengumpat dalam hatinya akan tubuhnya yang sangat lemah ini, namun walaupun begitu Freya tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain.
"Ke UKS aja dulu yok Fre. Percuma kalau kamu nonton konser JKT48, tapi kamunya malah sakit." Ajak Christy.
"Aku ga papa kok, aku kurang istirahat aja." Ucap Freya lalu berusaha untuk bangkit dari pelukan Christy.
Karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Freya akhirnya lebih memilih untuk menyandarkan kepalanya ke meja. Dan tanpa sadar, Freya akhirnya mulai tertidur pulas di meja ruang OSIS.
"YO HAL-"
"SHUUUUUUT!"
"Eh? Itu Fure tidur?"
"Iya."
"Oh, oke." Bisik Fiony dengan langkah perlahan, akhirnya duduk di samping Christy.
"Ya ampun. Toy, lihat geh toy." Bisik Fiony menunjuk bekas luka di kepala Freya.
"Eh, iya. Gila, sampai separah itu ternyata." Balas Christy yang ikut memperhatikan bekas luka di kepala Freya.
"Sumpah sih. Kok bisa ya tiga iblis itu bisa sekejam itu. Freya padahal ga ada salah loh sama mereka. Bahkan Freya baik banget ke mereka." Ucap Christy.
"Ya namanya juga ibl-"
"Selamat pagi dunia." Ucap Feni semangat. Namun api semangat yang di berikan Feni ternyata terlalu besar, sehingga membuat Freya terbangun kala itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
AcakApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
