Satu

4K 191 30
                                        

Nit nit nit nit nit............ Suara alarm yang berbunyi mengusik seorang gadis yang tenggelam dalam mimpinya untuk segera menyelesaikan mimpinya itu. Gadis itu enggan membuka matanya namun terpaksa ia buka. Ia meregangkan badannya lalu duduk dan menoleh ke arah sumber bunyi yang tadi mengusik tidurnya. Melihat alarm menunjukan pukul 06:10, Dengan baju tidur yang masih menempel di tubuhnya,rambut yang berantakan sedikit menutupi penglihatannya ia berjalan menuju pintu kamar.

"Eh sudah bangun pikir mamah kamu belum bangun, barusan aja mamah mau ke kamar kamu." Ucap Tefa melihat anak gadisnya itu bangun.

"Iya mah,ada yang perlu di bantu ga?" Ucap gadis itu

"Engga ada nak. Mending kamu bangunin adik kamu tuh." Ucap sang ibu.

"Iya mah." Ucap Freya.

Dengan susah payah Freya melangkah kan kakinya menuju ke kamar sang adik. Entah kenapa rasanya sangat berat untuk berjalan, rasa malas yang masih menyelimutinya mungkin menjadi penyebabnya. Langkah demi langkah tapi entah kenapa rasanya kamar Kathrin menjadi sangat jauh. Dengan usaha yang menurutnya sudah besar akhirnya dia sampai pada sebuah pintu kamar berwarna coklat tersebut,lalu dia membuka pintu dan mendapati seorang gadis tengah tertidur pulas dengan rambut panjangnya yang setengah terjatuh,di temani suara dengkuran kecil.Freya berjalan menuju kasur Kathrina tidaknya membangunkan Kathrina, Freya malah bergabung dengan sang adik. Melihat Kathrina yang tertidur pulas membuat Freya ingin kembali ke mimpinya dengan mata yang masih terasa berat di tambah rasa malas yang masih menyelimutinya sedari tadi akhirnya, Freya tertidur di samping Kathrina.

Ibu mereka yang sedari tadi menunggu kehadiran dua Putri nya pun bingung karena dua Putrinya itu tak kunjung datang sedangkan makanan sudah siap. Hari ini, hari pertama kedua putrinya itu sekolah jadi, lebih baik datang lebih awal. Namun setelah di tunggu cukup lama dua batang hidung anak gadisnya belum juga muncul. Setelah dipikirnya mungkin Freya tidur lagi akhirnya, ibu mereka pun beranjak dari meja maka menuju ke kamar anak bungsunya itu. Sesampainya di kamar Kathrina tepat seperti yang di pikirkan olehnya. Freya tidur kembali di samping Kathrina "huft di suruh bangunin malah ikutan tidur." Ucap Tefa dalam hati sambil menggoyangkan pelan kedua kaki putrinya itu.

Tefania Adiratna atau Tefa.
Tefa adalah sosok ibu dari Freya Dan Kathrina. Ia adalah sosok ibu yang sangat baik dan penyayang. Tefa adalah tipe orang tua yang mendukung apapun yang di impikan anak anaknya selagi itu akan berdampak baik untuk mereka. Tapi Tefa adalah orang tua yang tegas apabila anaknya membuat kesalahan ataupun melakukan hal yang akan berdampak buruk bagi anak anaknya.

"Hey nak, Freya, Kathrina bangun bangun. Udah jam berapa ini, ini hari pertama kalian sekolah ayok." Ucap Tefa mencoba membangunkan kedua putrinya itu.

"Hmmm 5 menit mah." Ucap Kathrina sambil meregangkan tubuhnya lalu tidur lagi.

"Ga ada,ga ada 5 menit kamu bisa 2 jam." Ucap Tefa yang sedikit kesal menepuk kaki Kathrina.

"Freya bangun Freya." Ucap Mamah.

"Heum? Oh iya mah." Balas Freya.

Berbeda dengan Kathrina, Freya langsung duduk dan beranjak dari kamar Kathrina dan berjalan menuju ke kamarnya untuk mengambil baju. Di sisi lain ada seorang ibu yang masih berjuang membangunkan anaknya dari mimpi indahnya. Setelah di nilai semua usaha nya sia sia akhirnya, Tefa mengambil sedikit air dan di jatuhkan terus menerus ke kepala anak bungsunya itu.

"WOAH WOAH BADAI, TSUNAMI MAH, PAH, KAK FREYA TOLONG." Teriak Kathrina melompat dari tempat tidur karena air yang di beri ibunya.

"Mana badai, tsunami? Susahnya minta ampun kalau di bangunin." Ucap Tefa kesal.

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang