Jam sudah menunjukan pukul 06:53, dan kini lentera dunia mulai melakukan tugasnya, senantiasa iklhas tanpa pamrih memberikan sinarnya kepada seluruh makhluk yang ada dunia. Christy melihat ke langit-langit biru cerah yang membumbung tinggi di atasnya, terbentang luas sejauh mata memandang memberi tau semua insan untuk kembali melakukan aktivitas mereka. Christy memakai topi yang ada di tangannya dan kini tengah berada di lapangan, berkumpul bersama murid murid lainnya menunggu upacara bendera di mulai, sampai seseorang menepuk pundak Christy.
"Hey Toya rajin sekali kamu udah di lapangan."
Christy menoleh ke belakang dan mendapati Fiony berdiri di belakangnya seorang diri, "Mana Freya?" Tanya Christy karena tidak melihat sosok Freya di belakang Fiony.
"Itu." Ucap Fiony menunjuk ke arah seorang gadis yang tengah berjalan ke arah mereka, sembari sibuk merapikan dasinya.
"Kok bisa ya dasi Freya rapih banget kaya gitu, aku masang dasi sendiri bentukannya malah jadi kepompong." Ucap Christy sembari memegangi dasinya sendiri.
"Haduh nona ini bagaimana. Tapi tunggu, jadi selama ini dasi kamu rapih kamu ga make sendiri toy?" Tanya Fiony.
"Engga, aku di pakaikan bibi." Ucap Christy.
"Ini kamu hari ini makai sendiri?" Tanya Fiony.
"Iya." Ucap Christy membalikkan badannya dan membuat Fiony melihat dasinya.
"HAHAHAHA BENTUKANNYA KAYAK CACING BESAR ALASKA, GA ADA UNSUR SEGITIGANYA SAMA SEKALI." Fiony tertawa terbahak bahak setelah melihat dasi Christy.
"Kaya dasi kamu kebentuk segitiga aja. Liat tuh loh dasi kamu kebentuk jajar genjang kaya gitu." Ucap Christy.
"AHAHAHA INI NAMANYA SENI TOY...." Fiony tertawa dan, "CACING BESAR ALASKA AHAHAHAHA." Fiony tertawa semakin keras ketika melihat kembali dasi Christy. Sangking kerasnya Fiony tertawa bahkan, hampir semua murid yang ada di lapangan menoleh ke arah Fiony yang masih belum berhenti tertawa.
"Kalian nertawain apa?" Ucap Freya yang baru saja datang.
"Fiony ngetawain dasi aku Fre, katanya dasi aku kaya cacing besar alaska." Ucap Christy membuat raut wajah murung.
"Mau aku pasangin?" Tanya Freya.
"Mauuu." Ucap Christy semangat, sedangkan masih ada yang ngik ngik di satu bagian yang lain.
"Haduh duh sampe sampe pusing perutku." Ucap Fiony memegangi perutnya.
"Yang tegap badannya." Ucap Freya mulai membuka ikatan dasi Christy, dan mulai memakainya kembali dari awal.
"Ga mau aku pasangin aja toy?" Ucap Fiony dengan raut wajah yang terlihat sedikit meyakinkan.
"Ga deh, aku lebih percaya Freya." Ucap Christy sembari memperhatikan Freya.
"Nah udah." Ucap Freya lalu menarik bagian dasi yang pendek membuat ikatan dasi yang berbentuk segitiga naik ke leher Christy.
"Kekencangan ga? Kalau di rasa terlalu kencang, di kendurin aja." Ucap Freya.
"Nggak Fre pas kok, makasih ya Fre." Ucap Christy.
"Iya." Ucap Freya tersenyum.
"Fure hehehe. Sekalian dong, tolong yaaa." Ucap Fiony sembari menunjuk ke arah dasi miliknya.
"Iya." Ucap Freya dan melakukan hal yang sama yang dia lakukan kepada Christy.
"Waw rapih banget, makasih ya Fureee." Ucap Fiony sembari memperhatikan dasinya.
"Iya." Ucap Freya tersenyum.
Ngiing!
Dug! Dug! Dug!
"Tes, tes, tes, satu dua tiga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
