Ting.
Tefa tersenyum, lalu memeluk Freya dari belakang membuat Freya langsung menoleh ke arahnya.
"Mamah boleh ikutan?" Tanya Tefa lembut.
"Iya mah." Ucap Freya, lalu Tefa melepas pelukannya dan berjalan ke arah kamarnya.
Tefa berjalan ke arah Freya dengan senyuman dan sebuah tas biola di tangannya. Tefa menarik kait tas biola miliknya dan mengambil biola yang tertera nama Tefania di bagian samping biola tersebut.
"Itu punya mamah?" Tanya Freya.
"Iya, ini punya mamah." Ucap Tefa tersenyum.
"Bagus." Ucap Freya.
Tefa terdiam sejenak memperhatikan biola miliknya. Tefa tersenyum dan menatap ke arah Freya yang tengah memperhatikan biola di tangannya.
"Tadi lagu apa nak?" Tanya Tefa.
"Golden Hour." Ucap Freya.
"Kamu punya partitur nya?" Tanya Tefa.
"Ini mah." Ucap Freya memberikan selembar kertas yang berisikan seluruh nada dari lagu golden hour.
"Kamu hafal lagunya?" Tanya Tefa.
"Hafal mah." Ucap Freya.
Tefa tersenyum, lalu memperhatikan setiap nada yang tertera di lembar kertas tersebut. Tefa mencoba memainkan sedikit dari lagu tersebut, untuk mencoba apakah nada setiap senar yang ada di biola miliknya sudah tepat atau belum.
"Ini kayaknya, kamu dulu yang main baru nanti mamah masuk ya nak." Ucap Tefa memperhatikan partitur di depannya.
"Iya mah." Ucap Freya, yang di balas anggukan lembut oleh Tefa.
Tefa menarik bangku bundar di dekatnya, lalu duduk dengan punggung mereka yang saling berhadapan.
"Mulai nak." Ucap Tefa.
Freya menganggukkan kepalanya, menarik dalam nafasnya, menghembuskan nya dengan lembut. Freya memejamkan matanya, dan jari jemari nya secara perlahan mulai menekan tiap tiap not piano, menghasilkan sebuah nada yang benar benar indah.
Alunan nada lembut terus keluar dari piano yang di mainkan oleh Freya, memanjakan setiap telinga yang mendengarnya. Tefa tersenyum, lalu ikut memejamkan matanya dan mulai memainkan biola miliknya.
Alunan nada piano, yang seirama dengan alunan nada biola benar benar menyatu, menciptakan sebuah alunan nada yang benar benar indah. Bahkan seseorang sampai bisa membayangkan sebuah nada yang terus menari nari karenanya. Bahkan sangking indahnya alunan nada yang mereka ciptakan, bisa membuat seorang Adya tersenyum tulus.
Adya hanya tersenyum dan terus memperhatikan sang istri dan anaknya bermain alat musik bersama. Alunan nada yang tercipta mampu membawa Adya kembali ke masa lalunya, saat dirinya datang untuk melihat pertunjukan musik yang di adakan di universitas nya dahulu saat dirinya dengan Tefa masih kuliah bersama. Bahkan alunan nada yang tercipta sanggup untuk membuat seorang Adya ikut memejamkan matanya, membayangkan dirinya dahulu saat tengah menonton pertunjukan musik sang istri, yang bermain bersama dengan temannya.
Adya tiba tiba beranjak dari sofa, dan berjalan ke arah kamarnya lalu keluar dengan sebuah gitar akustik. Adya tidak sanggup lagi menahan hasratnya untuk bermain alat musik bersama sang istri dan anak sulungnya. Hanya dengan mendengar nada yang tercipta dari permainan Tefa dan Freya, sebuah alunan partitur nada langsung tercipta di benak Adya. Adya juga ikut memejamkan matanya, dan secara perlahan mulai memetik senar gitar miliknya membuat tiga alunan nada dari tiga alat musik yang berbeda, menari nari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
