Sembilan Puluh

1.2K 125 160
                                        

BYUR!












Dingin. Apakah danau ini memang sedingin ini? Tapi perasaan apa ini? Kenapa dingin ini begitu nyaman?











BYUR!











Siapa yang baru saja masuk? Oh kak Gita. Tunggu. Kenapa kak Gita ikut masuk ke dalam danau? Kenapa wajahnya sangat terlihat ketakutan? Aku ga papa kak. Disini nyaman kak, kak Gita ga perlu jemput aku.













BYUR!











Tunggu. Kali ini siapa? Seorang laki-laki? Kenapa ada laki-laki disini? Kenapa pakaiannya sangat rapih? Apakah dia tidak merasa berat karena memakai jas hitam seperti itu?

"Freya..."

Siapa yang memanggil aku? Kenapa suaranya bisa terdengar sangat jelas ketika di dalam danau?

"Freya..."

Tunggu. Suara ini... Suara ini... Ini suara mamah! Ini suara mamah! INI SUARA MAMAH! MAMAH DIMANA! MAH! FREYA DISINI MAH, MAMAH DIMANA!?

"Freya, apa kamu mau ngobrol sebentar sama mamah?"

IYA MAH! AKU MAU NGOBROL SAMA MAMAH! MAMAH DIMANA!?

"Mamah ada di dekat kamu, nak."

Dimana mah? Disini cuman ada kegelapan. Mah? Mamah dimana? Mah? Mah!? MAMAH!? MAMAAAH!? KENAPA MAMAH NINGGALIN FREYA LAGI!? MAMAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!!

Tep!

"Mamah ada di dekat kamu sayang."

Aku, Freya. Sosok remaja perempuan berusia 17 tahun yang kini tengah terombang-ambing di bawah kedalaman sebuah danau. Entah apa yang merasuki ku, sehingga membuat aku berani melakukan aksi heroik seperti tadi? Atau lebih tepatnya aksi konyol? Entah lah, aku juga tidak tahu. Jangan bertanya kepada ku sekarang! Aku pun juga bingung kenapa aku yang tidak memiliki sedikit pun ketrampilan berenang ini, bisa-bisanya merelakan tubuhku untuk tenggelam di dalam danau demi menyelamatkan sahabat ku.

"Itu karena kamu orang yang baik sayang. Kamu tidak pernah berubah Freya. Selalu mementingkan orang lain di atas dirimu sendiri."

Freya yang masih memiliki sedikit kesadaran, akhirnya mengerti kalau sebenarnya itu hanyalah bualan dari isi kepalanya sendiri. Membayangkan sosok ibunda yang telah tiada, membuat Freya yang mulai meracau di dalam danau akhirnya berhalusinasi. Kadar oksigen dalam diri Freya kian menipis. Rasa dingin dari air danau, secara perlahan mulai menekan tubuh Freya.

Rasa dingin yang tadi terasa nyaman, kini mulai berganti dengan tekanan akan kedalaman yang begitu menyakitkan. Meluluhlantakkan sebagian besar kesadaran Freya, bersama dengan air yang terus memaksa masuk ke dalam tubuh Freya. Kepalanya mulai terasa sangat sakit, kupingnya berdenging hebat, seluruh tubuhnya kini merasa seperti di tekan oleh beban yang sangat berat. Dan secara perlahan, Freya sadar kalau dirinya hampir kehilangan kesadaran. Sisa sedikit lagi, sedikit lagi sampai akhirnya Freya merasakan kalau secara perlahan tubuhnya mulai terangkat.

Siapa? Siapa yang mengangkat tubuhku?

"Dia salah satu orang baik yang mamah kenal. Dia sahabat mamah."

Kenapa mamah masih disini?

"Tidak ada orang tua yang tega meninggalkan anaknya sendirian dalam kedinginan dan kegelapan. Mamah akan selalu di sampingmu, walaupun kamu tidak sadar kalau mamah selalu menemani kamu."

Ingin Bertemu (Tamat)✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang