BUG!
KRETEK!
Adel menurunkan kakinya ke tanah setelah selesai melepaskan tendangan berputar ke arah Gita. Baru saja kaki Adel menapak tanah setelah tadi berputar di udara, tiba tiba Adel kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke tanah. Adel melihat ke arah Gita dan terkejut bukan main, saat melihat Gita yang nampak baik baik saja. Adel melihat Gita masih berdiri di tempatnya dengan menggenggam sebuah balok kayu di tangannya. Gita memandang remeh Adel yang sedang tergeletak di tanah, lalu mulai berjalan ke arah Adel sembari memegang sebuah balok kayu di tangannya. Adel yang tidak suka di pandang dengan tatapan remeh langsung berdiri di saat itu, namun Adel merasa ada yang aneh dari dirinya. Setiap Adel ingin berdiri dia selalu terjatuh dan Adel merasa seperti kakinya tidak kuat menopang tubuhnya. Adel melihat kedua kakinya dan terkejut bukan main mendapati kaki kanannya telah patah.
Adel yang belum sempat mencerna kejadian itu, secara tiba tiba merasakan sakit luar biasa saat Gita datang dan menendang kaki Adel yang patah. Gita dengan tatapan datar nan remeh sembari memegang balok di tangannya langsung menginjak dengan keras kaki Adel tepat di bagian yang patah. Adel berteriak kesakitan saat bagian kakinya yang patah di injak oleh Gita, seolah belum puas dengan itu Gita kembali menginjak kaki Adel berulang kali tepat di bagian yang patah. Gita mengayunkan balok di tangannya dan memukul dengan keras bagian kaki Adel yang patah, membuat Adel merengek kesakitan untuk kesekian kalinya, sampai membuat air mata Adel mulai keluar karena merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. Gita mengangkat balok yang di pegang nya ke atas menggunakan kedua tangannya hendak memukul kepala Adel dengan balok itu. Gita mengayunkan balok yang di genggamnya dengan sangat cepat menggunakan kedua tangannya hendak menghantam kepala Adel yang berada di depannya. Adel melihat Gita mengayunkan balok kayu di tangannya hanya bisa pasrah memejamkan matanya.
"GITAAAAAAAA." Teriak Shani mencoba menghentikan Gita namun sudah terlambat, karena Gita sudah terlanjur mengayunkan tangannya.
BRAK!
Adel dengan jelas mendengar suara balok kayu menghantam sesuatu dengan keras. Apakah Gita meleset sehingga balok kayu di tangannya tidak mengenai kepalanya? Pikir Adel. Adel membuka perlahan matanya dan melihat balok kayu menghantam semen tepat di samping kepalanya. Adel melihat ke samping dan mendapati semen itu retak dan hancur meninggalkan bekas hantaman balok kayu yang di pegang Gita. Adel kembali melihat Gita yang masih menggenggam kuat balok kayu di tangannya, bahkan sangking kuatnya genggaman Gita, Adel dapat melihat tangan Gita sampai bergetar menggenggam balok kayu itu. Adel tau serangan Gita bukannya meleset tidak mengenai kepalanya, melainkan Gita dengan sengaja tidak mengenai kepala Adel dan hanya menghantam semen tepat di samping kepalanya. Gita menatap remeh ke arah Adel yang tergeletak di tanah lalu berdiri tegak melihat ke arah Adel yang wajahnya sudah pucat karena takut.
"Sampah." Ucap Gita melempar balok kayu di tangannya ke sembarang tempat, mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Adel yang masih tergeletak tak berdaya di tanah.
Melihat Gita sudah pergi meninggalkan Adel yang tergeletak tak berdaya di tanah. Shani, Gracia, Zee, dan Ashel, serta anak anak OSIS yang tadi ikut melihat Adel dan Gita berkelahi langsung membantu Adel yang masih tergeletak di tanah.
"Aduh gimana ini." Ucap Ashel panik.
"Kita bawa dulu Adel ke rumah sakit. Gre kamu bawa mobil kan? Pake mobil kamu dulu kita bawa Adel ke rumah sakit." Ucap Shani menenangkan semuanya yang nampak panik.
"Iya iya pake mobil aku dulu aja Shan, sabar aku ambil mobilnya dulu." Ucap Gracia lalu berlari ke arah parkiran hendak mengambil mobilnya.
"Dek aduh, sebentar ya Gracia lagi ngambil mobil." Ucap Shani kepada Adel.
"Sakit banget." Ucap Adel merengek kesakitan.
"Iya iya, kakak tau. Nah ini Gracia, yok bantu bopong Adel ke mobil." Ucap Shani setelah melihat Gracia datang membawa Mercy putih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ingin Bertemu (Tamat)✅
RandomApakah di setiap pertemuan akan ada perpisahan? Apakah akan ada sebuah penyesalan dalam pertemuan itu? Yang pasti aku Ingin Bertemu lagi dengan mu. . . . . . Oh Ya ini Pemeran Utama nya aku ngambil dari member JKT48,dan ga semua member aku masukin. ...
