67. Steal

1.1K 160 6
                                        

Sebelum baca play music dulu lah. Kayaknya lagu Kyungsoo yang ini cocok


Happy reading!!!!












Seruan penuh semangat dan kegembiraan terdengar dari anak-anak yang tengah bermain dilahan kosong yang bersebelahan dengan perkebunan. Seruan untuk menangkap lawan agar tidak menerobos penjagaan mereka dan seruan ketika mereka berhasil menangkap lawan, membuat siapapun yang melihatnya akan mengetahui jika mereka bermain dengan sangat gembira dan penuh semangat.

Begitu pun ketika permainan diganti, energi mereka seakan tidak pernah surut justru seakan dengan bermainlah mereka mendapatkan energi itu.

"Dendi, ayo pulang siap-siap, sudah jam setengah dua." Seruan itu berasal dari seorang wanita yang merupakan ibu dari Dendi.

Mendengar itu, para anak-anak mulai meninggalkan permainan mereka dan pulang setelah berpamitan pada Deva, Zayn, dan Marcell. Alasan mereka harus berhenti bermain adalah mereka mendapatkan undangan pesta salah satu teman mereka yang baru saja melakukan sirkumsisi. Itu yang mereka katakan pada Deva.

Tidak berselang lama setelah para anak-anak desa pergi, datang dua orang pemuda dengan membawa sebuah layang-layang dan gulungan benang.

"Loh, Deva, sudah lama mas enggak ketemu Deva."

Kedua pemuda itu cukup terkejut ketika bertemu Deva. Mereka sebenarnya sudah tau kejadian yang menimpa Deva, meski saat itu keduanya sedang tidak ada di desa.

Deva menghampiri kedua pemuda itu sampai berdiri dihadapan keduanya, "mas Kemal, Deva kangen sama mas Kemal, hehe." Suasana hati yang tadinya terasa mendung karena teman-temannya pergi kembali cerah.

"Deva, sering tau datang ke desa, mas Kemalnya yang tidak pernah ada." Ucap Deva dengan nada yang sedikit merajuk.

"Iya iya, mas kan kuliah jadinya jarang pulang." Tangannya terulur untuk mengusap kepala Deva.

"Deva curang, yang dikangenin cuma mas Kemal saja, mas enggak dikangenin." Ujar pemuda satunya yang berpura-pura kesal.

"Iih, Deva kangen mas Saki juga tau, setiap Deva ke desa mas Kemal, mas Saki enggak ada."

"Mas cuma bercanda, kita kan kuliah, jangan cemberut gitu cil, nanti enggak bisa tinggi." Pemuda bernama Saki itu juga ikut mengusap kepala Deva.

Kedua pemuda itu melihat dua anak yang tidak dikenalinya, keduanya menebak jika mereka berdua teman Deva yang berasal dari kota.

"Deva, mereka siapa?" Tanya Kemal dengan memelankan suaranya, dengan maksud akan dikenalkan padanya.

"Mereka teman Deva, ini Zayn.." Deva menunjuk Zayn, lalu Marcell, "ini Marcell."

"Zayn, Marc, kenalkan ini mas Kemal dan mas Saki." Deva juga memperkenalkan dua pemuda itu pada kedua temannya.

"Teman-teman kamu yang lain kemana, kok sepi?" Tanya Kemal.

"Mereka pergi ke undangan kak Aldo."

"Oh iya, dirumahnya lagi ada hajatan ya." Timpal Saki.

"Main layangan yuk, masih suka kan?" Ajak Kemal.

"Mau~, tapi Deva tidak punya layangannya." Deva bersemangat mendapat ajakkan dari Kemal, sudah lama dirinya tidak bermain layang-layang.

"Tinggal beli saja, di warung ada kok." Jovan memberi solusi.

The Real HeirsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang