Diriku ini lagi-lagi memohon maaf kepada readerku sekalian. Aku sempat stuck, jadinya lama deh updatenya😭😭😭
Diakhir ada visual buat Deva, besar nanti, sama sedikit spoiler next chap
Happy reading all!!!! 😘
Liburan kali ini, personil anggota keluarga dari pihak Manuella yang ikut bertambah satu orang, yaitu Jeremy. Sedangkan dari pihak keluarga Sukma, satu orang tidak hadir, yaitu Hazellio. Hazellio, berkata jika ia akan menyusul dari Korea selatan setelah menyelesaikan ujian.
Setelah serangkaian pemeriksaan, mereka pergi menuju pesawat.
Penerbangan membutuhkan waktu lebih kurangnya sekitar 7 jam, dengan tujuan utama adalah kota Beijing.
Langit yang tadinya berwarna jingga saat memasuki pesawat kini sudah berganti menjadi langit gelap yang bertabur bintang.
Awan berwarna keabuan menjadi pemandangan malam di udara.
Deva, tengah sibuk menyusun bricks yang hasil akhirnya akan berbentuk sebuah helikopter berwarna oranye.
"Papa, pernah naik pesawat economy class?" Tanya Deva, matanya menatap Damian, beberapa saat lalu tangannya kembali menyusun bricks.
"Emm... sepertinya pernah sekali." Damian, menjawab ragu. Ingatannya sedikit samar, sebab hal itu terjadi lebih dari 20 tahun lalu.
"Oh ya, pesawatnya seperti apa papa? Apa ada bed juga seperti disini?" Deva, semakin antusias. Bahkan mainannya ia biarkan begitu saja untuk mendengar cerita ayahnya.
Bukan hanya Damian, yang mendengar pertanyaan Deva, melainkan seluruh orang yang ada di pesawat itu mendengarnya. Hal itu membuat sebagian dari mereka menahan tawa, sedangkan yang lainnya sudah melepaskan tawa mereka, terutama Dante dan Jeyendra, yang tidak bisa menahan suara tawa mereka.
Tidak bisa disalahkan juga dengan pertanyaan lucu Deva, tentang tempat tidur di pesawat kelas ekonomi, sebab, Deva, belum pernah menaiki pesawat kormesial. Jika memang akan naik pesawat itu juga tidak mungkin akan mengambil kelas ekonomi.
"Economy class berbeda dengan pesawat yang Didi, naiki ini. Papa, tidak begitu ingat fasilitas apa saja yang didapat di sana, yang papa, ingat hanya barisan kursi penumpang." Jawab Damian.
"Seperti kursi di bus, ya?" Deva, masih penasaran
"Sepertinya mirip?" Balas Damian, ragu.
"Didi, tahu dari mana pesawat economy class?" Tanya Damian.
Damian, memang pernah menjelaskan sedikit tentang pesawat kormesial, yang biasanya untuk membawa penumpang atau barang dan dengan pesawat yang biasa mereka gunakan untuk liburan. Hanya saja Damian, tidak menjelaskan perbedaan yang mendetail tentang kelas pesawat.
"Classmate Didi, pernah cerita kalau he go to Phuket naik pesawat economy class. Karena perginya mendadak jadi hanya tersisa economy class. Makanya Didi, curious."
Damian, mengangguk mengerti mendengar cerita putranya.
"Didi, mau coba naik economy class?" Tanya Matthias.
"Mau." Sahut Deva, cepat. Ia, sudah sangat penasaran bentuk dari pesawat yang disebut kelas ekonomi.
"Didi, ingin pergi kemana kalau naik economy class?" Tanya Damian.
"Didi, mau ke Australia. Didi, mau lihat kanguru. Didi, pernah baca kalau kanguru simbol hewan dari Australia. Kanguru juga punya kantung di perutnya buat melindungi anaknya."
