Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sorak-sorai para penonton menggema dari seluruh arah tribun. Mereka menyerukan masing-masing nama kebanggaan yang mereka dukung. Tidak terkecuali pendukung Deva.
Semua keluarganya baik dari pihak ibu, maupun ayahnya datang untuk melihatnya bertanding.
Hari ini adalah babak final kompetisi berenang dan penentu untuk berlanjut pada tingkat nasional.
Para peserta sudah siap di posisi masing-masing setelah mendengar suara pluit panjanh. Begitu terdengar suara pluit lagi yang menandakan dimulainya perlombaan, mereka lompat kedalam air secara bersamaan.
"GO DIDI! GO DIDI! GO!" Seruan lantang dan balon pvc panjang yang saling beradu untuk menyemangati Deva.
Suasana semakin riuh dan tegang ketika salah dua orang berada diposisi sejajar, sedangkan dinding finish sudah dekat.
Suara riuh itu semakin menjadi setelah ada yang berhasil menyentuh dinding finish lebih dulu, dan hanya berselang tidak sampai satu detik, posisi kedua pun sudah terisi.
Papan score secara otomatis menampilkan nama mereka sesuai urutan catatan waktu.
Sekitar 30 menit setelah pertandingan, pengumuman para pemenang akan dilaksanakan.
Ada 4 kategori yang diperlombakan, diantaranya 3 kategori untuk perlombaan tunggal dan satu kategori untuk perlombaan berkelompok. Deva, mengikuti dua kategori perlombaan tunggal. Yaitu, gaya punggung dan gaya dada.
"Juara tiga untuk renang gaya dada dimenangkan oleh ananda Zacqueline Moana!" Ujar si pembawa acara.
Anak itu maju ke podium, lalu menerima medali dan sertifikat dari seorang juri.
"Juara dua dimenangkan oleh ananda Xavier Cruz Ramirez!"
"Dan juara pertama dimenangkan oleh ananda Devananta Auriga Manuella!"
Deva, maju ke podium setelah namanya dipanggil kemudian naik ke podium. Medali dikalungkan oleh seorang pejabat pemerintahan. Keduanya berfoto. Deva yang memegang sertifikat kemenang seakan menerima pemberian. Lalu si pejabat yang berperan seolah memberinya sertifikat.
Acara berlanjut untuk pengumuman kategori selanjutnya.
Di kategori kedua yang Deva, ikuti, Deva, kembali keluar sebagai juara pertama.
"Proud of you, Deva." Ucap Xavier, memberi pujian pada Deva, setelah mereka turun podium.
"Koko Xavi, juga hebat, keren." Deva, juga memberi pujian pada teman satu klubnya itu.
Beberapa dari penonton turun dari tribun untuk mendekati para atlet. Kebanyakan dari mereka adalah para kerabat. Tidak terkecuali keluarga dari Deva. Mereka memiliki kartu khusus untuk masuk.