Akan ada cameo dari cerita "OR". Yang sudah baca, pasti tau siapa mereka. Disclaimer! Gap umur Deva, sama mereka sekitar 3 tahun ya. Cerita Deva, timeline nya memang sebelum OR.
Happy reading!!!!
Damian, dapat melihat gundukan selimut diatas ranjang putranya. Dibalik selimut itu terdapat putranya yang tengah menyembunyikan diri darinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Didi!" Panggil Damian.
"Tidak mau! Didi, tidak mau pergi!" Balasnya dengan suara yang teredam oleh selimut, serta semakin merapatkan selimutnya.
"Sebentar saja, sayang. Saat pulang nanti kita beli es krim." Bujuknya Damian, dengan iming-iming es krim.
Deva, tetap menolak dengan tawaran ayahnya, katanya. "Tetap tidak mau. Didi, tidak mau pergi ke dokter gigi."
"Hanya diperiksa saja pa-"
Deva, memotong ucapan ayahnya, "Bohong! Waktu itu gigi Didi, dicabut padahal papa bilang cuma periksa." Ujarnya.
"Papa, minta maaf. Papa, tidak tahu kalau waktu itu gigi Didi, harus dicabut. Kalau papa tahu papa, akan bilang pada Didi." Sesal Damian.
Beberapa bulan yang lalu memang Damian, membawa putranya untuk pemeriksaan gigi. Tepat pada saat itu ada gigi putranya yang sudah goyang cukup lama dan tidak juga tanggal. Damian, berpikir sekalian untuk melakukan konsultasi akan masalah itu.
Namun, saat waktu pemeriksaan dokter mengatakan sebaiknya gigi itu dicabut, sebab, gigi baru yang seharusnya menggantikan gigi susu sudah terlihat, dan jika dibiarkan selain menimbulkan rasa sakit, juga membuat posisi gigi baru nantinya tidak pada tempatnya, atau bisa dikatakan posisi gigi akan berantakan.
"Didi." Damian, memanggil dengan suara lembut dan sabar.
"Tidak mau! Tidak mau!" Deva, masih menolak keras. "Didi, kan sudah rajin sikat gigi dan sedikit makan manis, kenapa harus pergi?" Ujarnya kesal.
Deva, itu tidak suka pergi ke dokter gigi. Baginya, alat-alatnya menyeramkan, ditambah ia merasa ruangannya lebih dingin dibanding ruangan dokter Dharma. Jika harus memilih, lebih baik ia diperiksa oleh dokter Dharma. Ruangan dokter Dharma, lebih menarik dan banyak gambar, juga dokter Dharma, sangat ramah. Kenapa papa, tidak mengerti juga.
"Papa, janji hanya diperiksa saja." Ujar Damian, meyakinkan. "Gigi punya Didi, pasti sehat semua. Seperti yang Didi, bilang kalau Didi, rajin sikat gigi dan sedikit makan manis." "Didi, nanti bisa menunjukkan pada dokter kalau gigi Didi, sehat semua. Jadi, dokter tidak akan cabut gigi punya Didi."
Perlahan, selimut yang membungkus Deva, bergerak. Menyembulkan kepalanya, lalu melihat kearah sang ayah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.