" Panasss... Sss" desis Salena sembari melorotkan pakaian yang saat ini dia kenakan.
Sedangkan Justin masih fokus membuka ikatan tali yang membelit ditubuh Alexsa. Pria itu tidak sadar apa yang dilakukan sang tunangannya saat ini diatas ranjang.
Setelah tali yang mengikat diri Alexsa terlepas. Kedua orang itu serentak menoleh Salena.
Mata keduanya melotot melihat apa yang saat ini dia saksikan. Saat ini pakaian Salena melorot hingga memamerkan dua bugdelan didepnya.
"Astaghfirullah.." Justin mengucapkan asma Allah Sanking terkejutnya. Buru-buru pria itu melarikan pandangan agar tidak menyaksikan keadaan Salena saat ini, walau bagaimana pun akal sehatnya berjalan. Dia tidak mungkin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Meski Salena adalah tunangannya.
Bergegas Alexsa menghampiri gadis itu, dan membalut tubuh Salena dengan selimut yang ada disana.
"Panass All.. jangan selimutin guee.." ucapannya dengan nada kansual.
" Iya gue tambah suhu ac nya, lu jangan buka-bukaan yaa.." bujuk Alexsa sembari membalut sekujur tubuh nya.
"Tapi tetap panas All.. gue ngak tahan!" Rengut manja gadis itu. Ditambah lagi saat ini suara Salena berubah menjadi suara sensual.
Gadis itupun berusaha menarik selimut yang dibaluti Alexsa ketubuhnya. Tapi Alexsa berusaha mempertahan kan. Aksi saling tarik pun tak terhindari.
Merasa keadaan yang tidak baik² saja. Justin lebih memilih meninggalkan kamar tanpa berpamitan pada Alexsa. Pria itu hanya melangkah kearah pintu.
"Justin.. jangan pergii.. jangan tinggalin gue berdua aja dongg..." Ucap gadis itu dengan sedikit berteriak.
Seketika langkah kaki Justin terhenti. "Aku ngak kemana-mana Bun.. aku mau hubungi dokter." Ucap Justin yang masih betah memunggungi Alexsa.
Sebagai pria dewasa, tentu saja Justin tau apa yang dialami Salena saat ini. Jadi menurutnya lebih baik melibatkan dokter dalam hal ini.
Alexsa terlihat berfikir sejenak, menurutnya ucapan Justin ada benarnya. Mereka memang butuh dokter saat ini.
"Jangan lama-lama ya, aku takut jika terjadi sesuatu sama Salena."
"Ya Bun.. sekalian aku juga akan hubungi papa, biar beliau bisa menyusul kita kesini.."
"Lakukan lah yang terbaik"
"InsyaAllah bundaa.." kemudian Justin pun melangkah keluar kamar, tanpa menoleh kebelakang. Bisa berabe urusannya jika dia menoleh kebelakang.
"Panas Saa.. gue mau buka bajuu.." ucap Salena dengan nada khas. Matanya sayu, kelihatan saat ini jika dia tidak sadar akan dirinya.
"Jangan Sall.." Alexsa menyingkirkan tangan Salena yang saat ini berusaha membuka pakaiannya.
"Tapi gue kepanasan.. All, gue ngak tahan!"
"Iya gue tauu, sabar sebentar yaa." Kali ini Alexsa menerbitkan setitik embun di ekor mata.
Melihat Salena seperti itu Alexsa merasa bersalah, harusnya kejadian inienimpa dirinya tapi malah sang sahabat yang menggantikan.
"Harusnya lu, jangan bilang.. kalau Alexsa itu nama luu.." ucapnya sambil terisak.
Tapi Salena seperti ngak fokus dengan ucapan sang sahabat. Gadis itu saat ini hanya ingin berusaha keras membuka pakaian yang dia kenakan.
"Memang biadap tu perawan tua! Bisa-bisanya dia memiliki ide sekotor inii.. demi mendapatkan mas Hans." Ocehnya lagi memaki.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm crazy about you, Uncle Duda
DragosteAlexsa seorang gadis remaja seperti gadis lainnya. dia juga menyukai lawan jenis. tapii.. ntah mengapa hatinya tertambat duda tampan. usia pria itu kisaran 45 tahun karna ketampanannya usia tua tidak terpancar diwajahnya, karna diliat dari wajahnya...
