Terlihat jelas di sepasang insan itu menyimpan rindu yang sangat dalam, bahkan mungkin tidak bisa diukur dengan apapun.
"Dek.. mas sangat rinduu.. apakah adek juga?" Ucap Hans selembut mungkin.
Alexsa hanya mengangguk tanda mengiyakan, sepertinya saat ini gadis itu malu mengakuinya Karena wajahnya memerah tersipu malu, ditatap Hans seperti itu, sungguh berhasil membuat hatinya meleleh.
"Seperti yang adek inginkan, kita akan melepas rindu diperaduan ini. Dikamar baru ini dan juga ranjang yang baru ini.. andai mas tau kita kan bertemu dan menyatu diranjang ini, mas pasti siapkan ranjang yang lebih luas dari ini.. agar adek bebas menggeliat kesana kemari.." lagi gadis itu tersipu mendengar ucapan sangat suami.
"Hari ini, mas yang akan bekerja, dan adek menikmati." Dan Hans memulai ritual dengan barisan doa, kemudian mendaratkan ciuman dibibir sang istri. Sungguh sensasi ini berhasil membuat nafas Alexsa turun naik, tak ingin diam saja, Alexsa yang sudah berpengalaman, membalas kecupan sang suami, hingga seluruh tubuh pun ikut berkegerak seirama dengan kecupan yang mereka buat. Mata terpejam, sedangkan tangan mereka merayap entah kemana.
Tangan Hans memainkan kan melon kembar kesayangannya itu, sedangkan Alexsa mengelus lembut punggung sang suami, bahkan mungkin sesekali mencakar nya.
Menjeda ciuman sejenak, kembali netra mereka menyatu, dengan hembusan nafas yang saling bersahutan. Di detik kemudian Hans mendaratkan kecupan dileher sang istri.Alexsa langsung tenggelam dalam kemabukan. Kali ini Alexsa meracau tak jelas. Yang tertangkap indra pendengaran Hans, hanya lah desahan sexsi. Seperti biasa pria itu akan bersemangat mendengar desahan sexsi tersebut. Hingga ciuman itu semakin intim.
Kali ini tak ada ucapan yang keluar dari bibir mereka selain dari suara kenikmatan yang mereka ciptakan, mereka kembali meregug manis nya surga dunia, yang selama enam tahun tak pernah mereka lakukan. Mereka saling menjaga diri masing-masing dan kemudian mencurahkan segalanya saat ini.
Bukan hanya Hans yang ganas dalam permainannya tapi begitu juga Alexsa, berkali-kali dia mencium bahkan menggigit lembut leher sang suami, dan jika kukunya panjang, sudah pasti punggung Hans di lukisi pulau-pulau yang indah disana, akibat ulah sang istri.
Sedangkan Hans, malah mengecup seluruh tubuh istrinya hingga semua bagian bertotol merah. Pria yang berpengalaman, dia tidak mengecup bagian Leher sang istri. Karna tentu itu jadi pusat perhatian nantinya bagi sang istri. Pasti dia kan jadi bulan-bulanan para pegawai hotel nantinya. Mengecup bagian itu masih dengan kewarasan yang ada.
Ketika hendak mengulangi permainan kesekian kalinya, Hans berhenti sejenak dan berdiri tegak, tentu hal ini membuat Alexsa bingung , kenapa sang suami menyudahi aksinya. Bukan kah ini belum saatnya menyudahi ini semua?
"Mas mau kemana? " Tanya Alexsa bingung. Sementara tubuh polosnya masih dibiarkannya seperti itu, tak ada niatan bagi gadis itu untuk menutupinya dengan apapun.
Hans yang akan melangkah, melirik sang istri sejenak dengan senyuman.
"Mau ngambil kamera?" Jawabnya tanpa dosa. Pria itupun melangkah dengan keadaan yang sama seperti Alexsa, dimana dalam keadaan tubuh polos tanpa sehelai benang pun. Bayangkan keadaan siucik saat ini. Pasti tergeol-geol kesana kemari.
"Tapi untuk apa mas?" Dahi Alexsa berkerut Karna saking bingungnya.
"Mas mau merekam momen kita ini sayang.. abadi jadi kenangan yang akan kita lihat nantinya dimasa tua"
"Trus mas mau bikin adegan dewasa? Atau filem dewasa gituu? Sungguh diluar nalar.." protes gadis itu dengan nada menelan.
"Mungkin juga begitu, daripada mas nonton film orang, lebih baik nonton filem sendiri." Pria itu masih sibuk dengan kamera ponselnya. Meletakan benda itu diposisi yang benar, agar biasa merekam jelas semuanya.
Setelahnya pria itu kembali lagi keposisi sang istri saat ini berada. Sebelumnya dia sudah mengatur mode on dikamera ponselnya.
"Mas ngak tau, ntahlan setelah ini adek akan marah sama mas, dan pergi lagi. Ataukah peraduan ini awal dari pertemuan dan juga hubungan yang baru bagi kita.. Andai adek akan lupa kejadian ini kemudian memilih menjauhkan diri lagi. Tentu video ini akan jadi kenangan buat mas.. apapun konsekuensinya nanti, mas harus antisipasi terlebih dahulu, yaitu seperti ini.. merekam kegiatan kita ini sebagai kenangan untuk kita.." ucap pria itu panjang lebar. Yang hanya dapat tatapan sinis oleh sang istri.
"Mas ini ngomong apa, sih? Ngak jelas!" Cetus gadis itu merasa aneh dengan ucapan Hans.
Hans hanya tersenyum mendengar ucapan sang istri.
"Aku hanya curiga, mas akan jadikan video ini. Nantinya untuk menekanku!"
Tentu dahi pria itu berkerut tak terima. Emang dia predator internet, yang menggunakan rekaman video tak senonoh, untuk menekan pasangannya.
"Kamu pasti tau sayang, mas bukanlah orang seperti itu.." jawab Hans lagi.
Kali ini Alexsa memilih diam. Dia hanya masih bingung, kenapa pengaruh obat perangsang itu, belum juga hilang reaksinya. Malah terkesan semakin parah.
Tanpa aba-aba dia kembali menyerang sang suami. Hans yang masih bersemangat, tak ada penolakan darinya. Dan kamerapun ready, bahkan tripod yang digunakan saat ini, bisa bergerak kemana tuannya berpindah, Karena benda itu bisa berputar arah.
Erangan demi erangan dan rintihan kenikmatan lagi-lagi memenuhi isi kamar itu. Ntah berapa kali, yang pasti menurut mereka ini permainan paling terlama yang mereka lakukan sepanjang sejarah. Tapi lagi-lagi semangat mereka belum juga sirna padahal seluruh tubuh sudah tidak sanggup untuk bergerak, tapi hasrat mereka belum juga habisnya. Tak ada yang mengalah dari mereka untuk menyudahi ini.
Hingga pada akhirnya mereka tertidur dalam keadaan si junior tertaut dengan sarangnya. Dan kedua tangan Hans tepat didua gunung kembar milik sang istri. Posisi mereka saat ini, Alexsa didepan dan Hans dibelakang Alexsa, mereka pun tertidur pulas dengan posisi seperti itu.
Hingga pagi pun datang, Karena lelah mereka melewatkan azan subuh, ntah kenapa suara merdu dari masjid itu tak mengenai gendang telinga mereka. Hingga saat ini waktu menunjukan pukul 9:00 pagi. Disinilah pertama kali Alexsa mengerejapkan matanya. Perlahan mata indah gadis itu pun terbuka sempurna. Ketika hendak bergerak tubuhnya terasa berat, Karna posisi Hans saat ini memeluk tubuhnya dengan kedua tangan masih di kedua gunung kembar gadis itu. Dan bagian itunya masih terpasang oleh junior milik Hans. Dan benda itu masih saja mengeras bisa terasa oleh Alexsa saat ini.
Walau samar Alexsa masih mengingat akan kejadian kemarin malam, panasnya permainan masih terekam jelas olehnya. Termenung sejenak, hingga gadis itu tersadar ketika Hans kembali menggerakkan sijunior maju mundur, dengan tempo yang perlahan dan semakin lama semakin cepat. Pegangan semakin erat, pria itu sengaja memainkan telunjuknya diujung merah jambu Alexsa, hingga mau tidak mau Alexsa kembali tenggelam dalam madu manis yang diciptakan Hans pagi ini. Reflek kedua tangannya pun menggenggam penuh hasrat tangan Hans yang saat ini bermain digunung kembarnya. Dan lagi-lagi desahan sexsi tak bisa dia tahan lagi agar Nanda itu tak keluar.
Gerakan Hans semakin lama semakin cepat tubuh pun mulai menegang. pegangan mereka semakin erat ketika mencapai puncak Hans mengecup dalam punggung mulus sang istri. Hingga pada akhirnya mereka sama-sama terkulai lemas di ranjang.
"Ini ke yang sekian kali nya sayang, trimakasih... mas sangat puas hari ini." Ucap Hans dengan nada bahagia walau dengan nafas yang memburu.
"Anggap ini hanyalah mimpi, akan hilang menjelang pagi. Dan hal ini tidak akan terjadi lagi.. aku tidak akan mengganggumu lagi, dengan datang kesini untuk menjadi penawar bagiku!" Ucap gadis itu walau dengan raut wajah sedih, tapi suaranya harus terlihat setegar mungkin oleh Hans.
Spontan Hans langsung duduk, menatap sang istri dengan tatapan sedih. " Maksud kamu? Apa sayang?" Hans sungguh berharap ketika pagi tiba, maka hubungan mereka kembali membaik.
" Jangan berharap dari kejadian kemarin malam, Karna itu tak ada artinya bagiku!" Cetus gadis itu sambil berdiri.
"Aku hanyalah seorang pelayan disini, dan secara tidak sengaja aku telah membuat kesalahan, dengan tidur bersama majikan ku!" Kemudian gadis itu pun bangkit dan beranjak kekamar mandi.
Hans masih terdiam membeku ditempat, dia masih tersyishok mendengar ucapan sangat istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm crazy about you, Uncle Duda
RomanceAlexsa seorang gadis remaja seperti gadis lainnya. dia juga menyukai lawan jenis. tapii.. ntah mengapa hatinya tertambat duda tampan. usia pria itu kisaran 45 tahun karna ketampanannya usia tua tidak terpancar diwajahnya, karna diliat dari wajahnya...
