Disebuah tempat yang sangat mewah dan elegan. Sungguh sangat memanjakan mata Salena saat ini. Walau berkali-kali Justin mengajaknya makan malam romantis di resto-resto sebelumnya, ntah kenapa saat ini dia lihat tempat ini sungguh berbeda. Dimana hanya orang berjas dan juga bisa dilihat nya dari kalangan manapun mereka pasti seorang pengusaha.
Sambil berjalan dengan tangan yang dilingkarkan ke tangan sang kekasih. Dia melirik Justin dengan gerakan slowmo, dan senyum bahagia yang terpancar oleh Justin di bibirnya. Tapi sang kekasih saat ini tidak sadar jika Salena melihatnya dengan dalam.
"Apa, yang sebenarnya yang telah aku lewatkan? Kenapa aku merasa saat ini banyak rahasia yang di sembunyikan dariku? Seburuk itukan akuu.. hingga kau tidak ingin mengatakan sesuatu padaku, atau sedikit membaginya? Atau mungkinkah selama ini aku telah salah mencurigainya..? Ataukah yang dikatakan nya tadi adalah sebuah kebenaran..?" Salena kembali mengalihkan tatapannya kedepan dengan pikiran yang berat.
Sebuah lambaian tangan mengarah ke Justin yang dibalas juga oleh Justin dengan senyuman.
"Sayang.. itu mereka, ayo kita kesana.." ajak Justin dengan senyuman.
Tapi Salena malah menghentikan langkahnya. Dengan tatapan dengan wajah bingung.
Dengan dahi yang berkerut Justin bertanya. " Kenapa berhenti sayang?" Dia bingung melihat perawakan wajah saat ini.
"Bukankah kamu bilang, kita kan menemui seorang wanita? "
"I.. yaa.." jawab Justin semakin bingung.
"Lalu.. kenapa yang duduk disana seorang pria? Mana wanita yang aku lihat, sewaktu kita di Swiss?" Kali ini Salena menatap Justin dengan penuh selidik.
"Jangan tatap aku seperti itu sayang.. itu sungguh menakutkan.." rengek Maja Justin
Salena menyipitkan matanya.
" Jangan bilang, kamu ingin membohongi aku lagi?"
Sebenarnya Justin ingin meledakkan tawa, tapi dia tahan. Ntah kenapa mimik wajah Salena saat ini sungguh menggemaskan.
Tanpa menjawab Justin hanya menarik lembut tangan Salena dan mengokohkan dipergelangan tangannya.
"Jangan banyak tanya.. ayo kita kesana. Agar kecurigaan kamu segera terbayarkan sayang.." Justin pun melangkahkan kaki menuju seorang pria yang melambaikan tangan padanya, dan masih betah menunggu disana.
Salena tak ada pilihan selain mengikuti ucapan Justin. Mesti rasa jiwa kewartawanan nya meronta ingin di tunaikan.
"Hallo Tuan.." sapa Justin ketika mencapai pria itu tak lupa dia mengulurkan tangan untuk berjabat. Sang pria membalas dengan sopan.
"Silahkan duduk.." ucap pria itu dengan bahasa Indonesia yang belepotan.
"Terimakasih tuan.." balas Justin juga dengan keramahtamahannya.
Tak lupa terlebih dahulu Justin menarik kursi untuk sang kekasih. Dan mempersilahkan Salena duduk. Kemudian dia mengambil duduk di sebelah Salena.
Pria bule yang bernama Kristian itu menatap Salena kagum.
"Sangat cantik.." ucapnya memuji..
Salena yang risih ditatap seperti itu langsung bergeser kearah Justin kembali menautkan tangan mereka.
Kedua pria itu hanya tersenyum melihat tingkah Salena.
"Ah, tuan Kris bisa saja.. nyonya Rebecca juga tidak kalah cantik.." balas Justin dengan senyuman.
Kristian hanya mengguma senyum. Ucapan pujian untuk Rebecca dari Justin. Seperti sebuah pujian untuknya, Karna dia merasa paling beruntung mendapatkan wanita itu
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm crazy about you, Uncle Duda
RomanceAlexsa seorang gadis remaja seperti gadis lainnya. dia juga menyukai lawan jenis. tapii.. ntah mengapa hatinya tertambat duda tampan. usia pria itu kisaran 45 tahun karna ketampanannya usia tua tidak terpancar diwajahnya, karna diliat dari wajahnya...
