48

1.4K 128 12
                                        

Hari kelima atau bertepatan di hari Rabu, pagi-pagi Dhisa sudah sibuk mondar-mandir untuk menyiapkan beberapa barang bawaan pribadinya dan sang suami ke dalam ransel milik Raden untuk keperluan trip singkatnya di Pulau Nusa Penida hari ini.

Nusa Penida merupakan pulau kecil yang berada di sebelah tenggara Bali. Letaknya masih memasuki wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Di Nusa Penida ini juga terkenal akan keindahan bawah laut dan pantainya. Selain itu, pulau ini juga dikenal sebagai surganya penyelam dan snorkeler.

Pukul 06.40, mereka sudah meninggalkan hotel untuk menuju Pelabuhan Sanur. Dari hotel, mereka melintasi Tol Bali Mandara yang melintang di atas air laut. Kurang lebih memakan waktu 40 menit dari hotel menuju pelabuhan. 

Sesampainya di pelabuhan, Dhisa segera menukarkan tiket fast boat yang sudah ia pesan secara online untuk pulang dan pergi. Lalu Dhisa bersama Raden segera masuk ke dalam bangunan di pelabuhan itu untuk proses boarding

Sekitar pukul 08.00, mereka mulai berangkat dari Pelabuhan Sanur dengan menuju Pulau Nusa Penida yang memakan waktu sekitar 45 menit menggunakan fast boat. Angin laut yang kencang seakan-akan berhembus di depan muka setiap insan yang sedang duduk di dalam kapal cepat. Kencangnya sapuan angin juga seolah mengikuti kecepatan fast boat yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

"Lah, kalo begini bisa-bisa masuk angin, nih," keluh Raden. Ia hampir setiap 30 detik sekali pasti menguap dengan lebar.

"Astaga. Kan, udah pakai jaket, topi, sama masker. Kurang tertutup gimana itu bentukan kamu?" tanya Dhisa.

"Ini baru berangkat, Sa. Belum keliling di sananya. Belum juga waktu baliknya yang masih harus naik kapal kayak begini lagi." Raden melipat kedua tangannya di depan dada sembari memejamkan matanya.

"Liat, tuh, bule-bule yang duduk di depan pada pakai pakaian terbuka juga biasa aja, ngga se-lebay kamu, ya."

"Lah, mereka hari-harinya juga begitu, Sa."

"Ya udah, santai aja. Nanti pulangnya tinggal pakai koyo kayak biasanya," ujar Dhisa santai. Ia sibuk mengabadikan momen di tengah laut.

"Udah ada istri harusnya ada yang beda, sih," sahut Raden lirih dan menyeret.

"Apa?" tanya Dhisa.

"Engga."

***

Setibanya di Nusa Penida, Dhisa dan Raden langsung bertemu dengan driver sekaligus tour guide yang akan menemaninya berkeliling ke beberapa destinasi di sana. Destinasi terkenal yang wajib dikunjungi saat ke Nusa Penida ini terbagi dalam dua bagian, yaitu bagian barat dan timur. 

Pertama-tama, mereka akan mengunjungi bagian barat terlebih dahulu yang diawali dengan Broken Beach. Sama seperti namanya, pantai ini memiliki bentuk seperti lubang besar yang dikelilingi batu karang akibat pembentukan alami oleh air laut. Panorama yang disuguhkan sangat memanjakan mata karena terdapat air laut yang berwarna biru pada lubang besar itu. 

Untuk perjalanan darat menggunakan mobil membutuhkan waktu hampir satu jam untuk sampai ke Broken Beach. Sekitar pukul 09.50, Dhisa dan Raden tiba di pantai dengan pemandangan yang menakjubkan itu. Di sana Dhisa menikmati udara dan birunya air laut. Tak lupa ia juga mengabadikan setiap sisi keindahan dari pantai yang memiliki lubang raksasa di tengah tebing karang. Mereka juga foto-foto bersama dengan bantuan dari si tour guide sekaligus driver.

Lanjut ke destinasi kedua, yaitu Angel's Billabong. Lokasinya tak jauh dari destinasi pertama karena hanya menempuh waktu sekitar lima menit saja. Masih sama, di sana menyuguhkan keindahan pemandangan laut yang jernih dengan batu-batu karang di sekitarnya. 

BINARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang