Raden yang tengah sibuk dalam satu minggu ke belakangan ini membuat dirinya tidak terlalu fokus pada keluarga kecilnya. Sudah tiga hari ini ia selalu pulang hingga malam. Di samping itu, Dhisa tak mempermasalahkannya selagi itu urusannya jelas dan tetap berkomunikasi dengan baik.
Malam ini, Dhisa memilih untuk tidak makan malam karena selain sedang tak begitu lapar, Raden pun tak hadir untuk menemaninya. Tadi sore, suaminya juga sudah memberi kabar kalau dirinya akan makan malam di luar saja.
"Sa, gue mau pesan makan. Lo mau ngga?" tanya Noura yang tengah berkunjung di kediaman Dhisa dan Raden.
"Ngga, deh. Nih, lo pesan aja pakai HP gue, Ra."
Noura langsung mengembangkan senyumnya, lalu meraih ponsel yang disodorkan oleh Dhisa. "Eh, tapi ini beneran gue cuma pesan satu?"
"Iya, buruan." Dhisa memindahkan Beno, kucing kesayangannya, ke sisi sofa yang kosong di sebelahnya.
"Ra, lo ngga mau nginep di sini aja?" tanya Dhisa setelah beberapa saat hening.
Spontan Noura membelalak kaget. "Hah? Ngga, ya. Emang gue cewek apaan?"
"Apa, sih? Lebay. Orang gue cuma tanya. Lagian, kan, besok gue mau ikut lo motret. Ya, biar sekalian aja gitu." Dhisa tersenyum kecil.
"Ya udah, kan, besok gue bisa jemput lo. Kalau sekarang gue ngga bawa keperluan buat besok."
Dhisa mengangguk setuju. "Nah, gitu, kek."
"Mas Raden beneran kasih izin, kan?" tanya Noura.
"Iya, aman. Besok Sabtu dia juga ada urusan. Ya, daripada gue sendirian di rumah mending ikut lo aja," jawab Dhisa.
"Ya udah, aman kalau gitu. Biar lo ngga prengat-prengut juga di rumah," kata Noura.
"Sialan lo."
Noura terkekeh. "Kasihan udah seminggu ditinggal suami yang lagi sibuk."
"Udah, ah. Gue mau ke kamar mandi dulu," pamit Dhisa.
***
Sabtu pagi, setelah Dhisa mengantar Raden sampai depan pintu rumah untuk berpamitan, tak lama Noura datang. Sesuai rencana, mereka akan pergi ke lokasi pemotretan. Pikir Dhisa, sih, untuk menyegarkan pikiran saja.
Dhisa duduk di kursi depan, lalu menutup pintu mobil Noura. "Lama banget, ya, kita ngga gini-gini."
"Terakhir udah dua bulan lalu, sih. Berasa dikit lah kangennya." Noura fokus melajukan mobil yang dikendarainya.
"Eh, nanti gue pulangnya ke rumah mama papa, ya, Ra," ucap Dhisa.
"Iya, Ndoro."
Dhisa terkekeh pelan. "Terus ini kita mau ke daerah mana?"
"Kotagede, Sa. Paling agak sore selesainya. Ya, itu juga kalo ngga molor, sih," jawab Noura.
"Ya udah, gue ngga masalah mau sampai jam berapa pun," kata Dhisa.
"Gue juga, sih. Oman lagi ada acara reuni sama teman-teman sekolahnya nanti malam. Jadi, gue ngga malam mingguan kayak biasanya."
"Oh, mending lo pakai istirahat aja, deh, Ra. Malam Mingguan itu ngga wajib."
"Halah, kayak lo ngga malam Mingguan aja."
"Eh, bentar. Itu Oman reunian bareng teman apa, nih?" tanya Dhisa.
"Hmm, teman apa, ya? Teman SMA kalau ngga salah," jawab Noura.
"Kok, Raden ngga ada bilang apa-apa, ya, sama gue. Apa dia ngga datang, ya?" Dhisa bertanya-tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BINAR
FanfictionDhisa adalah seorang wanita single yang menyukai traveling. Ya, bisa dibilang travelingnya masih yang dekat-dekat aja, sih, di sekitar Pulau Jawa. Dhisa memiliki saudara sepupu yang akrab sejak kecil sampai saat ini, yaitu Noura. Noura ini memiliki...
