Terima Kasih

734 38 30
                                        

Hai, Bub! Apa kabar?

Perjalanan yang cukup panjang sampai akhirnya bisa mengakhiri cerita pertamaku ini. Cerita ini hadir berawal dari adanya dua sosok idola yang menjadi gara-gara. Lalu sempat muncul guncangan di pertengahan, tapi ternyata bukan apa-apa. Semua sudah berbahagia.

Suatu kepuasan batin karena bisa mewujudkan cerita yang tadinya hanya menjadi angan-angan. Meskipun berjalan perlahan-lahan, sangat berarti buatku ketika teman-teman pembaca tidak bosan menyempatkan diri untuk menyelami cerita ini, pun memberi tanggapan. Untuk itu, maaf untuk segala kekurangan dan terima kasih banyak untuk partisipasinya, ya, Teman-Teman.

Kesan dan pesan boleh disampaikan asal bukan hujatan 😹✌🏻

Ngomong-ngomong, setelah ini aku belum ada rencana untuk menulis cerita baru, tapi kalau rencana untuk buat extra part, ada. Hmm, soal itu, entah kapannya. Oh iya, mungkin sesekali juga ada posting potongan chat tentang mereka di akun X, seperti biasanya. Tapi lagi-lagi itu cuma rencana, ya. Semoga sesuai harapan.

Sekali lagi, aku mau berterima kasih sama kalian. Sehat selalu untuk kita semua, ya. Terima kasih. 🤍




Salam hangat,

Nanonano


BINARTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang