Stalker

1.3K 81 7
                                        

Oh Sehun x Kim Jongin / Mature / College AU / Halloween / Porn Without Plot / OS

Note: This's Boys love story. Man x Man. Cerita yang menampilkan hubungan sesama pria! Don't like, don't read! Just feel free to leave this story!

Warning: Rating M for Mature content!
Offensive Language. Hard Yaoi. Homo! Out of Carachter. Typo. Top Sehun! Always Bottom Jongin! Ghostface mask (scream), Stalker Oh Sehun. Sex with a mask on.
Rough sex. Mentions of murder.

Spesial Halloween 👻



Summary: Seseorang tak henti-hentinya menatap Jongin. Memang, mereka sedang di pesta Halloween dan ia mengenakan pakaian yang menggoda, tapi hal itu mulai membuatnya merinding.


.
.
.


.
.
.



Jongin pertama kali menyadari ia sedang diawasi kurang dari lima menit setelah tiba di pesta Halloween. Teman dari temannya menjadi tuan rumah, seorang pria yang belum pernah ia temui secara langsung bernama San, kalau ia tidak salah ingat. Ia berdandan sangat imut dan Jongin tahu itu.

Kostum kelinci playboy merah mudanya jelas menarik perhatian. Ia tahu ia berkaki jenjang dan berbokong tidak terlalu montok, tidak terlalu rata juga. Tapi ia bangga dengan bokongnya. Pinggang rampingnya semakin menonjol berkat korset yang ia kenakan di atas bodysuit-nya.

Jongin hanya tidak suka ada sepasang mata yang menatapnya. Yang memperburuk keadaan adalah ia tidak bisa melihat mata tersebut. Ia sedang ditatap oleh seorang pria bertopeng wajah hantu dari seberang ruang tamu yang ramai. Tidak akan jadi masalah kalau pemuda itu bisa datang menghampirinya dan memulai percakapan. Mengajaknya mengobrol atau semacamnya. Bukan hanya berdiri di sana. Cara pemuda itu bediri membuat Jongin agak sedikit membuatnya merinding karena pemuda itu tidak bergerak atau berbicara dengan orang lain.

Jongin berpikir orang ini pada akhirnya akan berhenti memperhatikannya, tapi sudah satu jam, mungkin bahkan hampir dua jam orang itu masih berdiri disana, memperhatikannya.
Jongin bahkan sudah minum beberapa gelas, berharap efeknya akan membuatnya lupa tentang penguntit itu. Awalnya dia tidak ingin menganggap orang itu sebagai penguntit, karena, halo.. mereka sekarang sedang berada di pesta kampus. Semua orang hampir tidak berpakaian dan kamar-kamar di lantai atas mungkin penuh dengan orang-orang yang sedang berkencan.

Tapi tidak, si brengsek ini masih menatap Jongin dengan mata bertopengnya. Ketika Jongin pertama kali pergi mengambil minuman, meninggalkan ruang tamu untuk menuju dapur, di sanalah dia, menatapnya dari ujung lorong tempat kamar mandi berada. Itu sangat mengejutkan Jongin sampai dia hampir menjatuhkan gelasnya saat ia menuangkan jus apel ke dalamnya.

Pria berwajah hantu itu tidak bergerak, hanya berdiri di sana, cukup jauh. Hingga membuat Jongin berpikir, mungkin itu hanya kebetulan. Tapi Jongin tahu itu bukan kebetulan. Karena orang itu keluar dari dapur yang kosong dan kembali ke kerumunan orang untuk menjauh. Jongin menyibukkan diri dengan mengobrol dengan beberapa temannya, mencoba melupakan pria aneh itu. Berhasil, tapi untuk sementara.

Ia hampir melupakan pria bertopeng itu sejenak, yang sedang berdansa dan tertawa bersama teman-temannya. Ia menolak setiap pria yang mengajaknya berdansa, dan untuk sementara ia tak lagi merasakan panasnya tatapan intens itu.

Jam kedua berlalu, dan Jongin baru tahu pria itu kembali menatapnya. Bulu kuduknya berdiri, dan ketika ia menoleh, benar saja, di sanalah ia. Menempel di dinding di seberang ruangan, dekat jendela. Ugh. Apa-apaan ini?

Jongin hampir menceritakan hal ini, jika dia sepertinya sedang dikuntit kepada teman-temannya, tapi mengingat terakhir kali dia melakukan hal ini, teman-temannya mengejeknya.
Karena Jongin mengira ia cukup menarik untuk dikuntit. Well, itu salah satu alasan yang tepat kenapa ia dikuntit bukan?

SeKai's Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang