Unexpected Gift

1.4K 114 14
                                        


Sehun x Jongin

Oh Sehun - Kim Jongin / Romance / Mature / Alternative Universe / Yaoi / Oneshoot /

Note: This's Boys love story. Man x Man. Cerita yang menampilkan hubungan sesama pria! Don't like, don't read! Just feel free to leave this story!

Warning: Rating M for Mature Content.
Offensive Language. Hard Yaoi. Homo! Out of Carachter. Typo. Top! Sehun. Always Bottom Jongin! Misunderstanding. Agent! Oh Sehun! CEO! Kim Jongin. Naughty Jongin!

Special for Jongin's birthday.

Summary: Jongin mungkin harus berterimakasih saat mendapatkan 'unexpected gift' di hari ulangtahunnya.

.
.
.

.
.
.


"Kau yakin tidak mau mengadakan pesta di hari ulangtahunmu?"

Jongin berdecak saat untuk keempat kalinya Momo menanyakan hal yang sama. Dia bahkan sampai bosan menjawabnya.

"Untuk keempat kalinya ku jawab, tidak."

"Ayolah.." Momo, wanita berbody semok itu bersikeras mencoba membujuk sahabatnya.

"Lagian kenapa sih, kau ingin sekali aku mengadakan pesta?" Jongin berseru. Bibirnya tanpa sadar mengerucut lucu.

"Barangkali aku menemukan jodoh di pestamu, hihi.." Momo terkekeh geli.

Jongin memutar bola matanya jengah. "Aku selalu mengadakan pesta ulangtahun, dan setiap tahunnya kau mengatakan hal yang sama. Lalu hasilnya? Kau bahkan sekarang masih jomblo." Jongin mencibir membuat wanita dua puluh sembilan tahun itu berdecak kesal.

"Itu karena aku belum menemukan kriteria pria idamanku tahu!"

"Terserah." Jongin mengendikan bahunya, "Pokoknya tahun ini aku tidak akan mengadakan pesta apapun."

"Okay," dia tahu Jongin keras kepala. Membujuk sang tan sampai mulutnya berbusa pun hasilnya nihil. Momo nampak berpikir sejenak, "Then, jika tidak ada pesta, kau mau kado apa dariku?"

"Terserah."

Momo berdecak kesal saat jawaban Jongin lagi-lagi terserah. Si tan jika di lihat-lihat seperti wanita saja. Setiap ditanya jawabnya terserah. "Tiket liburan?"

"Tidak mau." Jongin menggeleng, "Bosan."

"Hah..." Momo kembali berpikir, "Jam tangan? Sepatu? Parfume? Atau apalah, tinggal sebut saja yang kau mau."

Lagi, Jongin menggeleng kecil. "Wardrobe-ku sudah penuh dengan semua itu." Dia menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya sembari memainkan bolpoin ditangannya.

Memang ya, mau memberi kado ke orang kaya itu susah.

"Lalu kau mau apa?!"

"Ish!" Jongin berdecak, dia menatap sahabatnya yang cantik bertubuh seksi tapi masih single itu dengan pandangan kesal. "Kenapa sih kau ngotot sekali mau memberiku kado?!"

"Aku hanya tidak enak saja sih. Tahun lalu kau memberiku tas mewah. Aku juga ingin memberimu sesuatu yang setimpal itu saja."

Jongin menghela nafas panjang. "Kita bersahabat sudah berapa lama? Hal seperti ini saja kau masih merasa tak enak."

Momo tersenyum tipis. Dia yang sedari tadi duduk di sofa kini beranjak bangun. Berjalan kearah sang tan dengan gerakan anggun. "Bagaimana jika kuberi voucher menginap di hotel bintang lima?" Mendengar itu Jongin menaikan alisnya, "Ditambah dengan layanan plus-plus." Bibir berlipstik merah menyunggingkan senyuman.
Melihat Jongin yang menatapnya tertarik, ia kembali melanjutkan perkataannya. "Aku punya kenalan. Dia sangat tampan. Badannya bagus, tinggi, tegap dan 'besar'. Cocok sekali dengan tipemu." Momo menggerakkan aslinya naik-turun. "Aku yakin dia akan memberimu service yang memuaskan. Bagaimana?"


SeKai's Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang