Sehun x Jongin / Drabble / Fluffy - Romance / Yaoi /
.
.
.
Sehun menatap pantulan dirinya di cermin full body sembari memakai mantelnya. Baju yang ia kenakan cukup tebal karena cuaca di luar begitu dingin. Apalagi sekarang ia harus berangkat ke bandara pagi-pagi sekali.
Ia merapikan mantelnya, lalu berbalik kebelakang, menatap buntalan selimut tebal di atas ranjang. Buntalan mirip kepompong itu tak bergerak, namun ia bisa melihat telapak kaki yang mencuat disana.
Gemas, Sehun menyentuh telapak kaki itu dengan jari-jarinya. Hanya sentuhan kecil tapi mampu membuat telapak kaki itu bergerak-gerak kecil, mungkin si empunya merasa kegelian dengan sentuhannya.
Ia menyentuhnya beberapa kali, tapi seseorang yang berada di balik buntalan selimut itu tak kunjung bangun. Justru si empunya telapak kaki mencoba menarik kedua kakinya agak masuk kedalam buntalan selimut. Namun Sehun mencegahnya dengan menggenggamnya.
Usil, Sehun kemudian mendekatkan wajahnya pada kedua telapak kaki yang ia genggam lalu mengecupnya berulang-ulang. Membuat si empunya menggeliat kecil di balik buntalan selimut tebal itu.
"Engg~"
Erangan yang terlihat seperti merengek kesal itu terdengar. Sehun mendengus geli, ia lanjutkan aksi kecup-kecupnya.
"Don't.. geli~"
Nada manja sedikit serak khas orang baru bangun tidur terdengar. Buntalan selimut tebal mirip kepompong itu tersibak. Kim Jongin dengan muka bantalnya, ditambah dengan kernyitan di dahinya menatap kearah Sehun yang masih sibuk mengecupi telapak kakinya.
"Geli, Sehun.."
"Ah, akhirnya kau bangun juga." Sehun berucap. Ia menyeringai saat wajah Jongin terlihat kesal karena ia mengusik tidur nyenyak sang tan.
Melihat Sehun yang sudah berpakaian rapi, membuat Jongin mengernyit. Ia menatap jam digital di nakas samping tempat tidur. Ternyata sudah pagi.. dia tidur seperti orang mati saja. Mungkin karena ia kelelahan setelah kembali dari Jeju kemarin.
Ngomong-ngomong tentang lelah, apa Sehun tidak lelah? Baru kembali dari Jeju dan sekarang harus pergi lagi ke luar negeri karena ada jadwal tampil.
"Kau sudah mau pergi?" Jongin bertanya, ia membiarkan Sehun mengecupi telapak kakinya walaupun geli. Jika begini dia jadi ingat momen dimana dirinya dan Sehun pernah mengecup kaki baby Yijin saat syuting tempo lalu.
"Ya," Sehun menghentikan kecupannya. Ia menatap sang tan. Rambut kecoklatan itu begitu berantakan, mencuat lucu ke sembarang arah. "Makanya, kau- ku bangunkan." Ia kembali mengecupi telapak kaki itu hingga wajah si empunya tanpa sadar memerah.
"Hentikan! Geli, Sehun.."
Sehun terkekeh saat Jongin menarik kedua kakinya hingga tenggelam kedalam selimut tebal. Lalu Sehun beranjak, berpindah posisi, duduk sejajar dengan Jongin yang sekarang menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
"Aku harus pergi. Manager hyung sudah menunggu dibawah."
"Kau tidak sarapan?"
"Aku akan sarapan di pesawat. Sekarang terlalu awal untuk sarapan."
"Okay," Jongin menatap wajah tampan itu. Lalu kedua tangannya terbentang, "Peluk dulu.."
Oh, gemasnyaaa..
Sehun menggeram dalam hati.
Tanpa Jongin meminta dua kali, Sehun memeluk sang tan. Ia terkekeh geli saat Jongin tak mau melepaskan pelukannya.
"Belum lima menit."
"Memelukku harus selama itu?" Sehun berucap, ia tenggelamkan wajahnya di perpotongan leher sang tan.
"Lima menit itu sebentar." Jongin berucap kecil. Dia menyenderkan pipinya di bahu lebar sang terkasih. "Di pesawat tidur saja jika kau masih lelah."
"Okay,"
"Kau berangkat sama Chanyeol hyung?"
"Kita nanti bertemu di bandara."
Jongin mengangguk mengerti. Sudah lima menit. Rela tidak rela, ia lepaskan pelukannya.
"Kau tau, akhir-akhir ini kau lebih manja daripada biasanya." Sehun berucap sembari menatap mata bulat sayu dihadapannya.
"Benarkah?"
Sehun mengangguk singkat. Dia tangkup kedia pipi tan itu, lalu ia kecup bibir penuh kemerahan sang tan. "Saat pulang nanti, kau bisa memelukku selama yang kau mau." Ia berucap setelah melepaskan kecupannya.
Jongin mencibir, tapi pipi itu memerah tanpa ia sadari. "Sana pergi.."
Terkekeh kecil, Sehun kecup bibir itu sekali lagi sebelum beranjak. "Mau oleh-oleh?"
Jongin menggeleng dengan cepat. "Aku mau itu- saat kau kembali." Jongin berucap sembari menunjuk ke satu arah.
Sehun yang awalnya tersenyum tipis jadi terdiam kaku saat ia melihat kemana arah telunjuk Jongin menunjuk. Yap, ke arah selangkangannya.
"Kim Kai-"
Drtttt...
Drttt...
Ponselnya bergetar.
"Ya, Hyung, aku segera turun." Ia matikan sambungan telepon dari managernya. "Sial!" Ia mengumpat, lalu menatap kearah sang tan hanya untuk melihat Jongin sedang menyeringai kearahnya. "Tunggu sampai aku pulang, kau akan kulahap habis." Setelah mengucapkan itu, Sehun memakai topi dan maskernya lalu keluar dari kamar dengan langkah lebar. Sialnya ia tak punya banyak waktu tersisa untuk membuat Jongin berada di bawahnya. Jika ia masih punya waktu, mungkin sang tan pagi ini tak akan selamat darinya.
"Isshh.. sial! Aku reflek berucap begitu gara-gara dia hari ini tampan sekali!" Jongin berdecak kesal. Dengan wajah memerah ia lalu kembali menggulung dirinya kedalam selimut tebal. "Apa yang kau pikirkan Kim Jongin!!" Sekarang dia menyesal. Harusnya dia tak bicara seperti itu tadi.
.
.
.
End.
.
.
.
Note: 700 words
Pendek, iya. Sebagai pemanasan dan cek ombak lmao
See you next story 😊 👊
KAMU SEDANG MEMBACA
SeKai's Love Story
RomanceHanya kumpulan kisah-kisah cinta antara Oh Sehun dan Kim Jongin, dari berbagai Genre dan Rating. Dari Drabble sampai OneShot. Oh Sehun X Kim Jongin - Main Pairing. Boys Love story, Yaoi, Boy X Boy, Man X Man, etc etc.
