For You, Always

1.3K 110 35
                                        

Sehun x Jongin

Semi Canon from KAION concert's moment..

.
.
.

"Apa yang harus kupakai agar terlihat tampan?" Sehun bergumam pada dirinya sendiri sembari berdiri di depan lemari pakaian miliknya yang super besar. Banyak pakaian tergantung disana dari berbagai brand terkenal, tapi ia bingung mau pakai yang mana. Bukan masalah merek-nya, tapi nyaman atau tidaknya saat dipakai di konser yang akan ia datangi nanti. Dan yang terpenting adalah dia harus tampil tampan- walaupun biasanya dia selalu tampan- di hadapan kekasihnya nanti.

"Dia sudah bekerja keras semenjak kembali dari wamilnya tanpa istirahat. Sekalipun aku menyuruhnya untuk istirahat sejenak, dia bahkan tak mau mendengarkanku.
Si keras kepala itu.." Sehun tersenyum kecil mengingat bagaimana kekasihnya itu begitu memforsir tenaga dan juga waktu tanpa lelah. Bahkan di hari ulang tahunnya pun, sang terkasih sibuk dengan jadwal panggungnya. Tak apa, dibalik semua itu, dia dapat kado 'terindah' di setiap tahunnya yang di berikan oleh kekasihnya.

"Ck," dia berdecak, masih menatap isi lemari dengan handuk yang terlilit di pinggangnya. Masih belum menemukan pakaian yang cocok untuk ia kenakan. Padahal konser yang akan ia datangi sebentar lagi akan dimulai. "Pakai kaos saja dan- oh!" Mata sipitnya menangkap jaket merah dengan motif garis putih di kanan-kiri bahu yang tergantung diantara jaket-jaket miliknya yang lain.

Sehun mengambil jaket itu lalu tersenyum. Dia ingat kapan dan dengan siapa ia membeli jaket itu. Di Jepang saat fanmeet Exo, dia pergi shopping dengan kekasihnya, Kim Jongin.

"Pakai ini saja." Ia tersenyum kecil lalu tanpa menunggu lagi, dirinya mulai bersiap pergi.


.
.
.



"Apa dia tahu kau akan datang?" Sang manager bertanya, menoleh sekilas kebelakang dimana Sehun duduk di jok belakang mobil.

"Tidak, sepetinya dia mengira aku akan datang di hari kedua." Sehun menjawab.

"Kenapa tidak datang di hari kedua saja? Besok' kan Minggu."

"Bukankah datang di hari pertama konser lebih istimewa?"

"Oh," sang manager mendengus geli. Setelahnya tak ada lagi percakapan diantara mereka karena Sehun sibuk dengan ponselnya.


.
.
.


Konser berjalan dengan baik, sangat-sangat baik. Ini lebih baik daripada perkiraan Jongin sebelumnya. Dia berdiri di panggung, seorang diri. Persis seperti yang ia impikan dulu semenjak ia masih berada di masa-masa pelatihan sebelum debut. Dan sekarang selain ia menjadi anggota grup, dia sekarang seorang soloist. Panggung besar ini miliknya sendiri.

Dia bernyanyi, menari dengan keringat bercucuran. Dia tersenyum menyapa penggemarnya. Tertawa dan sedikit malu saat para penggemarnya mengatakan padanya jika di gigi bagian depannya terdapat noda lipstik yang ia kenakan. Untuk menutupi rasa malunya dan ia memang harus selalu bersikap keren, Jongin mengambil sikap dengan candaan jika itu adalah salah satu pesonanya. Padahal dia malu luar biasa.

Lagu demi lagu ia nyanyikan. Hingga ia berganti kostum mengenakan celana kulit hitam dan juga jaket hitam. Tentu saja tanpa menutup resleting jaket itu hingga bagian dada serta perut rata ber-abs-nya terlihat, terpampang sempurna dihadapan para mata penggemarnya. Tipikal Kim Jongin sekali' kan? Selalu berpenampilan seksi membuat para wanita-wanita menjerit tergoda.

Hingga saat break sejenak salah satu staff mengatakan padanya jika Oh Sehun datang ke konsernya. Jongin tentu saja terkejut mendengarnya. Dia pikir kekasihnya itu akan datang di hari kedua, tapi ternyata Sehun datang di hari pertama konsernya.

SeKai's Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang