Animals

2.8K 114 30
                                        

Oh Sehun - Kim Jongin

Sehun x Jongin / Romance / Drama / ABO Vers / Alternatif Universe / Mature / Yaoi / OS /

Note: This's Boys love story. Man x Man. Cerita yang menampilkan hubungan sesama pria! Don't like, don't read! Just feel free to leave this story!

Warning: Rating M for save.
Offensive Language. Hard Yaoi. Homo! Out of Carachter. Typo. Top - Alpha! Sehun. Always Bottom Jongin! Omega Vers! Marking! Knotting! Possible Mpreg!

Summary: Maybe you think that you can hide.
I can smell your scent for miles
Just like animals..." - it's called insting.

.
.
.

.
.
.

Ujung jarum runcing menekan permukaan kulit, lalu melesak masuk bersamaan dengan cairan yang ada di dalamnya. Alisnya mengernyit merasakan rasa sakit. Walau tiap hari melakukannya, tapi rasa sakitnya tetap terasa. Karena ia bukan seseorang yang mati rasa.

Ia menaruh jarum suntik di atas meja nakas dekat sofa dimana ia mendudukkan dirinya. Menatap pergelangan lengannya yang di penuhi titik-titik merah karena jarum suntik. Ada beberapa bekas suntikan yang mulai memudar, biru samar. Itu mungkin suntikan dua atau tiga hari yang lalu.

Punggungnya bersandar nyaman di sofa sembari memejamkan mata sejenak. Nafasnya teratur, hingga ia nyaris masuk kealam mimpi jika saja pintu kamarnya tak di ketuk dari luar.

Tok!

Tok!

Dua ketukan di pintu, diiringi dengan suara seseorang yang familiar.

"Jongin?"

Jongin tak membuka matanya, namun ia tahu orang itu butuh persetujuannya untuk masuk.

"Masuklah."

Langkah kaki terdengar mendekat, berhenti tepat di hadapan sang tan yang masih memejamkan matanya.

Park Chanyeol menatap lengan Jongin. Lalu bola matanya bergulir ke atas nakas dimana ia melihat jarum suntik dan beberapa jenis obat tergeletak di sana.

"Sudah selesai?"

"Hmm," Jongin hanya menggumam sebagai jawabannya. Matanya masih terpejam.

Chanyeol sedikit berjongkok, menyesuaikan posisi Jongin yang duduk di sofa. Ia membenahi lengan kemeja Jongin yang tadinya di gulung hingga batas siku hingga kembali rapi. Setelahnya ia kembali berdiri. Meraih jas yang tergeletak di atas ranjang sembari berucap, "Kita harus pergi sekarang. Acaranya setengah jam lagi dimulai."

Mendengar itu, Jongin segera membuka matanya. Mata bulat dengan iris kecoklatan itu berkedip menatap sang tangan kanan. Lalu ia beranjak bangun dari duduknya. Menatap pantulan dirinya di cermin full body saat Chanyeol membantunya memakaikan jas miliknya dari belakang.

"Aku sedikit gugup, hyung." Jongin berucap, masih menatap pantulan dirinya di cermin.

"Jangan khawatir, aku akan selalu ada di sampingmu." Chanyeol tersenyum tipis, menatap lekat pantulan diri Jongin di cermin. "Ini hari spesial untukmu, jadi kau harus tampil sempurna."

Jongin balas menatap Chanyeol dalam diam. Hari ini memang hari spesial untuknya. Pasalnya untuk pertama kalinya ia akan tampil di depan publik sebagai pewaris utama Kims Corp. Dia yang biasanya berada di balik layar, kini menampakkan wajahnya. Biasanya ia selalu menyuruh Chanyeol untuk menghadiri rapat atau acara-acara penting perusahaan, kini ia mulai menunjukkan dirinya.

Tak mudah bagi Jongin. Tapi mau tak mau, harus ia lakukan. Dia tidak bisa terus 'sembunyi' di balik punggung Chanyeol. Kakeknya sendiri yang memintanya untuk melakukan ini. Kakeknya ingin Jongin dikenal sebagai pewaris utama Kims Corp.
Tentu saja Jongin tak bisa menolak jika itu keinginan kakeknya.

SeKai's Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang