#79

256 31 5
                                        

Meninggalkan rumah keluarga choi, hyeri dalam pulangnya tersedu-sedu. Mengendarai mobil tak karuan, menyalip lawan dan menghiraukan makian dari para pengguna jalan lainnya. Sampai saat gadis berambut sebahu itu tak tahan, ia kemudian menepikan mobil dan menumpahkan seluruh kesedihannya dijalanan yang ramai.

Dalam rintihannya dia menunduk sakit. isak berhasil lagi sesakkan dadanya yang sebak.

"aku tak mengira bahwa permintaan ini sungguh berat untukku"






Gadis blonde itu kini bersimpuh diatas ranjangnya yang hangat dengan mata sembab, nafas tak teratur, dan dada yang sesak. Jari jemari tangannya saling bergulat dan resah sendiri. Sebuah kotak berpita dihadapannya menciptakan suasana yang cukup membuncah.

Waktu gadis blonde itu habis menatap kado pemberian dari sang adik. meski sudah menyentuh puncak niatnya untuk membuka, disatu sisi dia tidak siap untuk menguras tenaga menuruti emosinya. Itu sangat melelahkan untuknya.




Pada akhirnya rosie menyerah. Hyeri datang untuk memenuhi permintaan lisa dan dia harus meluruskan niat dari sahabatnya itu. juga lisa pasti sangat ingin buah tangannya sampai. Tidakkah ini bisa sedikit mengurangi rindunya pada sang adik?

Kotak berpita itu tidak berpindah, rosie tidak memilih menggapainya dan justru membawa diri mendekat. mengambang tangannya menggantung, masih ragu setelah berkali-kali berpikir. Matanya bergetar tak siap, tapi jika tidak dilakukan sekarang rasanya tetapkan sama. Lisa tetap akan menjadi bahagia sekaligus luka untuknya. Mau dua sampai tujuh tahun lagi, hal tentang sang adik terus hidup dengan perasaan yang sama dalam hatinya.

Perlahan jari-jemari lemahnya menyentuh buah tangan buatan lisa itu, timbul sekilas sakit dalam dadanya. Memejamkan matanya yakin, rosie mencoba menguatkan dirinya sendiri walaupun pandangan telah kabur dipenjara oleh bendungan air kesedihan.

Ditarik lepas sebuah pita yang mengikat, matanya tertuju satu pada apa yang telah lisa hadiahkan untuk ulang tahunnya yang sepi kosong tanpa kehadiran gadis berponi itu. terangkat penutupnya, terlihatlah intinya. terdapat sebuah kamera dengan beberapa roll film, dan sebaris amplop surat yang sedikit berantakan disana.

Tangannya memutuskan untuk membawa kamera analog itu keluar dari tempatnya. Benda dengan perpaduan warna hitam dan silver itu rosie angkat. Dilihatnya teliti, ada sedikit goresan disana. Bingung gadis itu menarik kesimpulan. Apakah lisa menghadiahkannya sebuah kamera bekas?

Lalu diletaknya kamera itu dipangkuannya, melanjutkan kegiatannya dengan mengeluarkan semua tabung-tabung roll film yang tampaknya juga tidak baru. Memiringkan kepalanya bingung, gadis blonde itu kemudian beralih dengan sebuah surat.

"untuk kakak kesayanganku" tertera disana. Tertulis dengan tidak begitu bagus, tapi memang seperti itulah tulisan adiknya terakhir rosie ingat. Sedikitnya memiliki kemajuan karna semakin kesini sepertinya tulisan lisa sedikit rapi. Hal detail yang rosie tidak bisa sadari karna kekurangannya. Mengingat itu matanya terpejam dalam, hatinya sebak sekilas membuat air matanya jatuh ke pipi chubby putri sulung jung hyuk itu. Tangannya naik menutup mata tak kuat, namun karena keinginan lisa apa boleh buat?

Meraih surat itu, rosie menyiapkan diri. Jari-jemari indahnya bergerak pelan, dibukanya dengan hati-hati.






Altschmerz Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang