Disini sekarang keluarga inti dari raja Jung dan keluarga inti Nakamoto berada. Di ruangan khusus anggota istana. Yuta menatap datar pada raja Joseon itu.
"Pangeran jaemin sudah sadar. Ini saatnya saya yang akan memberikan pelajaran sedikit pada putera kalian karena sudah lancang menikahi putera saya tanpa restu dan sepengetahuan kami."
"Kami mengerti kaisar Nakamoto, tapi tolong biarkan dulu pangeran jaemin dan puteri renjun untuk sementara waktu, apalagi puteri renjun sedang mengandung dan masih membutuhkan pangeran jaemin. Kita tak bisa egois demi calon cucu kita." ucap taeyong.
"Ya. Saya mengerti." datar yuta. Dan ditengah itu semua jaehyun tertawa pelan membuat semuanya melihat kearahnya.
"Maafkan saya."
"Apa ada yang lucu, yang mulia raja Jung?" datar yuto.
"Tidak yuto, hanya saja aku jadi teringat masa lalu."
"Apa maksud anda?"
"Hal yang terjadi ini, juga pernah terjadi dengan kakakmu. Hal yang persis sama, seperti melihat masa lalu." ucap jaehyun terkekeh sedangkan yang lainnya hanya diam karena tak berhak berkomentar apapun.
"Sudahlah ayah, tak perlu membahas masa lalu lagi, ini saatnya kita membahas hukuman untuk bajingan itu." ucap mark.
"Kak mark benar, aku sudah tidak tahan ingin membunuhnya" datar jeno dan haechan hanya bisa mengelus tangan suaminya agar sang suami tenang.
"Biarkan pangeran jaemin yang menentukan hukumannya. Dia yang pantas menghukum bajingan itu." ucap jaehyun. Lalu dia pun melihat semuanya secara bergantian dan melihat salah satu dari anak yuta yang hanya diam. Bahkan terlihat murung.
"Dan satu lagi, aturan yang melarang pernikahan dengan satu keluarga yang sama telah di hapuskan sepenuhnya. Sekarang aturan itu tak berlaku, jadi kaisar Nakamoto, kita bisa membahas soal perjodohan pangeran sungchan dan pangeran shotaro." ucap jaehyun membuat shotaro kaget bukan main tapi dia jelas senang sedangkan sungchan hanya diam tanpa ekspresi, ntah kenapa dia merasa tak senang, apalagi tujuan utamanya hanya ingin merasakan tubuh pangeran itu, dan sekarang dia sudah tak memiliki minat pada tubuh yang sudah dia ketahui itu. Walaupun sudah beberapa kali mereka melakukan hubungan badan yang tidak seharusnya sebelum menikah.
"Baik, kita harus membicarakannya sekarang." ucap yuta datar.
"Apa ini waktu yang tepat ayah? Kaisar Nakamoto?" ucap sion melihat jaehyun dan yuta secara bergantian.
"Ini waktu yang tepat pangeran sion. Karena pangeran jaemin sudah kembali pada kita, maka kita harus bahagia dan menuntaskan segalanya." ucap jaehyun dan sion hanya bisa menghela nafas panjang dengan yushi yang mengelus tangan suaminya. Agar sang suami tenang.
At. Kamar renjun.
Jaemin masih setia berada disisi istrinya dan menggenggam tangannya hingga jaemin melihat sepasang mata itu akhirnya terbuka secara perlahan.
"Sayang? Ada yang sakit?" ucap jaemin cemas. Renjun yang baru saja sadar dan melihat suaminya berada di dekatnya membuatnya meneteskan air matanya dan memegang wajah suaminya itu.
"Kak nana hikss.... Apa ini mimpi hiksss... Aku tidak mau bangun, kak nana" jaemin lantas memeluk renjun erat dan menahan tubuhnya agar tak menghimpit tubuh mungil yang sedang mengandung anaknya itu.
"Maaf sayang, maafkan kakak. Kakak tidak akan pernah meninggalkanmu dan calon anak kita lagi sayang, kakak janji hiksss... Maafkan kakak." renjun yang merasakan pelukan itu lantas membalas tak kalah erat dan mulai meraung.
"Hiksss.... Jangan tinggalkan aku kak hikss... Aku takut hikss...." jaemin hanya diam sembari mengecupi kepala istrinya agar sang istri tenang. Dia berjanji tak akan membuat istrinya menangis seperti ini lagi. Tidak akan pernah.
Seminggu telah berlalu, jaemin juga sudah tak menggunakan kursi roda lagi. Jaemin terlihat sedang berada di salah satu ruangan yang ada di istana itu, hanya dia sendiri karena mertuanya meminta bertemu setelah anaknya tertidur. Karena sang anak yang benar-benar tak mau berpisah dengan jaemin membuat yuta kesulitan berbicara pada pangeran itu.
"Kaisar." ucap jaemin saat masuk dan yuta hanya berdehem.
"Seharusnya kau tahu, kenapa saya memanggilmu kemari bukan pangeran Jung Jaemin?"
"Ya. Saya tahu kaisar. Maafkan saya karena sudah lancang menikahi putera mu tanpa meminta restu darimu dan istrimu. Tapi, saya mencintainya dengan sangat tulus, dan saya tak bisa kehilangannya. Tolong restui kami." ucap jaemin. Yuta lantas berbalik dan menatap pangeran joseon itu.
"Kau meminta restu pada saya? Tapi kau masih memanggil saya kaisar? Apa ini masuk akal?" ucap yuta datar dan jaemin yang tadinya menunduk lantas mengangkat kepalanya melihat yuta bingung.
Ceklek.
Pintu ruangan terbuka dan jaemin membungkuk pada winwin yang masuk kedalam ruangan itu.
"Santai saja pangeran jaemin. Kami sudah merestui mu. Jadi mulai sekarang panggil aku mama dan suamiku otusan, karena kau adalah menantu pertama kami. Kami berdua juga titip renjun ya pangeran."
"Makasih. Makasih kai-otusan, mama. Saya berjanji untuk itu." ucap jaemin. Dan yuta hanya bisa mengangguk juga memegang janji dari menantunya itu.
😘😘😘
Chira semuanya:)
Yang ingin membeli pdf "Terpaksa Menikahi Tuan Muda", " Never Goodbye", dan "Jodoh Dari Kakek" masih bisa ya chira:) lansung hubungi ara di 089627643612 ya:)
Untuk 3 orang tercepat dan membeli 3 pdf sekaligus cukup bayar 100k aja ya:)
Untuk pembelian satuan masih di harga tetap 50k
Dan untuk pembelian 2 cukup bayar 75k ya:)
Untuk pembelian 3 pdf setelah melebihi 3 orang tercepat, akan kembali ke harga satuan di kalikan 3 ya chira:)
KAMU SEDANG MEMBACA
"Prince J" (jaemren)
FanfictionNakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
