J106

444 77 1
                                        

Taeyong keluar bersama dengan tabib yang langsung membungkuk dan semua yang menunggu di luar menatap taeyong dengan tatapan cemas mereka.

"Apa puteri mahkota dan tabib kim belum keluar?" ucap taeyong.

"Mereka masih menangani pangeran jaemin, apa ada hal buruk yang terjadi pada renjun, ibu?" ucap mark menatap taeyong.

"Istriku ada apa?" ucap jaehyun mendekat dan memeluk pinggang sang istri agar tak jatuh sama sekali.

"Aku tidak tahu harus mengatakannya bagaimana jae. Tapi, renjun saat ini sedang mengandung anak jaemin. Kita akan punya cucu sebentar lagi jae. Dan jaemin, dia harus bertahan untuk calon anak dan istrinya." ucap taeyong mulai menangis dan jaehyun yang kaget langsung memeluk istrinya agar tenang sedangkan semuanya kaget mendengar kabar gembira ditengah keadaan kacau seperti saat ini.

"Kak jaemin pasti akan bertahan ibu. Kau harus percaya padanya." ucap sion walaupun dalam hati dia takut hal buruk yang ada di kepalanya benar-benar terjadi saat ini.

"Jaemin memang harus bertahan. Istri dan calon anaknya sangat membutuhkannya" ucap jeno datar dan haechan yang ada di sebelahnya langsung memegang lengan suaminya agar tetap tenang.

Di dalam kamar renjun.

Winwin masih setia memegang tangan renjun yang belum sadarkan diri lalu diapun melihat suaminya yang terdiam disofa.

"Kak? Bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak bisa memisahkan renjun dan pangeran jaemin. Mereka sudah menikah di belakang kita semua, dan sekarang ada calon cucu kita di dalam perut renjun."

"Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan sama sekali. Aku juga bingung. Tapi, janji yang kita lakukan kalau raja dan ratu Jung yang menemukan renjun lebih dulu maka renjun akan menikah dengan pangeran jaemin. Tapi, mereka malah sudah menikah lebih dulu. Aku mau marah, juga tidak bisa sama sekali saat ini." ucap yuta.

"Bagaimana mungkin otusan dan mama melakukan perjanjian seperti itu? Sekarang bahkan renjun ge dan pangeran jaemin sudah menikah dan akan memiliki seorang anak. Kenapa ma? Otusan? Mama dan otusan tahu kan kalau aku menyukai pangeran sungchan? Aku ingin bersama dengannya, apa sekarang aku harus mengalah lagi dan lagi?" ucap shotaro menangis.

"Shotaro, ini bukan saatnya. Dibandingkan perasaan sepihakmu pada pangeran sungchan. Renjun saat ini memiliki posisi yang kuat. Dia bahkan mengandung anak pangeran jaemin. Saat tidak mungkin mereka berpisah, itu adalah aib kalau sampai terjadi." ucap dejun.

"Lalu? Apa aku tidak bisa bahagia ge? Kenapa aku harus mengalami hal ini? Sedangkan renjun ge bahagia." ucap shotaro melihat renjun yang belum sadar.

Plak.

Yuto menampar pipi keponakannya itu, membuat shotaro menatap tak percaya pada paman mereka itu.

"Ojisan?"

"Kau sudah keterlaluan shotaro. Disaat seperti ini, bukan saatnya kau memberontak. Diatas semua hal yang ingin kau lakukan, kondisi renjun saat ini sangat penting, paman tak menyangka kau akan seperti ini." ucap yuto dan shotaro yang mendengar semuanya lantas pergi keluar dari kamar renjun begitu saja.

Yuto menghembuskan nafas beratnya lalu melihat kakak dan kakak iparnya.

"Maafkan aku kak." ucap yuto.

"Tak masalah. Shotaro memang sedikit keterlaluan." ucap yuta datar sembari melihat anak keduanya yang belum sadar itu.

"Aku akan menyusul shotaro oniichan." ucap riku lalu diapun keluar dari kamar renjun.

Sementara itu di dalam kamar jaemin terlihat jungwoo dan doyoung yang berusaha menangani jaemin, hingga keduanya menghela nafas lega karena berhasil menyelamatkan nyawa jaemin walaupun mereka berdua tidak tahu pasti kapan jaemin akan membuka matanya saat ini.

Lantas keduanya keluar, dan mark langsung mendekat pada sang istri dengan tatapan cemas.

"Istriku? Bagaimana keadaan pangeran jaemin?"

"Maaf suamiku. Kami berhasil menyelamatkan pangeran jaemin tapi kami tidak tahu pasti kapan jaemin akan sadar." ucap jungwoo menunduk

"Tapi jaemin akan sadar kan yang mulia? Tabib kim?" ucap jeno melihat keduanya secara bergantian.

"Kita hanya bisa berdoa pangeran jeno. Karena semuanya tergantung takdir." ucap doyoung.

"Kak jaemin harus sadar tabib. Karena kak renjun butuh dia." ucap sion.

"Kami akan melakukan yang terbaik. Pangeran sion tenang saja." ucap jungwoo melihat adik iparnya itu.

"Jaemin harus kembali pada kita sayang. Renjun dan calon anak mereka membutuhkannya." ucap mark menatap jungwoo dan itu membuat jungwoo dan doyoung kaget karena berita itu.

"Renjun? Hamil?" kaget jungwoo.

"Iya sayang.' ucap mark dan jungwoo benar-benar tak tahu akan bereaksi seperti apa ditengah keadaan yang kacau ini. Kabar buruk dan gembira disaat yang sama? Kenapa tuhan harus seperti ini pada keluarga mereka.

















😘😘😘

Chira semuanya:)
Yang ingin membeli pdf "Terpaksa Menikahi Tuan Muda", " Never Goodbye", dan "Jodoh Dari Kakek" masih bisa ya chira:) lansung hubungi ara di 089627643612 ya:)
Untuk 3 orang tercepat dan membeli 3 pdf sekaligus cukup bayar 100k aja ya:)
Untuk pembelian satuan masih di harga tetap 50k
Dan untuk pembelian 2 cukup bayar 75k ya:)
Untuk pembelian 3 pdf setelah melebihi 3 orang tercepat, akan kembali ke harga satuan di kalikan 3 ya chira:)

Sekian info dari Ara:)

"Prince J" (jaemren)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang