Nakamoto Renjun adalah putera kedua kaisar Nakamoto Yuta dan Huang (Dong) Winwin yang melarikan diri karena tidak mau menikah dengan keluarga dari dinasti Ming, renjun melarikan diri dan menjadi perawat untuk ratu dari Joseon, dia berhasil terpilih...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jaemin membuka matanya dan menyadari dirinya yang tengah berbaring di rerumputan, dan saat dia melihat ke sekelilingnya, dia dapat melihat tempat yang indah, dimana bunga bermekaran dengan indah, air terjun dan banyak hal lainnya yang membuat dia rindu pada sosok sang istri. Apakah sekarang dia sudah tiada dan berada di surga? Lalu bagaimana dengan injunie nya, dia pasti sangat sedih saat ini.
Memikirkan hal itu, membuat jaemin menitikan air matanya seketika. Apalagi membayangkan renjun yang menangis meraung saat ini. Hatinya benar-benar teremat dengan sangat kuat.
"Iiiihhh papa sudah besal masih menangis. Cangat yidak good." jaemin yang mendengar suara anak kecil itu lantas melihat kearah bawah dan dapat dia lihat anak laki-laki yang menggemaskan juga terkesan cantik bahkan wajahnya mengingatkan jaemin pada istrinya. Membuatnya semakin merindukan sang istri dan ingin sekali memeluk istrinya.
"Tenapa papa melihatku sepelti itu? Memangnya aku hantu" kesal sih kecil itu. Jaemin terkekeh karena seperti melihat renjun kemasan sachet. Lalu diapun berjongkok di hadapan anak itu.
"Kau siapa? Kenapa ada disini? Apa ini di surga?"
"Di surga? Tidak papa. Dan ciapa aku? Mana aku tahu, aku kan belum lahil." kesalnya.
"Apa maksudmu? Kenapa sejak tadi memanggilku papa?" bingung jaemin.
"Tentu saja aku anak papa dan mama. Jadi papa halus kembali. Ayo cepat. Kacihan mama."
"Apa ini? Apa itu berarti renjun sedang mengandung buah cinta kami?" batinnya.
"Kenapa papa diam lagi! Ayo pelgi dan sambut anak tampanmu ini di dunia."
"Kau yakin tidak salah orang nak?"
"Tentu caja. Cekalang papa harus beljalan kealah sana, dan jangan pelnah lihat ke belakang. Papa paham?" ucap sih kecil itu menunjuk arah jalan yang sedikit bercahaya itu.
"Boleh papa memelukmu dulu?" ucap jaemin dan sih kecil itu langsung melompat masuk kedalam pelukan jaemin. Jaemin langsung menangkapnya dan memeluknya dan ntah kenapa pelukan ini sangat mengingatkannya pada renjun.. Kalau benar ini adalah anaknya dan renjun, maka dia akan sangat bahagia. Sangat.
Jaemin membuka matanya secara perlahan dan mulai membiasakan cahaya yang berlomba-lomba untuk masuk kedalam indra penglihatan nya ini.
Sion yang menjaga sang kakak saat ini, lantas mendekat karena sang kakak yang membuka matanya setelah 4 bulan menutup matanya.