Cerita ini merupakan cerita keluarga Dimitra Series bagian pertama
Tampan? Sudah pasti
Kaya? Bukan main
IQ? Di atas rata-rata
Dialah si Tampan nan Arogan yang pertama dari keluarga Dimitra. Putra sulung dari keluarga Dimitra yang kepintarannya di a...
Ada yg tahu siapaKeannuygdimaksuddalam part sebelumnya? Klo ada yg tahu komen ya...
Klo g tahu ya udh gpp. Dia hanyaselingandiceritaArdankok... karenabukantempatnya dia buatbanyaknongol...😂😂😂
Udhdeh aku mau tanya itu aja. Sama ada kabargembirayg mau aku bagi2buatkalian...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ini rank terbaiknyabpkArdan. Aku mau ucapinterimakasihbanyakatasdukungan kakak2 semua... kalianterbaiklah...
Lalu, tadi itu aku publish karenakmrn itu emgketikannyaudhselesai, eh pasudh publish baruliatkloygkesimpencumasetengahsementarasetengahnyalagihilang. Jadi, aku unpublishlagiterus aku ketikulang... ketikulangdalamArtianberbedadenganygkemarinudh aku ketiksampeselesai...😭 padahalkeknyaygkemarin aku ketik itu lebihgreget eh g ke save pula...😭😭😭😭 mudah2anyg ini g kalahgregetsamaygkmrn
Selamatmembaca, ............
Beberapaharikemudian,
Ardan duduk di atas kap mobilnya. Kaca mata hitamnya bertengger dengan manis membingkai wajah tegasnya. Kedua tangannya bersedekap di depan dadanya. Sesekali dia melirik arlojinya. Ardan mengabaikan tatapan tertarik dari beberapa orang. Tak lama berselang, Ardan melihat sebuah mobil bernomor "B 610 AKD" muncul di hadapannya.
Ardan mendengus kecil melihat mobil itu. Dia tahu siapa pemilik mobil itu. Benar saja, dia langsung mendengus kasar saat melihat pemilik mobil itu keluar dari mobilnya.
"Jemput?" Tanya sosok itu.
"Hn," Ardan menjawab singkat.
Mereka berdua dalam sekejap menjadi pusat perhatian. Garis wajah yang hampir serupa itu terbingkai dengan kaca mata yang berbeda warna. Stelan kantor mereka menambah kesan sempurna yang melekat pada pria bertinggi badan 189 dan 187 itu. Memang Ardan dan kedua adiknya mempunyai beda tinggi yang tipis. Mereka sering bermain basket dan olahraga lainnya hingga badan mereka begitu tinggi dengan otot-otot yang pas dengan bentuk badan mereka.