Bonus Part #3

4.1K 201 17
                                        

Suara jerit kesakitan membuat senyum Tony terkembang. Tony tidak sendiri, dia bersama dengan para sepupunya dan juga anak buahnya. Tony sedang beristirahat. Dia menenggak bir yang dia beli.

"Kak," Panggilan itu membuat Tony menoleh.

Alden ada disana. Adik sepupunya yang lumayan sering main ke rumahnya. Menyusul setelahmya Alvian, dan Albern. Albern adalah kakak sepupunya. Albern, Alvian, dan Alden adalah anak dari saudara kembar ayahnya yang bernama Arman. Sementara tiga lagi saudara sepupunya masih bersenang-senang dengan seseorang disana.

"Jadi, dia ayahnya Ansel?" Tanya Albern sambil meminum sekaleng cola.

Tony malas mendengar ucapan itu. Dia tidak pernah mau mengakui status pria yang sudah menjadi bahan penyiksaan mereka sejak tadi.

"Anthony?" Panggil Albern.

Tony mengangguk pada akhirnya.

"Kalau aku ingat-ingat, Lia saat itu memanfaatkanmu bukan?"

Tony menggeleng.

"Tidak," Ujarnya.

"Hm? Kalau dilihat dari sisi mana pun dia memanfaatkanmu, Tony. Dia menjebakmu dan membuatmu menjadi ayah dari Ansel,"

"Dan kakak pikir aku sebodoh itu membiarkan dia menjebakku?"

Ucapan Tony membuat semua orang terkejut. Termasuk Zack, Vincent, dan Xaferius yang baru bergabung duduk di dekat mereka.

"Saat itu aku sangat sadar, kak," Ujar Tony.

"Kakak sendiri tahu kalau aku membuang champagne yang sudah diberi obat tidur itu ke tumpukan cucian kotor di belakang meja," Sambung Tony.

Albern terkekeh.

"Justru kalau mau dibilang memanfaatkan, aku yang memanfaatkan Lia,"

"Hah?" Alden menyuarakan kebingungannya.

"Apa kalian tidak ingat, saat itu semua media mengatakan aku ini agak menyimpang?"

"Ah! Benar juga. Kakak dituduh menyukai sesama jenis," Ujar Zack.

"Dan mereka juga mengatakan kakak kemungkinan impoten," Ujar Vincent.

"Walau yang kedua itu benar sih," Ujar Tony.

"Mana bisa benar! Buktinya baru satu kali percobaan, Lia sudah mengandung lagi!" Seru Alvian dengan vulgarnya.

Tony sampai menggeplak bahu Alvian.

"Ulah kalian itu!" Protes Tony.

"Tapi, kakak senang, kan?" Ledek Vincent.

Ketujuh pria Dimitra itu tertawa kecil. Mengingat hal gila itu membuat Tony ingin menghadiahkan para sepupunya sebuah mobil sport keluaran terbaru.

"Kembali lagi ke topik awal," Ucap Albern.

"Oh, iya. Sebenarnya beberapa hari sebelum pesta itu, lebih tepatnya saat pagi aku sampai di Melbourne. Aku melihatnya di bandara bersama bajingan itu. Mereka bertengkar dan kebetulan bajingan itu mendorong Lia hingga menabrakku. Tapi, Lia sepertinya tidak ingat hal itu,"

"Jadi, kamu tahu dia sudah..."

Tony mengangguk.

"Aku bahkan langsung mencari tahu semua latar belakang kejadian itu dan juga keluarga Lia. Aku juga yang dengan sengaja menyuruh kak Damian membantuku,"

"Membantu apa?"

"Spreading some rumors,"

"Rumor? Rumor apa?"

[DS #1] His PossessionCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang