Chapter 24 ] Pertengkaran

12.5K 551 8
                                        

Warning!
Maaf banget kalau aku baru Update karena beberapa hari yang lalu Wattpad ku lagi error:(
Tapi sekarang udah nggak kok,tapi cerita ini belum di-edit sama sekali,jadi makhlum kalau banyak Typo.
Happy reading✌
========

"Hati ini mulai peduli tentang apapun yang bersangkutan tentangnya?Terdengar aneh,namun itulah kenyataannya."

=======

"REINA!!!"pekik Lidia sambil berlari kearah Reina yang sedang makan di kantin.

"Apaan sih lo!Orang lagi makan juga,"sahut Reina sambil kembali menyuapkan soto ayam ke mulutnya.

"Rei.....Devano Rei,Devano!!!"ucap Lidia dengan napas terengah-engah.

"Kenapa Devano?Jangan bilang lo mau ngomong kalau Devano ditembak cewek lagi?!Udah lah Lid,bosen gue dengernya!"ketus Reina sambil memutar bola matanya malas.

"Ih Rei bukan!Hhhh.....Bentar-bentar gue napas dulu..."jeda Lidia,"itu si Devano berantem lagi di gudang belakang sekolah!"lanjut Lidia yang langsung membuat Reina tersedak makanannya.

"Uhuk,uhuk...Beneran tu cowok berantem lagi?!!"tanya Reina kalang kabut.

"Iya!Orang anak-anak udah pada heboh kok!Gue pikir lo udah tau,eh...Ternyata malah asyik-asyikan makan disini!"jawab Lidia.

"Ck,dasar tu cowok!Bisa dimarahin Bu Ninda ni gue!"ujar Reina sambil beranjak dari duduknya.Mendengar penuturan Lidia dia jadi ingat dengan janjinya pada Bu Ninda,kepala sekolah IHS waktu itu.Dia janji akan sebisa mungkin membuat Devano merubah sikap urakannya dan membuat cowok itu mematuhi peraturan yang ada.Jika kali ini dia tak melerai Devano,bisa-bisa Bu Ninda akan memarahinya karna dia tak menjalankan tugasnya dengan baik.Reina baru sadar,kalau tugasnya sebagai ketua Osis ini berat tak seperti yang Reina bayangkan sebelumnya.

Dia berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke gudang belakang sekolah.Di dalam hatinya dia mengutuk sosok Devano karna cowok itu sudah mengganggu kegiatan makannya.Semalam dia tak bisa tidur gara-gara memikirkan cowok itu,hah?!Memikirkan Devano?!Tidak-tidak lebih tepatnya memikirkan bagaimana nasipnya ketika menghadapi cowok itu.Alhasil tadi pagi dia bangun terlambat dan tak bisa sarapan di rumah,ehh...Pas sarapan di sekolah juga diganggu karna tingkah sok jago cowok itu,mengapa coba pake acara berantem segala?!Kayak nggak ada cara lain aja buat nyelesain masalah.Padahal kan percuma,menang jadi abu kalah jadi arang.

Reina menerobos kerumunan anak-anak yang sedang sibuk menonton.Sejujurnya dia juga kesal dengan anak-anak itu,bukannya di lerai malah asyik nonton kayak orang nonton turnamen sepak bola.

Dia menatap kesal kearah Devano yang sedang menghajar seorang cowok yang menggunakan seragam yang sama dengannya.Cowok itu sudah babak belur,sedangakan Devano?Dia tak memiliki luka sedikitpun.Mungkin cowok itu tak berani melawan Devano balik.

"Devano!!!"teriak Reina nyaring nan melengking,membuat semua orang yang ada di tempat itu menoleh kearahnya tak terkecuali Devano.

"Hay,kenapa?Kangen sama gue?"tanya Devano sambil menyeringai tak berdosa membuat Reina semakin geram dibuatnya.Samar-samar Reina dapat mendengar bisik-bisik anak di sebelahnya.

"Ehh gila!!Si Reina berani banget sama Devano!!"

"Apa jangan-jangan bener ya apa yang dibilang Dadu kalau Reina sama Devano lagi pdkt?"

"Halah palingan tu cewek juga caper sama Devano!"

"Cari muka!!"

Reina tak menghiraukannya,dia justru berjalan mendekat kearah Devano.Dia menatap cowok yang tadi dihajar habis-habisan oleh Devano.Wajahnya terlihat tak asing,dan benar saja dia Ale anak 11 Ips 5.

Revano [#1 SAVAGE SERIES]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang