Chapter 72 ] Permainan takdir

7.2K 511 414
                                        

Maapkeun karena aku telat update, karena kemarin-kemarin aku masih sibuk ngurusin Stroms, kuotaku juga ngadat banget gengs jadi nggak memungkinkan buat update:(

Kemarin aku bilang kalau chapter ini sedih ya? Tapi sebenarnya aku bingung juga, karena pas baca campur aduk; ada ngakak, ada marah, dan sedihnya juga dapet. Jadi nano-nano gitu, rame rasanyaa😂

AKU BUKA QNA, KALIAN BISA TANYA-TANYA SEPUASNYA KE SIAPA AJA YANG MAU KALIAN TANYA:
~DEVANO
~REINA
~AUFA
~FAREL
~DADU
~CAKRA
~REVAL
~STEVI
~ALEX
~ANAK SAVAGE LAINNYA
~AMELIA
~RAYYA
~LIDIA
~AUTHOR?
~DLL

300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut
300++ komen untuk lanjut

=========

"Terkadang takdir memang suka main-main."

=======

Devano meneguk air mineral di depannya hanya dengan sekali tegukan. Raut wajahnya masih sama seperti tadi, kepalan tangannya juga masih setia berada di sisi tubuhnya. Tak ada yang berani menenangkan atau sekedar memberi wejangan bahkan, Reval dan Farel yang biasanya ikut bertindak ketika Devano mulai kacau, kini hanya duduk diam tak jauh dari Devano. Anak-anak SAVAGE lainnya juga hanya diam sambil mengaduk-aduk minuman pesanan mereka. Tadi saat keadaan semakin tak terkendali, mereka semua langsung membawa Devano pergi ke kantin dan bermaksud menenangkan cowok itu namun, sejak tadi Devano hanya diam tak membuka suara, padahal biasanya setelah baku hantam cowok itu akan misuh-misuh nggak jelas bukan diam seperti ini.

"Sumpah, malah ngeri gue kalau liat Devano diem kayak begini," ujar Cakra sedikit berbisik.

"Mending liat Devano marah-marah aje deh gue, daripada diem-diem bae gini," timpal Alex.

"Udahlah, diem aja lo pada. Kayak nggak tau Devano aja, tu anak kalau marahnya udah level Dewa pasti diem aja. Lo nggak inget waktu kita tawuran sama anak-anak AFKAR? Devano yang biasanya suka bacod dulu diemmmm aja, sampe bikin kita semua ragu. Eh, tapi pas tawuran santuy banget dia," tutur Dadu dan yang lainnya hanya manggut-manggut.

"Kalau kata gue, Devano emang bener-bener suka sama Reina deh," ujar Nando ketinggalan info.

"Si bego! Kan Devano udah ngaku juga kalau dia suka sama Reina," celetuk Dadu.

"Kalau Devano nggak suka sama Reina mah, ngapain dia repot-repot gelut sama si tai!" tukas Alex.

"Iya juga sih ya.. buktinya Devano langsung marah banget waktu si tai bahas soal Reina," kata Nando.

"Ya iyalah Nan, orang si tainya kurang ajar ngomong kayak begonoh ke doi yang lagi sensi," kelakar Dadu sambil terkekeh.

"Lo pada bisa diem nggak? Emang lo mau dijadiin samsak dadakan sama Devano?!" cerca Farel yang mulai kesal karena mendengar kegaduhan teman-temannya.

"Santai, broo!" ujar Dadu cengengesan sambil mengangkat dua jarinya membentuk kata peach.

"Devano kenapa?"

Revano [#1 SAVAGE SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang