Holla Revanders:)
Ketuk bintang di sisi kiri sebelum membaca dan jangan lupa beri komentar sebelum/sesudah membaca.
50++ komen buat lanjut,spam komen biar cepet lanjutnya:)
Bab ini panjang lo ya,jangan bosen kalau bacaaa:(
Happy reading❤
==========
"Kan udah secara langsung,kenapa giliran secara tidak langsung lo heboh?"
=======
Reina menghempaskan tubuhnya ke kasur.Matanya menatap kearah langit-langit kamar sambil sesekali tersenyum.
Dirinya seakan melayang ketika membayangkan kejadian beberapa jam yang lalu.Setelah sekian lama,akhirnya dia bisa merasakan kembali rasanya di-specialkan oleh seseorang.
With!Apakah mungkin dirinya saja yang terlalu baper dan berharap lebih pada sosok Aufa.Namun bukankah itu hal yang wajar?Sebagian besar cewek pasti juga akan turut serta membawa perasaan jika semua itu bersangkutan dengan sosok cogan seperti Aufa.
"Please Rei,jangan baper!Lo itu baru beberapa kali ketemu Aufa dan baru sebentar banget kenal sama dia.Jangan baper,oke?Gue tau kok hati,dia itu emang romantis banget orangnya tapi jangan baper dan jantung,gue juga tau kalau dia itu ganteng tapi please biasa aja pas di deket dia?Jangan dag-dig-dug mulu,malu-maluin!"Reina ber-monolog,mengingat setiap kali Aufa memperlakukannya dengan manis jantungnya tidak bisa diajak kompromi.Pasti tetap akan berdetak tak stabil.
Saat sedang asyik-asyiknya ngelamun,suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.Dahinya mengkerut,memikirkan tentang siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini?Papa,mama,dan Reiza kakaknya pun sedang tidak ada di rumah jadi tidak mungkin yang mengetuk pintu itu adalah mereka.Toh,jika anggota keluarga yang mengetuk pasti akan dibarengi oleh panggilan.Hal itu juga berlaku bagi seluruh asisten di rumah keluarga Antoniwisma,pasti mereka juga akan memanggil namanya.
"Kalau bukan mama,papa,kak Reiza atau asisten rumah tangga siapa dong?Jangan-jangan hantu?Maling?Eh,tapi masak maling permisi dulu?Tapi mungkin aja malingnya sopan kan!"
Pikiran Reina sudah kemana-mana.Dia bergidik ngeri ketika suara ketukan pintu itu semakin keras dan cepat seakan memberontak untuk segera dibukakan.Karena panik,Reina mengambil sapu yang terletak di pojok kamar untuk jaga-jaga jika ternyata sosok di balik pintu itu maling atau mungkin sosok lain yang membahayakan.Dia berjalan mengendap-ngendap kearah pintu kamar,tangannya ragu-ragu untuk membuka kenop pintu namun keraguannya itu ia buang jauh-jauh tatkala ketukan itu terdengar semakin keras.Reina menutup matanya,sapunya sudah siap siaga di tangannya.
Klek!
Ketika pintu sudah terbuka sempurna,Reina langsung menghantam seseorang di depannya dengan sapu yang dibawanya.
"Mau maling lo ya?!Kalau maling diluar aja kek jangan di kamar gue!Kalau nggak ya di brangkas nya papa aja.Dia kan katanya kaya jadi ambil aja nggak papa!"celoteh Reina masih dengan mata terpejam.Tangannya juga masih aktif menghantam seseorang di depannya sampai suara yang terdengar tak asing itu membuat Reina berhenti melakukan aksinya.
"Awww...Sakit tau!"pekikan parau dari suara berat yang di dominasi serak-serak basah khas.....Devano?."What Devano?!Malingnya beneran Devano?!"Reina langsung membuka matanya lebar-lebar dan benar saja yang pertama kali dia lihat adalah sosok Devano yang sedang memegangi pinggangnya.
"D-Devano."
Yang dipanggil namanya menoleh kearah Reina yang tengah menatapnya dengan tatapan iba plus bingung.Baru saja dia ingin membuka mulut dan menyampaikan orasinya,perkataan Dadu tadi siang kembali terlintas di otaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Revano [#1 SAVAGE SERIES]
Novela JuvenilSAVAGE SERIES x Devano Kafka Follow dulu sebelum membaca:") TIDAK ADA REVISI SAMA SEKALI. Highestrank #1 in Bencijadicinta (22/08/2019) #1 in Posesifboy (Awal September) #1 in Kenakalanremaja (17/09/2019) Percaya deh, ini cowok yang kalian eluh...
![Revano [#1 SAVAGE SERIES]](https://img.wattpad.com/cover/182085035-64-k278575.jpg)