Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 9 ] Firs Kiss

22.9K 781 7
                                        

"Sebuah kecupan singkat yang lama-kelamaan menjadi lumatan panjang."

========

Devano melepas safety belt lalu berjalan keluar dari mobil Bmw merahnya yang sudah terparkir di depan rumah Reina.

"Ih apaan sih turunin gue bodoh! Gue bisa jalan sendiri!" teriak Reina pada Devano yang kembali mengambil alih tubuhnya.

"Udah deh diem, jadi anak manis!" tegas Devano. Dia menggendong tubuh Reina memasuki gerbang rumah keluarga Antoniwiswa yang tampak sepi.

"Kamar lo dimana?" tanya Devano ketika dia sudah masuk kedalam rumah.

"Diatas, udah lah disini aja gue bisa jalan sendiri!" ucap Reina sambil memasang wajah semelas mungkin.

"Kaki lo masih sakit, gue nggak yakin kalau lo bisa naik ke atas sendiri." Reina hanya diam tak membantah karena benar juga kata Devano mana mungkin dia bisa naik tangga sendiri dalam keadaan kakinya yang masih sakit seperti sekarang.

Devano merebahkan tubuh Reina dalam kasur yang berukuran Queen Size.

"Kotak P3K nya mana?" tanya Devano pada Reina. Reina hanya mengarahkan jari telunjuknya kearah laci yang langsung membuat Devano beranjak mengambilnya.

"Lo mau ngapain? Gue bisa sendiri!" tegas Reina sambil mengambil botol minyak ditangan Devano, namun tangannya langsung ditepis pelan oleh Devano.

"Udah gue bilang nurut aja! Kalau masih protes gue cium!" ancam Devano.

"Apaan sih lo la-----" perkataan Reina terpotong oleh tarikan tangan Devano pada tengkuk lehernya. Membawa wajah Reina semakin dekat kepadanya. Semakin rapat hingga akhirnya kedua bibir mereka bisa bertemu. Sebuah kecupan singkat yang lama-kelamaan menjadi lumatan panjang.

Devano memutuskan ciuman mereka. Lalu dia menatap tajam kearah Reina. "Gue udah bilang, jangan protes kalau lo protes lagi lo tau kan apa akibatnya, dan mungkin lebih parah lagi dari ini," ancam Devano membuat muka Reina merah padam tangannya mengepal menahan amarah. Mau protes? Bisa berabe urusannya apalagi mereka sekarang hanya berdua. Dia hanya diam tak menolak ketika Devano mengoleskan minyak di kakinya.

Kling!!

Ponsel Devano berbunyi membuat dia menghentikan aktifitasnya dan mengecek notif WA yang masuk.

Dadu Marcellino Alexander
Sini dong, kita lagi ngumpul ni di Apart nya Farel. Cewek mulu lo sampe lupa sama temen!

Devano Kafka Gardiga
Otw!

Devano menutup botol minyak di tangannya dan mengembalikan kotak P3K itu ke tempat asalanya. Dia menatap Reina sambil menahan tawanya, dia tau cewek di depannya ini pasti akan marah setengah mati kepadanya kalau saja dia tak mengancamnya. Terlihat lucu kalau Reina sedang menaham amarah seperti sekarang.

"Gue pulang dulu, byee jangan marah....." ucap Devano sebelum pergi.

Setelah kepergian Devano Reina langsung sadar atas apa yang baru saja terjadi.

"DASAR COWOK ANJING! SIALAN! BANGSAT! BERENGSEK! KAMPUNGAN! COWOK KAYAK LO ITU NGGAK PANTES IDUP!!" teriak Reina, matanya mulai berkaca-kaca. Dia memegang bibirnya dan kembali mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.

"HUAAA!!!! KENAPA FIRS KISS GUE HARUS GUE KASIH KE COWOK BERENGSEK KAYAK DEVANO!!!" pekik Reina sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
===============
Devano berdiri di depan pintu kamar nomer 125 di lantai 16 sebuah apartemen mewah dikawasan Jakarta pusat. Apartemen mewah milik Farel ini adalah salah satu tempat favorit mereka untuk menghabiskan waktu.

Dia menekan kode password pada pintu kamar apartemen itu, lalu mendorong tuas pintu hingga terbuka. Ia mendapati Dadu dan Cakra sedang asyik bermain bola di Playstation 3, sedangkan Farel sedang berbaring di sofa sambil bermain laptop. Devano pun berjalan menghampiri sahabat-sahabatnya itu.

"Wah ada tamu jauh dateng nih gengs," sindir Cakra ketika Devano sudah masuk kedalam Apartemen Farel.

"Eh btw lo apain tadi si Reina?" tanya Dadu yang masih fokus pada permainannya.

"Gue ajak ngedate," jawab Devano enteng seakan tak ada beban dalam ucapannya.

"Oh my god!! Demi Marsha yang bisa nye-mack down beruangnya, lo pacaran sama Reina????" tanya Cakra terkaget-kaget. Dia menghentikan aktivitasnya dan menatap Devano dengan mimik muka penasaran, begitupun Farel dan Dadu.

"Ih siapa juga yang mau pacaran sama cewek kayak dia, udah pemarah, ngambek'an, tukang nyuruh-nyuruh, nggak bisa diem, kalo makan banyak, kalo ngomong ceplas-ceplos," ucap Devano sambil mengambil air di dalam kulkas.

"Bentar-bentar kok lo tau semua tentang Reina?" tanya Dadu penuh selidik.

"Ya tau lah," jawab Devano sambil meneguk air mineral yang baru saja dia ambil dari kulkas.

"Ngapain lo tiba-tiba ngajak dia ngedate? Udah lo apain dia? Masak dia mau sih sama lo?" Cakra kembali membondongi Devano dengan banyak pertanyaan.

"Ceritanya panjang, eh nggak juga sih tapi gue males mau cerita. Eee belum gue apa- apain kok cuman gue cium aja." Lagi-lagi perkataan Devano mampu membuat ketiga temannya membelalak hebat.

"Apa!!?"

"Hah!!?"

"What!!?"

Pekik Dadu, Farel, dan Cakra secara bersamaan.

"Parah lo Dev, cewek kayak Reina pun lo jadiin mainan! Masak dia mau sih di cium sama lo?" tanya Farel yang mulai menanggapi obrolan teman-temannya.

"Siapa sih yang nggak mau dicium cogan kek gue," ujar Devano yang membuat teman-temannya memutar bola matanya malas.

"Dih pede gile!" celetuk Farel sambil melempar bantal kearah Devano.

"Eh cepet dong Dev ceritain," bujuk Cakra yang mulai kepo dan selalu kepo.

"Nggak! Dibilang males ya males," tegas Devano sekali lagi.

"Yaelah gitu banget lo!"

"Ehh kok jadi bahas kemana-mana sih, kalian lupa apa tujuan awal kita manggil Devano kesini," ucap Farel yang langsung membuat Devano menatap penasaran kearahnya.

"Kenapa emangnya?" tanya Devano penasaran.

"Jadi gini, kemarin sekolah kita dapat undangan dari Garuda Perkasa School. Mereka ngajak tim basket kita tanding sama tim basket mereka," ucap Farel datar.

"Terus? Terima ajalah," jawab Devano enteng.

"Garuda Perkasa? Artinya ada Aufa dong?" tanya Dadu yang kelihatan panik.

"Aufa Sergio maksud lo?" timpal Cakra.

"Aufa?" Devano hanya menyatukan kedua alisnya bingung.

"Aufa Sergio Laskardito, lo lupa?"

"Siapa dia? Namanya kayak nggak asing di telinga gue?"
Tbc!
Gantung? Maapkan🙏
Vomment dulu baru lanjut😂
Ada orang baru gengs, kira-kira siapa ya Aufa?
Salam

Sera-Seri.

Revano [#1 SAVAGE SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang