Chapter 25 ] Ruang Osis

12.1K 537 23
                                        

Hay Gengs:)
Sorry banget belum bisa update karna aku lagi buntu.
Sebenarnya aku nulis Bab ini udah lama banget dan berulang kali aku nulisnya,tapi nggak ada yang bener jadi aku hapus:(
Kalau Bab ini Typo dan Gaje maap ya:)
Happy reading✌
Follow aku Wattpad aku ya gengs❤
============

"kalau udah gini,kesannya lo malah kayak cewek yang nggak tau diuntung."

=========

"Reina!"panggil Rayya sambil berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Reina.

Yang di panggil namanya menoleh,lalu menyatukan kedua alisnya seolah bertanya"apa?".

"Reina,Reina,Reina....Sumpah deh lo gila ya sekarang!Maksud lo apa coba tadi pake acara marah-marahin Devano?!Untung Devano itu baik hati dan tidak sombong jadi lo nggak di depak gitu aja!"cetus Rayya tanpa titik dan koma.

"Yaelah Ray,gue marah-marah juga ada alasannya kali,siapa suruh dia pake acara berantem di sekolah segala,"ucap Reina santai.

"Sekarang gue tanya,lo tau Devano berantem sama Ale karna apa?"tanya Rayya dan Reina hanya mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.

"Nggak tau dan nggak mau tau,nggak penting juga,"jawab Reina terdengar bodo amat.

"Hhh.....Siapa sih yang ngasih tau lo kalau Devano sama Ale berantem?Bego banget dah orangnya,"celetuk Rayya.

"Lidia,kenapa emangnya?"Reina malah balik bertanya.

"Ck,pantes!Sekarang mana tu anak?"tanya Rayya sekali lagi.

"Ketemuan sama Noval di taman,kenapa sih emangnya?Jangan bikin orang kepo deh Ray!"

"Ck,dasar bego lo!Kalau dapet info itu harus diteal sampai ke akar-akarnya,jangan cuma batangnya doang,nggak lengkap!"cecar Rayya.

"Kenapa sih emangnya?To the poin aja jangan terbelit-belit!"sergah Reina yang mulai kesal.

"Lo tau,Devano itu berantem sama Ale cuman buat bela-in lo!Dan lo malah marah-marahin dia di depan anak-anak terus malah nyuruh si Ale pergi gitu aja,kalau udah gini kesannya lo malah kayak cewek yang nggak tau diuntung."
==============
"Woy!Kenapa sih lo diem-diem bae kayak gini,nggak biasa banget dah,"tegur Cakra sambil menepuk pundak Devano.

"Apaan sih lo!"sergah Devano.

"Udah lah Cak makhlumin aja,orang kalau lagi PMS mah suka gitu,"ujar Dadu yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh Devano.

"Oh iya ya gue lupa,"kelakar Cakra sambil terkekeh.

"Berisik!"cetus Devano.

"Apaan sih lo Dev.Sensi amat dah!"ucap Farel yang mulai jengah oleh sikap aneh Devano.

"Kenapa sih lo bro!Kalau ada masalah cerita kek,jangan kayak gini,"ujar Dadu sok iye.

"Tau ni,kayak cewek aja lo minta kita peka duluan walau dia nggak ngomong,"timpal Cakra.

"Cewek emang gitu,ribet!Dikiranya kita bisa baca pikiran orang apa!"Farel yang memang sedikit sensi ke cewek pun ikut menimpali.

"Kok jadi ngomongin cewek sih!"sergah Dadu.

"Ya nggak papa lah,daripada ngomongin cowok nanti malah dikira homo,"balas Cakra yang langsung disetujui oleh Farel,tak biasanya mereka berdua akur dan sepemikiran seperti sekarang.Sungguh kejadian langka.

"Sok iye banget lo,"cibir Dadu.

"Gue duluan,"ucap Devano lalu berlalu pergi begitu saja.

"Eh Dev,mau kemana lo?"teriak Dadu.

Revano [#1 SAVAGE SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang