Chapter 54 ] Perasaan

9.3K 435 78
                                        

Follow wattpad aku ya:)
Jangan lupa vote dan spam komen....
Btw, grup Revanders masih opmem nih yang minat bisa pc aku atau admin. Nomer ada di bab Tadaa.

Happy reading❤

==========

"Tapi kita semua tau, kalau arti sayang itu kadang berbeda."

=======

"Devano," setelah sekian lama, akhirnya Stevi mampu mengeluarkan suara. Devano yang duduk diam di sampingnya tertegun, pasalnya ini adalah kali pertama ia mendengar Stevi berbicara setelah tragedi waktu itu.

"Hm?"

"Lo kok diam aja sih? Masih canggung ya sama gue?" tanya Stevi yang membuat Devano kikuk.

"Hah? Biasa aja tuh," elak Devano, mata elangnya sama sekali tak melirik kearah Stevi.

"Gitu ya? Intinya gue mau kita bisa bersikap profesional dalam menjalankan tugas sebagai Papi IHS," tutur Stevi.

"Ya," singkat, padat, dan jelas.

"Dan buat masalah waktu itu, sorry... mungkin kalau gue jujur dari awal lo nggak bakal jadi targetnya Aufa," ucap Stevi yang membuat Devano flashback seketika.

"Lupakan."

"Makasih untuk dua minggunya," ujar Stevi sambil tersenyum simpul. Devano menatap Stevi sekilas, ia dapat melihat senyum getir cewek itu.

"Gue tau gue cuman sebatas mainan yang nggak berarti buat lo. Tapi buat gue, hubungan kita lebih dari sekedar main-main. Walau-Aufa ada diantara kita."

"Lo lebih dari sekedar mainan Vi," batin Devano. Batinnya nyeri ketika mendengar ungkapan Stevi, apakah sampai sekarang Stevi tak bisa merasakan rasa cinta Devano yang begitu besar untuknya?

"Stevi.." Devano tak mampu berkata apa-apa lagi selain menyebut nama cewek yang sangat ia sayangi.

"Mungkin menurut lo gue cewek nggak bener yang udah main berengsek di belakang. Masalah Aufa, masalah cowok di club waktu itu. Tapi... semua itu ada alasannya Dev, dan apapun alasannya yang pasti cuman lo satu-satunya cowok yang special di hati gue," tukas Stevi, air matanya jatuh membasahi pipi seakan memperkuat perkataannya kali ini.

"Apa lo tau seberapa rapuhnya gue waktu lo minta putus waktu itu? Gue nggak bisa jelasin apa-apa waktu itu Dev, karena gue tau lo nggak bakal percaya, gu--" Devano langsung merengkuh Stevi kedalam pelukannya. Ia tak kuasa melihat Stevi menangis di depannya.

"Kalau lo rapuh, gue jauh lebih rapuh," lirih Devano, ia memperi kecupan singkat di puncak kepala Stevi.

Stevi balas memeluk Devano, wajahnya ia tenggelamkan ke dada bidang cowok itu.

"Devano.... apa--beberapa bulan lalu, kamu suka aku?"

Devano speechless. Entah mengapa Stevi jadi membuatnya mengingat kenangan beberapa bulan yang lalu, saat lo-gue berubah menjadi aku-kamu, dan rasa biasa saja berubah menjadi sayang yang sebenarnya. Kini Stevi mempertanyakan hal itu padanya, apakah ini saatnya ia mengungkapkan segala perasaan yang ada, membangun lembaran baru, dan melupakan masa lalu.

"Apa kamu nggak yakin sama perasaan aku beberapa bulan yang lalu?" tanya Devano, ia menompangkan dagunya pada puncak kepala Stevi. Tangannya masih setia memeluk erat pinggang ramping cewek itu.

"Tapi kan aku yang-"

"Rasa cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu bukan?" potong Devano.

"Dan sekarang? Apa masih ada tempat buat aku lagi?"

Revano [#1 SAVAGE SERIES]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang