12. Tidak ada kabar

919 114 3
                                        


.
.
.
.
.
Rion terbangun tengah malam karena ingin ke kamar mandi, laki-laki itu mengerjap saat mengingat bahwa dia, Alden dan Rius tengah menginap dirumah Candra. Rion menatap ke sisi kirinya, memastikan dua orang yang mereka jaga itu tetap tertidur.

"Lucu banget tidur nya." Rion tersenyum lembut saat melihat posisi tidur Lintang yang menempel pada Candra, bahkan tangan remaja itu memeluk pinggang sang kakak.

"Semoga aja semua bener ya." Rion memutuskan bangkit dengan hati-hati agar tidak mengganggu yang lain. Laki-laki itu pergi ke kamar mandi sambil membawa ponselnya.

Rion menyelesaikan urusan nya dikamar mandi dengan cepat, bahkan laki-laki itu sempat mengirimkan pesan pada Igel agar pulang pagi hari, juga memberitahu soal orang aneh yang mencoba membobol rumah Candra.

Rion memandang wallpaper ponselnya yang menampilkan foto nya dan Rius bersama Alta juga Ares. Foto terakhir yang mereka ambil sembilan belas tahun lalu.

"Semua pasti bakal baik-baik aja kan bli? Semua pasti bakal kembali ketempatnya kan?"
.
.
.
.
.
Pagi ini Alden dibuat terkejut saat menemukan Candra tengah membuat nasi goreng didapur, bukan karena apa, hanya saja dia bangun kesiangan. Candra hanya tersenyum saat Alden menghampiri dirinya di dapur.

"Udah bangun om?" Alden tersenyum canggung saat mendengar Candra bertanya.

"Maaf ya Can, om kesiangan." Candra justru tertawa kecil.

"Gak papa om, siapa yang mau marahin kalau bangun siang sih, om mandi aja dulu." Alden menggeleng, bagaimana bisa dia mandi sedangkan sang tuan rumah justru tengah memasak sarapan.

"Om bantu kamu dulu deh baru mandi." Candra menggeleng.

"Gak usah om, bentar lagi juga selesai kok ini, om mandi aja dulu, sebelum nanti yang lain bangun." Alden akhirnya mengangguk dan bergegas masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Candra bergegas membagikan nasi goreng buatannya ke atas piring.

"Mas." Candra mendongak, dia kembali tersenyum saat melihat Lintang berjalan kearahnya.

"Apa?" bukannya menjawab Lintang justru memeluk tubuh Candra dari depan, remaja itu menumpuhkan kepalanya pada pundak Candra.

"Kenapa hm? Masih pagi loh." Lintang hanya bergumam tidak jelas saat Candra bertanya.

"Bangun dulu deh, baru ngomong." Lintang membuka kembali matanya yang sempat tertutup.

"Aku kerja hari ini mas, mas dirumah sendirian gak papa? Kata om Rion mas masih libur hari ini." Candra mengangguk, tangannya sudah beralih mengelus kepala Lintang pelan.

"Mas gak papa, kan om Rion, om Alden sama om Rius masih disini. Lagi pula sekarang ini pagi, siapa orang  bodoh yang mau maling pagi-pagi?" Lintang merengut kesal mendengar jawaban Candra. Bahkan keduanya tidak sadar jika Rius dan Rion melihat interaksi mereka, bahkan Alden yang baru keluar dari kamar mandi.

"Kalian lucu banget sih." Candra tertawa canggung saat Alden mengatakan itu.

"Ayo sarapan om, tapi aku cuma bikin nasi goreng, gak papa ya?" Rius, Rion dan Alden mengangguk. Tidak masalah juga Candra ingin memasak apa pun, toh mereka tau jika masakan Candra tidak akan pernah gagal.

Lintang membantu Candra membawa piring berisi nasi goreng ke hadapan Rius dan Rion, sedangkan Alden sudah membawa jatah sarapannya itu sendiri. Saat mereka menyuap nasi goreng itu kedalam mulut mereka, mereka bertiga terkejut saat merasakan rasa yang sama dengan nasi goreng andalan Ares. Dan selama ini yang bisa membuat nasi goreng dengan rasa yang sama adalah Alden dan Alta.

"Om kenapa? Nasi goreng nya gak enak ya?" ketiga pria dewasa itu tersentak saat Candra bertanya pada mereka. Ketiganya menggeleng sebagai balasan.

"Ini enak Can, cuma om kayak pernah ngerasain rasanya." Candra hanya mengangguk paham tanpa membuka suara lagi.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang