.
.
.
.
.
Candra hanya bisa berkedip polos saat melihat sang adik dan juga semua penghuni rumah bintang menangis, pemuda itu tau jika itu semua karena diri nya.
"Ibun." Alta segera mendekat dan memeluk erat tubuh ringkih Candra.
"Ibun...se-sak..." Alta buru-buru melepaskan pelukannya saat mendengar gumaman Candra.
"Maaf Can, maaf..." Candra menggeleng, netra nya jatuh pada Ares yang tersenyum lembut.
"Yanda." Ares semakin melebarkan senyumnya saat mendengar panggilan Candra.
"Jangan sedih, Candra udah gak papa." Ares hanya bisa mengangguk.
"Terima kasih udah bangun Can, terima kasih udah kembali." Candra tersenyum tipis.
"Maaf, Candra pasti buat kalian panik dan sedih, Candra pasti ngerepotin kalian." Rion tersenyum dan menggeleng.
"Kamu gak pernah ngerepotin Can." Candra menatap bingung pada empat wajah yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
"Mereka...siapa?" semua nya sontak menoleh pada orang tua Alta dan Ares.
"Mereka kakek nenek kamu, itu kakek Johan sama nenek Ana papa sama ibu nya yanda, sedangkan mereka eyang Sukma sama eyang Aji, bapak sama ibu nya ibun." Candra menatap lekat ke empatnya, ini pertama kali nya Candra bertemu mereka.
"Nenek Ana mirip sama om Reska." ucapan lirih Candra sontak saja membuat semua yang ada di kamar rawat Candra terdiam kaku, memang benar, semakin dewasa Reska justru semakin mirip dengan ibu nya.
"Karena nenek Ana memang ibu nya om Reska nak." Candra terdiam sejenak sebelum menatap lekat pada Jojo.
"Candra mau ngomong sama mas Jojo boleh?" permintaan Candra mendapat anggukan dari Ares juga Alta, hal itu membuat keduanya segera meminta yang lain menunggu di luar.
"Ada apa Ndra?" Jojo segera mendekati Candra begitu kamar rawat Candra sepi.
"Mas Jojo gak kasih tau Septian kan?" Jojo menghela nafas.
"Mereka tau, mereka bahkan lagi ada di perjalanan ke sini." Candra merengut, dia tidak pernah ingin bertemu sahabatnya dengan keadaan seperti ini.
"Kenapa harus ke sini?" Jojo menggeleng.
"Gak tau, katanya mereka kangen sama kamu." Candra menatap lekat pada pemuda yang lebih tua setahun dari nya itu.
"Gue juga kangen sama lo, kalau lo mau tau." Candra tersenyum tipis mendengar ucapan Jojo.
"Jangan tinggalin gue Ndra, gue baru aja di tinggal nini, lo jngan ikut-ikutan ninggalin gue." Candra masih tetap tersenyum.
"Aku di sini kok mas, aku kan gak kemana-mana." Jojo mengangguk.
"Jangan berani pergi dari gue, atau gue bakalan marah sama lo!" Candra tertawa kecil.
"Mas Jojo kayak orang takut di tinggal pacar nya ih." wajah Jojo langsung memerah mendengar penuturan pelan Candra.
"Ya udah lo jadi pacar gue aja." Candra langsung melotot mendengar ucapan Jojo yang terkesan ngawur.
"Mas Jojo ngelindur? Atau mas Jojo habis minum?" Jojo menggeleng.
"Mana ada gue minum, minum fanta iya tadi." Candra menatap aneh pada Jojo.
"Terus kenapa tiba-tiba malah minta aku jadi pacar mas?!" Jojo tertawa pelan.
"Ya karena gue suka sama lo." Candra semakin bingung dengan tingkah Jojo, dia yang baru sadar kok jadi Jojo yang ngelindur.
"Tapi mas Jojo kan suka sama Lintang?!" Jojo menggeleng.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
