.
.
.
.
.
Hadar dan Alden duduk mengapit Jojo, keduanya takut Jojo akan kembali menghajar Reska yang saat ini sedang ada di sebelah Fajar. Saat ini mereka menunggu Rehan, Ares juga Rion yang masih menemani Candra di kamarnya.
"Jelasin apa yang ngebuat kamu main pukul Reska Jo!" Jojo menatap lekat pada sang ibu yang baru saja bertanya.
"Kenapa manda gak tanya sendiri ke bajingan itu?" Alden jelas terkejut, dia tidak pernah mendengar Jojo berkata kasar seperti sekarang.
"Jojo?" Hadar menegur Jojo yang masih menatap tajam pada Reska, yang sudah terlihat lemas.
"Kamu yang mukul Reska Jo?" semua yang ada di ruang tamu menoleh ke arah tangga, Ares, Rion dan Rehan baru saja turun dari lantai dua.
"Iya om." Rehan menatap Reska tajam, dia tidak pernah semarah ini pada Reska.
"Kenapa?" Jojo mendengus kesal.
"Candra baik-baik aja waktu kita jemput opa Fajar tadi, tapi waktu kita pulang Candra udah kayak gitu, menurut om kenapa?" Rehan yang tahu tujuan Jojo agar Reska mengaku sendiri akhirnya menatap ke arah Reska dan mendekatinya.
"Apa yang udah kamu lakuin Reska?" Reska menatap Rehan sendu, mencoba mencari simpati salah satu om nya itu.
"Aku gak ngapa-ngapain mas." Jojo mengepalkan tangannya erat.
"Lo gak ngapa-ngapain? Terus kenapa Candra nyebut nama lo sambil ketakutan tadi? Kenapa di badan Candra banyak lebam? BISA LO JELASIN ITU BAJINGAN!" ucapan Jojo membuat semuanya terkejut, bahkan Lintang yang baru saja pulang mematung di ambang pintu.
"Mas Candra kenapa?" semua mematung saat Lintang mengeluarkan suara. Mengetahui jika dia tidak mendapat jawaban, remaja itu langsung masuk dan naik ke lantai dua, bahkan Ares dan Rion langsung mengikuti Lintang. Mereka baru saja bisa menenangkan Candra setelah memaksa pemuda itu meminum obatnya.
Lintang mendekati Candra yang berbarin di atas ranjang pelan, remaja itu menatap lekat pada wajah pucat sang kakak. Dia melihat jelas lebam di pipi kiri sang kakak, juga luka kecil di sudut bibir nya. Mengingat ucapan Jojo tadi, Lintang menarik kaos Candra keatas, remaja itu menutup mulutnya saat melihat lebam dan juga tanda merah di dada dan perut Candra. Bahkan Ares dan Rion pun ikut terkejut, mereka tidak mengecek tubuh Candra karena mengira bahwa trauma pemuda itu muncul lagi karena mimpir buruk.
"Sialan!" Lintang yang terlihat emosi langsung keluar kamar, bahkan mengabaikan Ares dan Rion yang sempat dia tabrak saat keluar kamar.
"RESKA SIALAN, APA YANG KAMU LAKUIN KE MAS KU!"
Plak
Lintang menampar pipi Reska kencang, bahkan membuat kepala pemuda itu tertoleh ke kanan. Fajar dan Angga yang ada di sebelah Reska langsung menahan tubuh Lintang agar tidak lagi memukul Reska yang sudah babak belur karena Jojo.
"JAWAB OM RESKA! OM PUNYA MULUT KAN? OM APAIN MAS CANDRA!"
Buagh
Buagh
Buagh
Lintang melepaskan diri dari cekalan Angga dan kembali memukul Reska, Ares dan Rion yang baru saja turun langsung menarik tubuh Lintang dan membuat remaja itu ada di pelukan Ares. Azka tersentak saat melihat tatapan Ares pada Reska, tidak ada lagi tatapan lembut seperti sebelumnya, hanya ada tatapan marah, kecewa dan benci.
"Lintang udah." Lintang menangis di pelukan Ares. Remaja itu seperti kembali melihat kondisi Candra tiga tahu lalu, saat kakak nya itu baru saja lolos dari Septian.
"Dia jahat yanda, dia jahat! Salah mas Candra apa? Kenapa dia mukul mas Candra kayak gitu!" semua jelas terkejut mendengar rancauan Lintang pada Ares.
"Yanda lihat sendiri tadi, badan mas Candra lebam. Reska bajingan!" Lintang mendorong tubuh Ares menjauh dan kembali mendekati Reska.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
