15. Memberitahu fakta

1K 130 15
                                        


.
.
.
.
.
Rion mengetuk pintu rumah Candra tidak sabaran, namun sama sekali tidak ada yang membukanya, sepertinya kedua anak itu belum sampai dirumah.

Rion beberapa kali berdecak, dia ingin segera memeluk kedua pemuda itu. Igel yang melihat kegelisahan suaminya segera mengelus punggung  Rion.

"Sabar yang, mungkin mereka masih diluar belum pulang." Rion memutuskan untuk duduk di teras rumah Candra, tentu saja bersama dengan para penghuni rumah bintang.

"Kita cari jauh-jauh ternyata malah udah ada dideket kita." Alden bergumam, dia juga tidak menyangka jika pemuda yang sudah hampir dua bulan bekerja bersama mereka adalah orang yang mereka cari.

"Mereka datang." semua langsung berdiri saat motor Candra berhenti didepan rumah. Candra dan Lintang tentu saja menatap bingung pada para orang tua yang tengah memandang kedatangan mereka.

"Om ada apa?" Candra tentu saja bingung saat melihat wajah sembab Rius dan Rion.

Grep

Candra dan Lintang terkejut saat Rion dan Rius memeluk tubuh mereka, bahkan Alden sudah menangis menatap mereka.

"Om ada apa? Kenapa nangis?" Candra mengelus punggung Rion yang sudah sesenggukan dipelukannya, pemuda itu menatap bingung pada Igel yang hanya tersenyum padanya.

"Kenapa gak bilang dari awal?" Candra mengernyit bingung, bahkan Lintang juga mengernyit bingung.

"Bilang apa om?" Candra hanya diam saat Rion menyentuh wajahnya, mengelus pipinya sebelum kembali memeluknya.

"Kenapa gak bilang kalau kamu anak mas Alta sama bli Ares, Can!" Candra terkejut saat Rion menyebut nama kedua orang tuanya.

"O-om kenal yanda sama ibun?" Rion semakin terisak saat mendengar panggilan Lintang untuk Ares dan Alta.

"K-kalian adik-adik yang dimaksud ibun?" Rion kembali menangkup wajah Candra dan mengecup pipi pemuda itu. Rion mengangguk membuat Candra ikut meneteskan air matanya. Sedangkan Lintang sudah terisak dipelukan Rius.

"Kita obrolin didalam ya? Gak enak dilihat orang kalau diluar." Igel dan Leo segera meminta Rion dan Rius membawa dua pemuda itu masuk.

Hadar yang terakhir masuk bersama Alden langsung menutup pintu rumah Candra, memastikan jika tidak akan ada yang mendengar pembicaraan mereka.

"Aku juga mau peluk mereka." mendengar ucapan Alden, Rion melepaskan pelukannya pada Candra, membiarkan Alden memeluk tubuh pemuda itu.

"Kamu udah sebesar ini Can." Candra tersenyum tipis mendengar ucapan Alden.

"Duduk dulu yuk bby, biarin Candra sama Lintang istirahat dulu." Hadar mengelus punggung Alden, yang sukses membuat laki-laki manis itu cemberut.

"Om sebentar biar Lintang buatin minum." Rius menggeleng, laki-laki itu tidak mau melepas pelukannya dari tubuh mungil Lintang.

"Gak usah kamu disini aja." Leo, Hadar, Alden, Rion dan Igel hanya bisa tertawa maklum melihat sikap Rius.

"Candra, Lintang hari ini nginep di tempat kita aja ya, gimana?" Candra dan Lintang sontak menatap bingung pada Hadar.

"Nginep di rumah om?" Hadar mengangguk dan mengulas senyum.

"Kenapa tiba-tiba Dar?" mendengar pertanyaan Igel membuat Hadar menghela nafas panjang.

"Candra, Lintang jujur sama om sudah berapa lama kalian tau kalau ada orang yang selalu ngawasin rumah kalian?"

Deg

Ucapan Hadar sukses membuat Candra maupun Lintang terdiam dan saling melirik.

"Diawasi?" Hadar kembali mengangguk.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang