.
.
.
.
.
Candra menatap Jojo yang hanya diam tanpa rasa bersalah di sebelahnya saat ini, pemuda itu kesal karena jojo membawa teman-temannya yang baru saja datang dari bandung semalam ke rumah sakit. Hanya karena mereka mwngatakan jika mereka merindukan Candra, sedangkan Candra sangat tidak ingin bertemu dengan orang lain selain penghuni rumah bintang jika dalam kondisi seperti sekarang.
"Candra kenapa diam aja?" Sasa yang melihat Candra diam akhirnya membuka suara.
"Candra, jangan diem aja dong, udah ada abang Vandi nih." Candra tetap tidak memberi respon, sedangkan Septian yang sedari tadi memperhatikan tingkah Candra hanya bisa menghela nafas.
"Bisa kalian keluar sebentar, gue mau ngomong sama Candra." Jojo langsung menatap tidak suka pada Septian.
"Gak ada lo ngomong berdua doang sama Candra ya!" Septian memutar bola matanya kesal.
"Yang bilang gue cuma ngobrol berdua sama Candra siapa? Lo juga diem di sini Joshua!" Jojo berdehem dan akhirnya meminta teman-temannya untuk keluar lebih dulu.
"Oke kalau gitu, kalian bisa tunggu di luar sebentar ya." Riga dan Sasa mendengus kesal saat Jojo mendorong mereka semua keluar dari kamar rawat Candra.
"Udah, sekarang lo mau ngomong apa Yan?" Septian hanya melirik ke arah Candra yang masih setia dengan tatapan kesal nya.
"Lo sadar gak sih Jo? Candra itu gak nyaman kalau mereka ada di sini!"
Deg
Jojo langsung berbalik dan menghampiri Candra yang masih tetap bertahan dalam diam.
"Ndra, lo gak mau mereka disini?" Candra mengangguk kecil.
"Aku gak mau ketemu mereka dengan kondisi gini mas!" Jojo menghela nafas panjang, seharusnya dia sadar sejak tadi jika Candra tidak nyaman.
"Maafin gue Ndra, kalau gitu habis ini mereka gue suruh balik ke rumah ya?" Candra memberi anggukan kecil.
"Kalian juga!" Jojo dan Septian terkejut mendengar ucapan Candra.
"Can, tapi siapa yang jaga kamu di sini nanti?" Candra mengalihkan pandangannya dari Septian.
"Mau sama yanda sama papa." Jojo menghela nafas dan mengangguk.
"Ya udah, biar gue hubungin om Ares sama om Igel dulu. Kalau mereka dateng baru kita semua balik." Candra mengangguk.
"Lintang juga mas." Jojo hanya bisa menuruti Candra jika seperti ini, mana tega dia menolak permintaan Candra.
"Iya sekalian sama Lintang."
Tidak lebih dari tiga puluh menit Ares, Igel dan Lintang sudah ada di kamar rawat Candra. Lintang yang melihat sang kakak langsung saja memeluk tubuh Candra.
"Mas gak papa?" Candra mengangguk, pemuda itu segera menutup mata Lintang yang tengh menatap tajam pada Septian dengan tangan nya.
"Mas gak papa, biasa aja ngeliatin Septian nya." Lintang berdecak kesal saa melihat Candra sudah bersikap biasa saja pada Septian.
"Biarin, Lintang masih kesel sama dia kok!" Candra menghela nafas panjang, bahkan Igel dan Ares menggeleng heran.
"Mas Candra kan udah maafin dia dek, kamu gak mau maafin mas Septian juga?" Lintang melotot mendengar ucapan Ares.
"Gak mau, enak aja maafin dia yang udah bikin masku trauma! Masih untung aku gak patahin tulang nya dulu!" Septian menelan liur nya kasar, dia sangat tahu jika baik Lintang maupun Candra sangat mampu membuat nya patah tulang jika merek mau. Berbeda dengan teman-teman Jojo yang bingung, karena ini pertama kalinya mereka bertemu Lintang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
