.
.
.
.
.
Ares, Igel dan Rion juga semua penghuni rumah bintang lebih berhati-hari agar tidak membuat Lintang atau Candra marah, mereka sempat di buat kelimpungan saat menyadari bahwa dua anak itu tidak pulang ke rumah. Butuh waktu tiga hari untuk Igel dan Ares membawa mereka pulang, apa lagi ditambah kondisi Candra saat itu.
Saat ini Ares sepakat menutup cafe sementara, toh itu tidak akan membuat mereka miskin. Ares sebenarnya ingin mengajak mereka ke batu, tapi dia harus merundingkan dengan adik-adiknya terlebih dahulu.
"Gel." Igel yang kebetulan ada di sebelah Ares langsung menoleh, bukan hanya Igel sebenarnya karena Leo, Hadar, Alden, Rius dan Rion juga ikut menatap kakak mereka.
"Kenapa bli?" Ares tersenyum saat mendapat perhatian adik-adiknya.
"Ayo ke batu, kita nginep di vila mas Miko." Igel mengernyit, begitu juga yang lain.
"Mas mau ajak anak-anak kesana ya?" Ares mengangguk.
"Boleh, ayo bli, tapi tanyain dulu ke anak-anak." Ares tersenyum mendengar jawaban Igel.
"Nanti kalau mereka pulang deh, lagian itu Jojo sama Regi kenapa malah ikut Lintang?" Leo tertawa mendengar gerutuan Ares.
"Mas gak tau kalau Regi sama Jojo di suruh Candra buat ikut Lintang, katanya takut adek nya emosi lagi." semua yang mendengar itu langsung menghela nafas.
"Jangan bikin mereka marah deh, serem banget marahnya." Rius begidik, dia dulu saja selalu menghindari membuat Alta marah, sekarang malah ada dua anak dengan cara marah yang sama dengan Alta.
"Reska aja sampai dilempar sendok sama Candra waktu itu." Hadar, Leo, Alden dan Rius terkejut mendengar hal itu.
"Memang Reska ngapain sampai Candra marah bahkan ngelempar sendok?" Ares, Igel dan Rion menggeleng.
"Kejadian awalnya kita gak tau, sampai sekarang kita juga gak nanya ke Candra."
"Kapan hari aku denger Lintang tanya soal Reska ke Candra, dan aku denger Candra melarang Lintang untuk dekat-dekat Reska." Ares menghela nafas.
"Sudah aku duga akan gini, Reska terlalu posesif dengan perhatian bang Ares yang jarang dia dapat. Dan datangnya Candra mungkin ancaman buat dia." Ares terdiam saat adik-adiknya membicarakan Reska.
"Sudah jangan bahas soal Reska." mendengar hal itu mereka langsung mengubah topik pembicaraan mereka.
"Candra tidur?" Ares dan Rion mengangguk, mereka berdua yang terakhir mengecek keadaan Candra.
"Iya, habis minum obat tadi terus tidur."
.
.
.
.
.
Lintang menatap jengah pada Regi juga Jojo yang asik mengintilinya, padahal niatnya ijin keluar tadi hanya untuk membeli beberapa cemilan dan bahan kue. Tapi karena permintaan Candra, Lintang harus pergi bertiga dengan dua sepupu yang sayangnya selalu membuat dia kesal.
"Lintang mau bikin kue? Cheesecake atau brownies?" Lintang menggeleng, Regi selalu seperti itu jika melihat Lintang membeli bahan kue.
"Mau bikin brownies pie buat mas Candra." mata Regi berbinar mendengar jawaban Lintang.
"Aku juga mau!" Lintang hanya bisa mengangguk, sudah terlalu biasa Regi ikut meminta kue yang dia bikin.
"Nanti aku bikin buat di makan bareng." Jojo tertawa kecil melihat wajah kesal Lintang.
"Regi, udah jangan ngerusuhin Lintang. Mending lo pilih jajan sendiri." Regi mengangguk dan langsung pergi memilih cemilan yang dia suka.
"Udah semua Lin?" Lintang mengangguk saat Jojo bertanya.
"Ayo samperin Regi bang, sebelum dia ngeborong isi supermarket."
.
.
.
.
.
Candra hanya diam dan duduk tenang di sofa ruang tamu saat Alden tiba-tiba datang dan memeluk tubuhnya, Candra sebenarnya tidak terlalu menyukai skinsip kecuali pelukan pun hanya diam, kecuali jika Alden mulai mengecup pipi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
