.
.
.
.
.
Candra menggeliat kecil sebelum membuka mata, langit-langit kamar berwarna abu-abu yang dia lihat sempat membuatnya panik, namun elusan di kepalanya berhasil membuat dia tenang.
"Ayah." Rion tersenyum saat Candra akhirnya bangun.
"Iya, ada apa?" Candra menggeleng dan semakin mendekatkan tubuhnya pada Rion.
"Ayo bangun nak, udah pagi. Sarapan terus minum obatnya." Candra mengangguk, pemuda itu segera bangkit dan keluar dari kamar Rion.
"Ayah tunggu di bawah ya." Rion tertawa pelan saat melihat anggukan Candra setelah pemuda itu masuk ke kamar nya.
"Candra udah bangun?" Rion yang baru saja turun langsung mendapat pertanyaan dari Alden.
"Udah, masih mandi sekarang." Alden mengangguk dan kembali menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Manda." Alden menoleh dan tersenyum saat melihat Jojo baru saja keluar dari kamar nya, bahkan Igel dan Rius yang juga berada di dapur ikut tersenyum. Jojo terlihat sangat menggemaskan jika bangun tidur.
"Mandi sana, habis ini sarapan." bukannya menurut Jojo justru memeluk tubuh Alden.
"Jojo." Jojo berdehem saat Alden menepuk pundaknya.
"Bentaran manda, Jojo masih ngantuk." Alden menggeleng heran, anaknya itu pasti begadang bermain game semalam.
"Eh mas Jojo kenapa?" Jojo yang mendengar suara pelan Candra langsung melepas pelukannya dari Alden.
"Mas mu itu gak papa Can, cuma lagi manja sama ibu nya." Candra tersenyum tipis.
"Papa." Igel mengalihkan pandanganya pada Candra.
"Kenapa?" Igel mengernyit saat Candra menatapnya.
"Mau thai tea boleh?" Igel tersenyum dan mengangguk.
"Habis sarapan ya, papa buatin sendiri gimana?" Candra hanya mengangguk.
"Ya udah sana tunggu di depan sama ayah, om Hadar sama om Leo." mendengar ucapan Igel, Candra kembali mengangguk.
"Mas Jojo belum mandi ya? Bau ih." Jojo berkedip tidak percaya saat mendengar Candra mengatakan itu.
"Kan, Candra aja bilang kamu bau, sana mandi." Jojo langsung melesat kembali ke kamar nya setelah baru masuk ke dalam kamar mandi.
"Tingkahnya mirip banget bang Hadar sih bang, susah banget kalau di suruh mandi." Alden mengedikan bahunya.
"Namanya juga anak nya Ri."
.
.
.
.
.
Ares yang baru saja pulang siang hari langsung memeluk Candra erat, bahkan Lintang pun seperti itu. Beruntung saat ini Candra hanya bersama Lintang, Jojo dan Regi di kamar nya, sedangkan para orang tua yang lain sedang membantu Ares memindahkan barang yang berhasil di beli Ares dan Azka di surabaya kemarin.
"Yanda lagi mindahin apa ke kamar nya sih mas?" Candra menggeleng, matanya sudah mengantuk setelah meminum empat butir obat nya. Jojo yang melihat itu hanya tersenyum geli.
"Kalau ngantuk tidur aja Ndra, jangan di paksa melek gitu." Candra menggeleng.
"Takut." Lintang langsung memeluk tubuh Candra saat mendengar gumamam Candra.
"Gak usah takut mas, ada kita disini. Kita gak akan biarin mas luka kayak kemarin." Candra tersenyum tipis saat mendengar bisikan Lintang.
"Dek."
"Hm?" Jojo dan Regi yang mendengar gumaman Lintang hanya diam memperhatikan.
"Capek." Lintang mengeratkan pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
Fiksyen PeminatMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
