72. Duka untuk Ares

881 111 1
                                        


.
.
.
.
.
Penghuni rumah bintang sepakat kembali ke pare setelah sepuluh hari setelah kepergian nenek, mereka kembali dengan pesawat agar lebih cepat sampai.

Jojo sempat berdecak pelan saat mengingat jika teman-temannya ingin berkunjung ke pare dalam waktu dekat, bukan tidak suka tapi Jojo tau jika teman-temannya itu hanya ingin mendatangi Candra.

Pluk

Jojo menoleh dan sedikit terkekeh saat mendapati kepala Candra bersandar di pundak nya, mata pemuda itu terpejam, seperti nya Candra tidur karena lelah selama perjalanan, beruntung saat ini mereka akan pergi ke rumah Azka.

"Loh Candra tidur ternyata." Jojo tersenyum saat Igel membuka pintu mobil.

"Barusan kayaknya om." Igel ikut tersenyum saat melihat perlakuan lembut Jojo pada Candra.

"Candra gak tidur ih." tanpa di duga Candra membuka matanya kemudian mengangkat kepalanya.

"Kirain tidur tadi." Candra menggeleng kecil.

"Gak tidur pa, cuma merem aja pusing." Igel dan Jojo langsung memasang wajah khawatir.

"Ya udah kalau gitu ayo masuk dulu, istirahat dulu di dalem." Candra menurut bahkan pemuda itu hanya diam saat Igel menggandeng tangannya.

"Candra kenapa nak?" Candra mengulas senyum tipis saat mendengar suara Alta.

"Candra gak papa bun." Alta menghela nafas tidak percaya, mengingat Candra seperti Ares yang akan menyembunyikan semuanya.

"Bawa ke kamar aja Ta, biarin istirahat dulu. Kayaknya Candra capek." Alta mengangguk dan membawa Candra ke kamar tamu yang di sediakan Azka, kamar yang dulu pernah di tempati Candra.

"Candra istirahat aja di sini ya, jangan kemana-mana. Nanti kalau udah jam makan ibun panggil." Candra mengangguk, pemuda itu memejamkan matanya saat tangan Alta mengelus kepalanya.

"Ibun tinggal bantuin om-om yang lain ya, gak papa?" Candra menggeleng kecil.

"Gak papa bun, Candra mau tidur aja." Alta tersenyum dan beranjak meninggalkan Candra sendirian di kamar, tanpa Alta tau jika Candra tengah meyembunyikan sakit nya.

"Candra capek bun."
.
.
.
.
.
Ares menatap Azka dan Rehan bergantian, bukan hanya mereka karena di sana juga ada penghuni rumah bintang yang lain. Azka dan Rehan, kedua nya baru saja membicarakan tentang pengobatan Candra pada Ares. Hasil kemo kemarin tidak terlihat bagus, mereka harus siap dengan pilihan terakhir, yaitu oprasi pencangkokan sumsum tulang belakang.

"Harus oprasi ya mas?" Azka mengangguk, netra nya menatap ke arah Igel yang baru saja bertanya.

"Kamu tau itu pilihan terakhir kita Gel, aku juga udah sempat ngomongin ini sama mas Damar juga mas Angga. Mereka berdua setuju buat terlibat sebagai dokter yang akan melakukan oprasi." semuanya terdiam, mereka jelas tidak ingin kehilangan Candra.

"Presentase nya berapa mas?" Azka beralih menatap Rion.

"70:30, kondisi Candra masih bisa di hilang cukup bagus, hingga presentase nya cukup besar." jawaban Azka membuat mereka sedikit tenang.

"Kalau gitu lakukan mas, kalau itu bisa bikin Candra sembuh." Azka mengangguk, ucapan Ares sudah pasti berdasarkan persetujuan Alta.

"Aku mau lihat Candra sembuh, tiga tahun lihat dia kesakitan itu bikin aku sakit." Ares memeluk tubuh Alta yang ada di samping nya.

"Kita pasti berusaha buat Candra sembuh Ta."

"Tapi aku minta ketersediaan kalian untuk ikut tes kecocokan donor, terutama Alta sama Lintang, karena Ares gak bisa donorin sumsum tulang belakang nya." Ares mengepalkan tangannya, benar dia tidak akan bisa menyelamatkan putra nya.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang