69. Permohonan maaf

728 99 4
                                        


.
.
.
.
.
Ares menatap tidak percaya saat Johan dan Ana tiba-tiba datang dan membuat suasana rumah bintang menjadi panas, bahkan Alta dan adik-adik nya sudah menatap nya sangat tajam, semua itu karena makluk kecil yang berada dalam buntalan selimut di tangannya.

"Jaga anak itu baik-baik Res."

Hanya kata itu yang di ucapkan Johan saat mereka menyerahkan bayi kecil berusia lima bulan itu, Ares tidak bisa berkata apapun saat Johan dan Ana langsung berlalu pergi dari rumah bintang.

"A-anak siapa itu mas?" Ares menatap adik-adiknya lekat kemudian menggeleng. Ares membuka tudung selimut yang menutupi wajah bayi dalam gendongannya.

Deg

Bukan hanya Ares yang terkejut melihat wajah bayi itu, namun semua penghuni rumah bintang juga terdiam karena terkejut. Mereka menatap wajah bayi itu dan Ares bergantian, wajah bayi mungil itu sangat mirip dengan Ares.

"Bayi itu anak lo bang?" Ares menggeleng tidak percaya, netra hitamnya beralih menatap Alta yang sudah menatapnya dengan tatapan sendu.

"Apa selama kamu pergi kamu main sama orang lain Res? Setelah itu kamu nikahin aku?" Ares terkejut mendengar ucapan Alta, bagaimana mungkin dia mengkhianati Alta jika dia sangat membenci yang namanya pengkhianatan.

"Aku sama sekali gak pernah main sama orang lain Ta, kamu orang pertama buat aku." Alta menggeleng dengan mata berkaca-kaca.

"Terus itu apa? Bayi itu mirip sama kamu ANTARES!!" Ares kembali menatap bayi di tangannya  dia bahkan sama sekali tidak mengenal bayi itu.

"Tapi aku berani sumpah kalau ini bukan anak ku Ta." Alta tetap menggeleng tidak percaya, suaminya itu bahkan sudah meneteskan air matanya sambil mengelus perutnya.

"KALAU GITU KENAPA ANAK ITU BISA MIRIP BANGET SAMA KAMU?!" Ares menggeleng tidak mengerti, laki-laki itu menatap adik-adik nya namun yang dia dapatkan hanya tatapan tidak percaya.

"Kalian gak percaya sama aku?" tatapan Ares berubah nanar saat melihat Alta menangis dalam pelukan Alden, sedang kan Rion, Rius, Leo, Hadar dan Igel menatapnya tajam.

"Gimana kita mau percaya sama lo kalau bukti ditangan lo itu terlalu nyata bang!"

"Aku gak nyangka mas bakal ngelakuin ini, mas udah nyakitin mas Alta tanpa mas sadar!"

"Kenapa bli ngelakuin ini? Harusnya kalau bli udah ngelakuin ini bli gak perlu nikahin mas Alta!"

"Aku mau pindah kamar, setelah anak ini lahir aku mau pisah sama kamu Res."

Ares benar-benar di buat tidak bisa berkutik saat semua adik-adiknya memojokannya, bahkan ucapan Alta membuat hati Ares hancur. Suami nya meminta pisah etelah anak mereka lahir, sedangkan dia sendiri tidak tahu siapa anak yang ada dalam gendongannya ini.

Ares terpaku di ruang tamu saat adik-adiknya berlalu pergi, mereka naik ke lantai dua, membantu Alta memindahkan barang-barang nya kembali ke kamar lamanya. Ares berani bersumpah jika dia tidak pernah mendekati orang lain, apa lagi sampai melakukan hal bejat seperti ini, tapi siapa orang tua bayi ini sebenarnya, kenapa papa dan ibu tirinya justru memberikan bayi itu pada nya?

"Apa yang harus Ares lakuin sekarang ma?"

Perang dingin terjadi di rumah bintang, Ares di acuhkan sejak saat itu. Tidak ada satu pun adik-adiknya yang menyahut saat dia bertanya atau meminta tolong, Alta menghindarinya bahkan Rius dan Alden selalu menatap tajam padanya. Ares tidak pernah mengurus bayi sebelumnya, dan dia harus mengurus bayi itu seorang diri tanpa bisa bertanya pada orang lain. Bahkan Igel dengan terang-terangan mengatakan bahwa dia sekarang tidak bisa bertanggung jawab pada cafe, karena lebih sering meninggalkan cafe bahkan tidak hadir di cafe.

Candra LintangCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang