.
.
.
.
.
Candra beberapa kali terlihat menghembuskan nafas gugup, padahal rencananya hari ini dia akan pergi ke Galaxy's cafe untuk menerima tawaran Rion, tapi kenapa dia sangat gugup. Lintang sudah berangkat bekerja sejak pukul delapan lebih tiga puluh menit tadi, Candra bahkan meminta Lintang untuk membawa motor mereka. Tentu saja Candra mengatakan bahwa dia akan ke cafe menggunakan ojol, meskipun nyatanya Candra justru berjalan kaki.
"Ya tuhan kok aku gugup ya?" Candra mengelus dadanya yang berdebar sewaktu melihat nama cafe yang ditujunya.
"Semoga pilihan Candra bener ya bun." Candra melangkah pelan kearah cafe, sesekali dia melihat jam tangan di pergelangan tangan kirinya yang menunjukan pukul sembilan pagi, tepat seperti waktu yang ditentukan oleh Rion kemarin.
Candra menatap pintu kaca cafe yang tertutup, dia bisa melihat interior cafe dari sana, papan penanda di pintu cafe juga masih bertuliskan 'close', jadi apa tidak masalah dia masuk sekarang.
Kling
"Permisi." setelah bergumul dengan batinnya sendiri, Candra memutuskan mendorong pintu cafe dan masuk. Rion memintanya datang pukul sembilan, dan Candra tidak suka jika harus terlambat atau menunda sesuatu.
"Bener jam sembilan kok?" Candra kembali menatap jam tangannya dan cafe yang tampak sepi itu bergantian. Dia sangat yakin bahwa pegawai cafe sudah datang karena dia melihat sebuah mobil dan sebuah satu motor yang terparkir di parkiran cafe.
"Maaf tapi cafe belum buka." Candra menoleh begitu mendengar suara berat dari arah kiri, pemuda itu menemukan seorang pria tengah berdiri sambil membereskan meja disana, sama sekali tidak menatap kearahnya.
"Ah itu, maaf saya kesini karena twaran pekerjaan dari om Rion." mendengar ucapan Candra pria itu segera mendongak dan menatap lekat pada Candra.
Deg
Deg
Deg
"Mas Alta." Candra menatap bingung pada pria yang saat sudah berdiri dihadapannya itu.
"O-om gak papa?" Candra semakin bingung saat melihat pria dihadapannya itu meneteskan air mata, namun dengan cepat laki-laki itu mengusap wajahnya.
"K-kamu yang namanya Candra?" Candra mengangguk, membuat pria dihadapannya itu tersenyum sendu.
"Saya Alden, kamu bisa panggil saya om Alden sama kayak kamu panggil Rion." Candra mengangguk, meskipun dia canggung tapi Candra mencoba tersenyum pada Alden.
"Tunggu sini sebentar, biar om panggilin yang lain ya." Candra mengangguk, pemuda itu memperhatikan punggung Alden yang menghilang dilorong cafe.
"Kenapa sih yang ketemu aku pasti natap nya gitu, om Rion sma suaminya juga?" Candra bergumam lirih sambil berdiri dimeja samping kasir. Candra akui dia menyukai interior dan konsep cafe ini, pantas saja namanya Galaxy's cafe, ternyata memang seperti ada diluar angkasa.
Saat Candra sibuk mengagumi interior cafe, Alden justru berjalan tergesa menuju ruang istirahat cafe, dimana semua pengurus cafe sedang berada disana.
Brak
Semua yang ada didalam ruang istirahat menatap bingung saat melihat Alden masuk dengan mata berkaca-kaca.
"Kamu kenapa by?" Hadar yang melihat suaminya akan menangis langsung mendekap tubuh tinggi itu, namun tatapan Alden masih terpaku pada Rion.
"Aku setuju nerima anak itu di sini Yon." Rion berkedip saat mendengar ucapan Alden, bahkan Hadar pun terkejut mendengar itu.
"By, kamu yakin?" Alden mengangguk, Rion yang baru sadar kenapa Alden tiba-tiba bersikap seperti itu langsung berdiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Candra Lintang
FanfictionMereka meninggalkan kota tempat mereka dibesarkan, menuju tempat mereka dilahirkan, kembali menyusuri jalan dimana kisah kedua orang tua mereka terjalin. Mencari keberadaan sisa konstelasi bintang yang dahulu sangat berharga untuk kedua orang tuany...
